9 April, 2008...1:03 pm

Cara mendapatkan anak laki-laki ?

Jump to Comments

Kebetulan saya sedang blogwalking, kemudian ketemu tulisan dengan judul seperti diatas. lalu saya teringat pada pengalaman saya konsultasi dengan seorang psikolog beberapa tahun lalu. Waktu itu saya dijelaskan teori psikologis terhadap kemungkinan untuk mendapat anak laki-laki atau anak perempuan. Teori itu menjelaskan  cara hubungan suami istri yang ingin mendapatkan anak laki-laki atau anak perempuan.

Beberapa tahun lalu saya mengikuti sebuah “leadership training” selama 3 hari. Salah satu materi dalam training itu adalah psikologi kepemimpinan, dan setiap peserta diberi kesempatan untuk konsultasi psikologi dengan psikolog yang sudah “punya nama”. Setiap peserta sebenarnya dialokasikan waktu sekitar 30 menit konsultasi dengan psikolog tersebut. Tapi saking serunya konsultasi, tidak terasa saya menghabiskan waktu hampir satu jam.

Sebelum konsultasi wawancara, peserta yang kurang lebih 15 orang itu sudah diberi tes tertulis. Jadi si psikolog sudah mendapat bahan tentang semua peserta. Kemudian ketika wawancara, psikolognya bertanya tentang kebiasaan, perilaku dan macam-macam termasuk sifat mengalah untuk maju. Psikolognya kemudian bertanya tentang anak saya, apakah laki-laki atau perempuan. Lalu saya jawab bahwa kedua anak saya laki-laki. Dari jawaban saya itu, psikolog berkata:

“Berarti bapak lebih sering mengalah dong ke istri”.

Saya agak kaget mendengar perkataan itu, lalu saya tanya kembali:

“Apa hubungannya antara punya anak laki-laki dengan mengalah terhadap istri ?”.

Psikolognya lalu menerangkan bahwa secara psikologis, ketika suami istri berhubungan, kalau istri mencapai orgasme lebih dulu dari suami, maka sperma yang keluar lebih banyak berisi kromosom Y, yaitu kromosom pembentuk gen laki-laki. Sebaliknya bila suami mencapai orgasme lebih dulu, maka sperma yang keluar lebih banyak mengandung kromosom X, yaitu kromosom pembentuk gen perempuan. Jadi secara teoritis, kalau istri orgasme lebih dulu kemungkinan punya anak laki-laki lebih besar. Keluarnya kromosom X atau Y tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis suami dan istri.

Karena anak saya keduanya laki-laki, maka menurut teori psikolog itu, istri saya lebih dulu orgasme dari saya, ketika kami berhubungan. Psikolog itu menambahkan:

“Itu berarti bapak memberikan kesempatan istri orgasme lebih dulu, dan artinya bapak “mengalah” terhadap istri, karena memberi waktu yang cukup untuk pemanasan (foreplay) bagi istri.”

Karena saya bukan psikolog, dan juga bukan orang yang ngerti genetika, maka saya hanya tertawa saja apa kata psikolog itu. Psikolognya juga menyarankan kalau saya ingin mendapat anak perempuan, maka ketika berhubungan dengan istri, saya dianjurkan untuk orgasme lebih dulu dari istri.

Apakah teori psikolog itu benar atau tidak, saya kurang faham. Ketika saya berhubungan dengan istri, saya memang selalu berusaha supaya istri saya orgasme lebih dulu. Jadi kalau anda ingin mendapatkan anak laki-laki, tidak ada salahnya mencoba teori psikolog itu.

21 Comments

  • Beberapa tahun lalu, saya pernah ngobrol dengan ayahnya teman (sekarang sudah wafat. Dia dari suku Batak-marga Matondang)). Beliau bercerita sekaitan dengan tema di atas. Menurutnya, apabila ingin mendapatkan anak laki-laki, maka usai berhubungan intim sang suami tidur atau merebahkan badannya di posisi sebelah kanan sang isteri. Sebaliknya, jika ingin anak perempuan, usai berhubungan sang suami tidur di sebelah kiri sang isteri. Selanjutnya dikatakan, ‘teori’ itu didapatnya dari kakeknya pula atau sudah menjadi ‘teori’ yang turun temurun. Ayahnya teman saya itu termasuk yang membuktikan ‘teori’ itu.

  • Saya baru dengar teori pak Matondang itu.

