Diskriminasi rasial dan ketidakadilan merupakan bagian dari sejarah Amerika. Perjuangan panjang kaum minoritas kulit hitam Afro-Amerika untuk membela hak-hak mereka mendapat perlawanan kaum mayoritas kulit putih. Banyak catatan sejarah yang menorehkan perjuangan itu. Banyak sekali korban yang jatuh untuk melawan penindasan kaum mayoritas. Salah satu milestone penting dalam sejarah itu adalah peristiwa yang disebut Little Rock Nine. Kejadian di bulan September 1957 adalah ketika 9 calon siswa akan mendaftar ke Central High School di Little Rock, ibu kota negara bagian Arkansas. Kejadian mirip diskriminasi rasial Little Rock Nine di Amerika, ada juga di Indonesia, di Taman Yasmin Bogor. Read the full post »
Dari “Little Rock Nine” ke Taman Yasmin
Posted by Togar Silaban on 25/01/2012
http://togarsilaban.wordpress.com/2012/01/25/dari-little-rock-nine-ke-taman-yasmin/
Kebohongan publik
Secara umum kebohongan publik diartikan sebagai sesuatu yang tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya diungkapkan kepada publik. Definisi ini saya fahami dari berbagai informasi yang saya dapatkan. Definisi itu saya buat sendiri untuk kepentingan sendiri, karena saya sadar, saya bukan orang yang kompeten untuk mendefinisikan sesuatu. Saya kira banyak orang sudah faham apa yang dimaksud kebohongan publik. Lalu kenapa kebohongan publik terjadi terus dan untuk apa orang membuat kebohongan publik. Read the full post »
Posted by Togar Silaban on 19/01/2012
http://togarsilaban.wordpress.com/2012/01/19/kebohongan-publik/
Mengapa harus berubah ?
Mengubah sesuatu bisa mudah bisa juga sulit. Mudah, kalau cuma mengubah nasi menjadi bubur. Tapi menjadi sulit kalau mau mengubah kebiasaan seseorang. Kawan saya, Pak Gendut (bukan nama sebenarnya) yang ahli organisasi dan perubahan bisa presentasi dengan keren tentang manajemen perubahan di suatu organisasi atau di masyarakat. Pak Gendut bisa cerita panjang lebar bagaimana menyiapkan dan mengelola suatu perubahan organisasi. Saya tidak bisa presentasi sekeren seperti Pak Gendut, tapi saya melihat dan mengamati ada tidak yang berubah di sekitar saya. Kalau memang ada perubahan, bisa enggak saya mengikuti perubahan supaya saya juga bisa mendapatkan manfaat dari perubahan itu. Read the full post »
Posted by Togar Silaban on 23/12/2011
http://togarsilaban.wordpress.com/2011/12/23/mengapa-harus-berubah/
Saxophone Dennis di perayaan Natal BPKP Jatim
Tidak mudah mengajak Dennis untuk tampil di depan umum, apalagi untuk diminta main saxophone. Sejak beberapa bulan terakhir Dennis belajar main saxophone, terutama setelah nonton pertunjukan live Kenny G di Surabaya. Maka untuk meyakinkan dia mau tampil di perayaan Natal BPKP Jatim tahun 2011, mamanya menyanggupi untuk mendampingi main keyboard. Karena itu sejak beberapa saat lalu, pasangan duet ibu-anak ini giat latihan membawakan lagu Ave Maria. Selama latihan keduanya lumayan seru, kadang saling ngambek, kalau ada yang keliru. Belum lagi membayangkan tampil didepan umum, mereka berdua sempat grogi. Tapi ya akhirnya, semakin dekat dengan hari-H, keserasian keduanya semakin mantap. Read the full post »
Posted by Togar Silaban on 19/12/2011
http://togarsilaban.wordpress.com/2011/12/19/saxophone-dennis-di-perayaan-natal-bpkp-jatim/
Reuni, kangen-kangenan yang menjadi bisnis
