Gunung Kelud, meletus… tidak.. meletus..??

Posted on

Sampai saat posting ini ditulis, Gunung Kelud masih dinyatakan status AWAS. Itu artinya secara teknis, seharusnya Kelud sudah meletus. Jadi setiap saat, bisa terjadi letusan. Menurut para vulkanolog, sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksikan secara akurat kapan suatu gunung meletus, meskipun sudah dinyatakan sebagai status AWAS. Yang ada baru perkiraan berdasarkan tanda-tanda dan sejarah gunung itu sendiri.

Penantian letusan Gunung Kelud seperti penantian yang tidak jelas. Antisipasi sudah banyak dilakukan, tempat-tempat pengungsian sudah dipenuhi pengungsi. Berbagai informasi sudah disebarluaskan kepada masyarakat supaya bila terjadi letusan, maka semua pihak diharapkan bisa mengambil langkah yang diperlukan, tidak terjadi kepanikan.

Presiden SBY menginap di tengah-tengah pengungsi Rabu malam, setelah mengadakan peninjauan dibeberapa tempat. Menginapnya Presiden di pengungsian sebenarnya bisa dianalisis dari berbagai aspek. Apakah ada kepentingan strategis yang didapat dengan menginap di pengungsian, atau hanya sekedar tebar pesona mencari simpati publik.

Sementara itu menurut berita di harian Surya (kamis 25 Oktober 2007), Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), DR. Surono, mengatakan bahwa gas karbon monoksida sudah muncul disekitar kawah Gunung Kelud. Mengutip harian tersebut dikatakan bahwa karbon monoksida tercium dalam radium 500 m sampai sebelum terowongan Gasnesha.

Saya meragukan informasi ini, karena gas karbon monoksida yang berbahaya itu tidak berbau dan tidak berwarna, sehingga tidak bisa tercium. Saya tidak tau apakah itu benar-benar pernyataan Kepala PVMBG atau wartawan yang salah mengutip. Kalau itu benar pernyataan Kepala PVMBG, menjadi pertanyaan dari mana dia mendapatkan informasi itu dan perlu dipertanyakan kompetensinya perihal gas karbon monoksida. Dalam situasi seperti itu mestinya pernyataan pejabat jangan sampai salah dan menambah kepanikan masyarakat.Banyak antisipasi yang sudah dilakukan untuk menghadapi kemungkinan letusan Gunung Kelud. Langkah antisipasi yang mungkin kurang adalah penanggulangan dampak lingkungan. Tapi karena prioritas adalah penyelamatan jiwa manusia, maka dampak lingkungan kurang terekspos. Letusan gunung api akan menyemburkan banyak material magma ke atmosfir dan kelingkungan sekitarnya. Hawa panas dan sejumlah gas yang keluar dari magma bisa mematikan harena jumlahnya dan sifatnya yang berbahaya.

Debu vulkanik bisa tersebar sampai puluhan bakan ratusan kilometer. Daya jelajah debu vulkanik sangat tergantung pada tingginya semburan magma, kecepatan angin, dan faktor-faktor cuaca lainnya. Debu vulkanik bisa bersifat asam karena banyak mengandung belerang. Bila jumlahnya cukup besar, hal itu bisa mengakibatkan hujan asam, acid rain, di daerah yang yang dilewati. Hujan asam bisa menimbulkan kerusakan pada tanaman, bangunan, binatang peliharaan bahkan pada manusia.

Selain debu vulkanik, lahar gunung berapi selain pada saat letusan, dalam jangka panjang juga bisa merupakan material yang merusak lingkungan. Lahar panas maupun lahar dingin banyak mengandung belerang yang bisa merubah sifat tanah termasuk air yang ada.

Karena itu selain antisipasi terhadap evakuasi penduduk, sudah saatnya juga mengadakan kalkulasi lingkungan, seberapa jauh lingkungan rusak. Dan bagaimana upaya rehabilitasi yang dilakukan. Ditengah-tengah kesibukan menanti Gunung Kelud meletus atau tidak, maka upaya-upaya penyelamatan lingkungan tidak boleh diabaikan.

About these ads

One thought on “Gunung Kelud, meletus… tidak.. meletus..??

    kukuh said:
    03/11/2007 at 19:14

    tolong hubungi email saya kalau kelud benar benar meletus. trims..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s