Saya baru pertama kali nginap di kawasan Ginza, daerah yang sering disebut sebagai termahal di Tokyo, mungkin juga di dunia. Sebelum sampai di hotel, saya bayangkan bahwa saya akan diberi fasilitas hotel bisnis yang biasanya bintang lima. Keep reading →
1 July, 2009
Makna bertanya pada “pinggan panungkunan”
Untuk kedua kalinya, saya “dipaksa” menjadi “parsinabung” alias juru bicara adat pada pernikahan antara boru Silaban dengan marga Simanjuntak. Saya berusaha menghindar menjadi “parsinabung“, karena masih merasa tak mampu menjalankan tugas itu. Tapi bagaimana lagi, kalau Pdt. David Silaban sudah memaksa, ini tugas adat, dan harus diselesaikan, tak ada pilihan lain. Keep reading →
19 June, 2009
Debat capres, pro kapitalis: dagelan sinetron yang membosankan.
Lagi-lagi kita kita disuguhkan suatu dagelan sinetron yang tak bermutu dalam debat Capres yang tadi malam disiarkan langsung stasiun televisi. Semula saya berharap debat capres itu benar-benar akan bisa menunjukkan kualitas kepemimpinan para capres. Saya menunggu dari sesi awal sampai sesi akhir, ternyata hasilnya, sungguh mengecewakan. Keep reading →
18 June, 2009
Apa pertimbangan facebook menentukan definisi public figure
Situs jaringan komunitas facebook merambah dunia dengan sangat cepat. Tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau orang yang terpisah ribuan kilometer jauhnya, bisa seolah berada diruang sebelah kita. Terimakasih internet, teknologi membantu manusia sedemikian jauh. Keep reading →
16 June, 2009
Benarkah Batak perantau lebih santun dari yang tinggal di Bona Pasogit ?
Seorang kawan meng-”update” statusnya di situs komunitas facebook, dan menuliskan pendapat seorang kawan lainnya, Bonar Siahaan (BS), yang selama ini menetap di “bona pasogit” Balige. Menurut kawan BS, warga Batak di “parserahan” (perantauan) seperti di Jakarta, katanya lebih terbuka, dan lebih “maradat” ketimbang warga Batak di kampung halaman (di bona pasogit). Keep reading →
11 June, 2009
Aura ketegangan pada deklarasi damai”
Rabu malam 10 Juni 2009, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaksanakan deklarasi damai antar calon presiden dan calon wakil presiden. Itu adalah perhelatan politik, tapi sedikit dikemas dengan acara kesenian. Saya tak berminat mencermati sisi politiknya, saya lebih suka melihat hal lain. Keep reading →
9 June, 2009
Akibat arogansi, pasien lari, RS Omni terancam tutup
Manajemen RS Omni Internasional (OI) Tangerang, “digebukin” sana-sini, setelah pengaduannya tentang pencemaran nama baik yang dituduhkan dilakukan oleh Prita Mulyasari, di ekspose media. Tidak tanggung-tanggung, Komnas HAM, Komisi IX DPRRI dan pengurus IDI Pusat memanggil manajemen RS OI untuk mempertanggungjawabkan tuduhannya. Keep reading →
5 June, 2009
Kalau dokter terlalu cepat menyimpulkan diagnosa, pasien bisa jadi korban
Prita Mulyasari mendekam di penjara gara-gara menuliskan pengalamannya melalui email ke teman-temannya. Pengalaman yang tak bisa dia lupakan mendapati pelayanan rumah sakit Omni Internasional di Tangerang. Tak pernah terbayangkan bahwa ia harus dijebloskan dalam penjara hanya karena mengirimkan email ke rekan-rekannya. Keep reading →
3 June, 2009
Bekerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, untuk kesejukan hati
Work hard is not enough, work smart is much better. Begitu statemen yang sering dilontarkan untuk memotivasi orang meningkatkan produktifitas. Atasan saya menambahkan satu unsur lagi yaitu “bekerja ikhlas“, untuk melengkapi bekerja keras dan bekerja cerdas. Keep reading →
25 May, 2009
“Down sizing cost” deklarasi di Bantar Gebang, untuk apa ?, simpati masyarakat ??
Sebuah stasiun TV melaporkan bahwa deklarasi pasangan Calon Presiden -Wakil Presiden, Megawati-Prabowo menghabiskan biaya sekitar Rp. 412 juta. Stasiun TV mengutip ucapan salah seorang Tim Sukses Mega-Pro. Deklarasi yang dilangsungkan di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah Bantar Gebang, Bekasi direncanakan dihadiri 10.000 orang. Stasiun TV tersebut metayangkan gambar-gambar persiapan yang memperlihatkan pemadatan lapangan dengan alat berat, penyiapan panggung dan pemadatan tanah untuk jalan. Saya agak sulit mempercayai, bahwa biaya deklarasi itu “cuma” 412 juta rupiah saja. Keep reading →