    Dari segi genetika, sepertinya agak jauh ya, kalau sudah selesai berhubungan, kan proses pertemuan sperma dan sel telur sudah terjadi. Artinya kromosom Y atau kromosom X dari sperma sudah bertemu. Karena kecepatan sperma untuk menuju sel telur sangat tinggi. Artinya secara teori genetika, proses penentuan gen laki-laki dan gen perempuan sudah lewat.

    Tapi saya awam dalam hal reproduksi dan genetika, mungkin ada pembaca lain yang bisa memberikan penjelasan yang lebih baik.

  • Saya dulu diskusi dengan dokter kandungan, dan berhasil mendapatkan sepasang anak laki-laki dan anak perempuan. Tapi teorinya hanya dapat dilakukan, jika peluang kromosom antara X dan Y (ini dimiliki oleh laki-laki) adalah 50:50.

  • Hallo…. boro-boro anak laki-laki ato perempuan, saya sampe sekarang juga belum dapat satu pun :(

    Semua posisi udah dicoba, berbaring di kiri, ato di kanan, ato status mengalah, mengalahkan, semua udah dicoba, tapi belum sukses juga.

    Ada saran dari para senior? Tq u

  • @ Anastasia rajagukguk:
    Saya dulu dapat anak agak lama, setelah beberapa kali gonta-ganti dokter kandungan, akhirnya dengar dari beberapa teman tentang Dr. Harun Harahap di Jalan Pramuka, Jakarta.
    Ketika diceritain, katanya untuk bisa ketemu Dr. Harun bisa antri sampai satu bulan, saya agak kecut juga kalau harus nunggu sebulan.

    Tapi mau apa lagi, akhirnya untung-untungan, kami coba lah ke Pramuka, ee..ee ndilala, malahan bisa langsung konsultasi dengan Dr. Harun. Kata teman-teman, itu rejeki. Lalu kita ikutin proses yang diminta Dr. Harun. Bagi saya proses itu sangat sistematis dan runtut, sehingga saya sangat semangat.
    Setelah konsultasi pertama, disuruh periksa sperma di laboratorium FKUI, hasilnya dibawa ke beliau. Ternyata sperma bagus, jumlah cukup dan aktif.

    Kemudian istri diperiksa. Lalu tahap berikutnya saya dan istri disuruh datang jam 7 pagi ke kliniknya, tapi paling lama dua jam sebelumnya harus berhubungan. Setelah 2 jam senggama, istri di papsmear, diperlihatkan, ternyata sperma tidak ada yang hidup. Berarti ada yang kurang baik di rahim, begitu kesimpulannya. (Menurut cerita teman, bahkan ada pasangan yang diminta berhubungan dengan dilihat oleh dokternya untuk memastikan teknik yang benar).

    Lalu diperiksa keasaman rahim, ternyata keasamannya terlalu tinggi untuk proses pembuahan, sehingga sperma mati. maka kemudian istri saya “ditiup”, itu istilahnya yang saya ingat, setelah itu masih ada lagi proses semacam operasi kecil. Semua tujuannya untuk mengkondisikan agar keasaman rahim dalam posisi netral. Terakhir, waktu itu, istri saya diberi pemanasan (seingat saya istilahnya “dibestral”) dengan lampu pada bagian kandungan dua kali seminggu. Itu juga untuk mengkondisikan kandungan.

    Selama proses itu hampir 6 bulan, dan dikontrol masa subur, dan pada masa subur itu harus berhubungan semaksimal mungkin. Tentu semua diiringi doa dari banyak keluarga.

    Setelah 6 bulan itu saya agak kecil hati, karena setelah itu saya dipastikan untuk sekolah dan harus meninggalkan istri selama setahun, berarti proses harus berhenti. Ketika itu April 91′, pertengahan April istri saya test kehamilan, hasilnya negatif. Berarti belum hamil juga, saya udah pasrah, karena akhir Mei harus berangkat.

    Akhirnya saya berangkat juga 30 Mei 1991, meninggalkan istri untuk paling tidak setahun. (programnya dua tahun). Eee, baru dua minggu saya tinggal, istri muntah-muntah (morning sick), diperiksa ke dokter, ternyata positif hamil.

    Saya campur aduk, senang dan sedih, senang karena akhirnya usaha kita untuk dapat anak berhasil. Sedih, karena istri harus sendiri menjalani proses kehamilan. Saya jauh ribuan kilometer dari istri. Karenanya anak saya, kami sebut anak mahal. Tapi enggak apa-apa, kami senang. Sebenarnya, masih ada cerita yang seru. Tapi nanti kepanjangan dan yang baca jadi bosan. Lain kali saya tulis.

