Hotel Santika Premiere yang kualitas pelayanannya dibawah standar


Untuk sebuah urusan dinas, saya nginap di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya pada tanggal 11 Agustus lalu. Setelah sarapan, saya dengan beberapa teman lainnya meluncur menuju salah satu kantor instansi Pemerintah Provinsi Jawa Timur di kawasan Tugu Pahlawan. Hari masih pagi, jam baru menunjukkan pukul 08.30 ketika kami meninggalkan hotel yang belum ada setahun beroperasi itu. Lalu lintas sepanjang pusat kota Surabaya tidak terlalu ramai, sehingga kami tiba di kawasan Tugu Pahlawan dengan tanpa kemacetan. Continue reading

Subsidi BBM, dosa warisan yang (masih ?) akan berlanjut!


2013 Feb 005Sabtu (2/8) minggu lalu, saya mengisi BBM di salah satu SPBU di wilayah Jakarta Pusat. Di SPBU itu terdengar pengumuman tentang pembatasan BBM bersubsidi. SPBU itu telah mulai melaksanakan putusan BPH Migas untuk tidak menjual Solar bersubsidi. Sehari sebelumnya saya memang sudah melihat di TV berita tentang pembatasan BBM bersubsidi di beberapa daerah tertentu. Di televisi, sejumlah orang ditanyai pendapat mereka tentang rencana (yang kesekian kalinya) dari pemerintah untuk membatasi subsidi BBM. Pemerintah beralasan, kalau Agustus ini tidak dilakukan pembatasan subsidi, maka pada awal Desember nanti, solar akan habis, dan tak bisa disupply ke masyarakat. Continue reading

“Ngeri-ngeri sedap” ibarat Utara dengan Selatan


Saya tak bermaksud kampanye, juga tidak punya kepentingan mendukung salah satu kubu. Di tengah hiruk pikuk Pilpres 2014 yang menampilkan dua calon presiden, saya jadi tertarik untuk menulis sesuatu. Hal itu terutama setelah saya membaca majalah Tempo edisi 30 Juni 2014 yang menampilkan profil kedua pasangan Capres secara panjang lebar. Sudah pasti salah satu dari Capres yang ada akan menjadi Presiden Indonesia, bisa jadi Prabowo atau Jokowi.

Tempo menampilkan profil kedua pasangan Capres. Kalau dicermati isi majalah Tempo kali ini boleh dibilang melulu tentang kedua Capres tersebut dan berita Pilpres. Tempo menjelaskan betapa redaksinya berusaha untuk menampilkan profil kedua Capres secara seimbang. Pengakuan redaksi Tempo yang berusaha cover both sides nampaknya untuk menepis anggapan bahwa media saat ini sudah sulit seimbang.

Continue reading

“Tune-up” untuk meningkatkan performa jantung


Jantung & KateterSaya pernah coba men“tune-up” sepeda motor yang menggunakan karburator. Setelah sekian lama dipakai, sepeda motor butut yang saya pakai mulai kurang enak dipakai. Supaya tidak sampai mogok total, ketika ada waktu longgar, saya coba bongkar karburatornya. Ternyata setelah dibongkar terlihatlah kalau ada kotoran dibeberapa tempat di saluran yang membawa bahan bakar ke dalam karburator. Kemampuan saya hanya upaya membersihkan karburator yang kotor. Dengan pembersihan itu, kondisi mesin motor mulai membaik. Tapi supaya performanya lebih baik, akhirnya saya menyerahkan motor itu kepada ahlinya untuk di”tune-up“. Hasilnya memang jauh lebih baik, “tarikan” mesin motor semakin kuat, dan lebih enak dipakai. Menyervis (tune up) mesin sepeda motor tujuannya untuk mengembalikan performanya menjadi lebih baik. Proses “tune-up” sepeda motor atau mesin otomotif secara umum, ternyata dapat juga dianalogikan dengan “tune-up” terhadap kesehatan tubuh, terutama untuk organ jantung yang mengalami masalah. Jantung memompa “bahan bakar” oksigen ke seluruh tubuh, oksigen disalurkan melalui pembuluh darah. Jantung sendiri memerlukan “bahan bakar” agar ia dapat bekerja memompa bahan bakar. Foto di atas diambil dari siniContinue reading