Pada mulanya saya agak heran membaca isi majalah On-Manitoba, majalah alumni University of Manitoba Canada, yang dikirim secara rutin kepada saya. Sebagai alumni University of Manitoba, saya dicatat oleh Alumni Association, dan selalu di up-date akan informasi para alumni. Salah satu yang rutin dimuat di majalah alumni itu adalah Homecoming setiap tahunnya. Asosiasi alumni secara terencana menyusun acara homecoming dengan baik, dan mengundang para alumni untuk hadir. Di awal ketika saya menjadi alumni, saya sering bertanya pada diri sendiri: “Apa hebatnya acara homecoming, sehingga menarik orang datang untuk hadir”. Tapi ternyata sekarang acara homecoming alias reuni semakin marak saja dan semakin ramai. Read the full post »
Posted by Togar Silaban on 03/12/2011
http://togarsilaban.wordpress.com/2011/12/03/reuni-kangen-kangenan-yang-menjadi-bisnis/
Pingsan rebutan barang mainan
Kalau orang rebutan zakat, sembako gratis, atau daging korban itu sudah biasa. Beberapa tahun lalu, pembagian zakat di daerah Jawa Timur mengakibatkan beberapa orang tewas terinjak-injak. Orang yang menunggu sangat banyak, dan pada saat pembagian dimulai, semua berebut untuk mendapatkan paling duluan. Begitu banyaknya orang berebut dan saling dorong, sebagian jatuh dan terinjak oleh massa yang banyak. Sejumlah orang tewas dan pingsan, massa berebut demi uang zakat yang dibagikan oleh Haji Saikhon di Pasuruan; zakat besarnya cuma Rp. 50.000. per orang. Uang sebesar itu bagian besar massa memang sangat berati, sehingga rela antri menunggu selama berjam-jam. Tapi kalau orang kaya berebut barang HP sampai beberapa orang pingsan, itu sudah keterlaluan. Read the full post »
Posted by Togar Silaban on 25/11/2011
http://togarsilaban.wordpress.com/2011/11/25/pingsan-rebutan-barang/
Mengaudit kehidupan di momento mori
Kebanyakan orang tidak suka membicarakan kematian; padahal cepat atau lambat, suka atau tidak suka, semua orang akan menghadapi kematian. Ketimbang membicarakan kematian, barangkali lebih enak membicarakan kehidupan. Karena kehidupan adalah sisi lain dari kematian, jadi kalau bicara kehidupan, secara tidak langsung sebenarnya juga bicara tentang kematian. Bagi gereja-gereja Lutheran, minggu ketiga Nopember adalah minggu untuk mengenang orang-orang yang sudah meninggal, momento mori. Pada kebaktian minggu itu, akan diumumkan nama-nama orang yang meninggal pada tahun itu. Suasananya hening, malahan cenderung menyedihkan. Teringat akan orang-orang yang sudah pergi, dan memaknai bahwa kita juga akan menyusul mereka. Minggu keempat Nopember adalah minggu penantian, Advent. Read the full post »
Posted by Togar Silaban on 24/11/2011
http://togarsilaban.wordpress.com/2011/11/24/mengaudit-kehidupan-di-momento-mori/
Di Jakarta mondok lagi
Urusan tempat tinggal di Jakarta rupanya bisa bikin repot. Ini yang saya alami ketika kembali bertugas di Jakarta tahun 2011 ini. Tahun 1987 lalu, ketika pertama kali bekerja di Jakarta, saya sempat menjadi penghuni asrama mahasiswa UI di Pegangsaan Timur. Asrama UI yang terkenal kereng & seram bagi mahasiswa baru itu sempat saya tinggali hampir 2 tahun. Di asrama itu ada Penguasa Pegete, sebutan bagi mahasiswa senior yang “menguasai” asrama. Kalau tidak kenal dengan salah satu penguasa pegete, jangan harap bisa tinggal di asrama UI Pegangsaan Timur. Karena saya mengenal salah satu penguasa pegete, maka walau bukan mahasiswa UI, saya bisa mondok 2 tahun di asrama yang punya kamar besar. Read the full post »
Posted by Togar Silaban on 22/11/2011
http://togarsilaban.wordpress.com/2011/11/22/di-jakarta-mondok-lagi/






