Kupanggil kau Jia Hui; ayo merajut permadani Indonesia


Yu Jia HuiDidengarkan, diperhatikan, dihargai, dan disayangi adalah hak dan keinginan semua orang. Mendengarkan, memperhatikan, menghargai dan menyayangi juga adalah hak yang ada pada semua orang. Karena itu menjadi orang terpinggirkan, terabaikan adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. Menjadi lebih menyakitkan ketika seseorang mencintai, tapi justru karena itu ia kemudian terpinggirkan dan terabaikan oleh orang-orang yang dia cintai dan seharusnya mencintainya. Cinta Audrey Yu Jia Hui terabaikan, tak berbalas, padahal cintanya sangat besar.

Audrey Yu Jia Hui adalah nama baru dari Maria Audrey Lukito, seorang gadis keturunan Cina (saya sengaja tidak menulis Tionghoa)  yang lahir di Surabaya. Audrey terlahir sebagai gadis jenius dari keluarga kaya raya. Ia menjadi gadis yang nyaris sempurna, tak ada kekurangan apapun, cantik, sangat pintar, dan kaya raya. Semua yang diinginkan anak dan gadis belia seusianya bisa dia dapatkan. Orang tuanya mampu memberi apapun yang diinginkan seorang gadis.  Tapi Audrey tak menginginkan banyak, ia terbelit cinta yang berat. Cinta yang membuatnya bersemangat, bergelora dan ingin berjuang mewujudkan cintanya. Tapi orangtuanya tak menyetujui dan menghalangi cinta Audrey. Pada umur 6 tahun Audrey jatuh cinta setengah mati pada Indonesia, negaranya. Image diambil dari sini. Continue reading

Susah-gampang mengelola penderita sakit


bule ketiduranBersyukurlah kalau hari ini anda sehat walafiat, artinya anda dapat melakukan kegiatan sehari-hari tanpa mengeluhkan kondisi tubuh yang baik. Mau kerja oke, mau bersantai tidak masalah. Makan banyak tetap  sehat, makan apa saja tidak ada pantangan, tubuh selalu siap untuk melakukan berbagai aktivitas.

Tapi kalau suatu hari anda jatuh sakit, dan penyakit itu bertahan untuk waktu yang cukup lama di tubuh anda, situasinya akan sangat berbeda, termasuk bagi orang-orang terdekat anda. Tentu tak ada orang yang mau menderita sakit, bahkan untuk penyakit ringan sekalipun kita selalu ingin menghindar. Ketika penyakit akhirnya mengganggu tubuh, barulah kita mulai sadar betapa bersyukurnya orang yang sehat, betapa berharganya kesehatan dan kebugaran. Continue reading

Taman yang tidak memanusiakan manusia


taman dirusakPerjalanan kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari berbagai kebutuhan, yang terutama dikategorikan sebagai kebutuhan fisik, kebutuhan rohani, dan kebutuhan sosial. Idealnya, aneka kebutuhan itu bisa diperoleh secara seimbang. Orang berlomba-lomba untuk memenuhi keseimbangan itu. Sayangnya tidak semua orang mampu memenuhi kebutuhan kehidupannya secara seimbang. Kebanyakan orang hanya mampu memenuhi kebutuhan rohani dan sosialnya dalam porsi yang sangat kecil, sehingga perilaku dan tindakannya kadang tidak sesuai dengan yang diinginkannya. (Foto diambil dari sini.) Mereka yang kurang mampu memenuhi kebutuhan yang berimbang semestinya mendapat bantuan negara untuk mendekati keseimbangan kebutuhan itu.  Continue reading