    Begitu ceritanya.

  • Bang Togar,
    Saya ga bosan bacanya. Karena kenal beberapa orang juga yang udah lama menantikan tp blom dapat-dapat juga. Ntar aku rekomendasikan juga ke teman-teman. Btw makasih yah untuk sharingnya :)

  • Mudah-mudahan sharing cerita diatas, bisa memberi inspirasi bagi mereka yang sedang berusaha untuk mendapatkan anak. Tentang anak saya, anak mahal akan saya posting tersendiri.

    Btw, doa dan dukungan keluarga sangat penting, ini bukan cuma masalah genetika dan reproduksi.

  • Humbang Hasundutan

    Di kampus tempat saya kuliah dulu, sekali seminggu selalu ada matakuliah umum yang disuguhkan oleh masing masing fakultas untuk seluruh mahasiswa. Ketika Fakultas Biologi mendapat skejul, mereka membawa pembahasan “Merencanakan anak laki-laki atau perempuan.”

    Demikian uraiannya.

    1. Sel telur yang telah matang/siap untuk dibuahi dapat bertahan hidup selama 72 jam.

    2. Sperma X (cikal bakal perempuan) ekornya panjang sehingga gerakannya lambat, dan akan semakin lambat di lingkungan asam, tapi bila lingkungannya basa, dapat bergerak lebih cepat. Sel ini dapat bertahan hidup selama 72 jam.

    3. Sperma Y (cikal bakal laki-laki) ekornya pendek sehingga dapat bergerak cepat. Akan lebih cepat lagi bila berada di lingkungan basa, dan sedikit melambat di lingkungan asam. Sel ini hanya dapat berahan selama 24 jam.

    4. Masa subur adalah hari ke 14 –16 terhitung sejak haid mulai, atau hari ke 11 – 13 terhitung setelah haid berhenti. (masa subur adalah 72 jam)

    Dengan mengetahui sifat sifat dari sel telur dan sel sperma itu, dapat dibuat suatu perlakuan yang akan mempertemukan sperma X atau Y dengan sel telur X sbb.:

    A. Persetubuhan tepat di masa subur.

    1. Bila wanita tidak terangsang, maka lingkungan vagina bersifat asam, sehingga sperma X bergerak lebih cepat hampir menyamai kecepatan sperma Y, maka peluang bertemu antara keduanya dengan sel telur adalah sama atau 50:50

    2. Bila wanita terangsang penuh, maka lingkungan vagina akan bersifat basa, sehingga gerak dari sperma Y akan berlipat ganda dari sperma X. Sudah tentu hanya sperma Y lah yang bisa bertemu dengan sel telur.>>hasilnya adalah janin laki-laki.

    3. Bila wanita susah terangsang, padahal lingkungan yang kita harapkan adalah lingkungan basa, atau sebaliknya wanita cepat terangsang sedangkan lingkungan yang kita harapkan adalah lingkungan asam, bisa di beli cairan asam atau basa di apotik.

    B. Persetubuhan sebelum masa subur.

    1. Bila persetubuhan dilakukan satu hari sebelum masa subur, maka peluangn keudanya adalah sama, karena kedua jenis sperma itu sudah sama sama menunggu.

    2. Bila persetubuhan dilakukan lebih dari 24 jam sebelum masa subur, maka peluang bertemu dengan telur hanyalah sperma X, karena semua sperma Y sudah mati. >>hasilnya adalah janin perempuan. (tidak ada kemungkinan untuk X)

    NB.
    -Anak saya empat, dua laki dua perempuan, dengan perencanaan.
    -Samapai sekarang saya tidak memakai alat kontrasepsi, hanya berdasarkan perhitungan di atas. Itu berarti bahwa perhitungan masa subur itu dapat dipercaya.

    Ito Anastasia, bila hubungan itu dilakukan tepat di masa subur, paling tepat hari ke 12 setelah masa haid itu masih tetap belum terjadi pembuahan, itu berarti ada sesuatu yang kurang, seperti yang sudah di uraikan bapak Togar di atas.

    Mudah-mudahan dapat dimegerti uraian saya, kalau tidak, mohon dimaafkan.
    Terimakasih

  • Wah uraiannya lengkap bgt. Makasih ito Humbang Hasundutan. Btw jadi sedikit malu karena ada namaku tertulis dgn jelas hehe :p

  • Humbang Hasundutan

    Ito Anastasia, tidak sedikitpun maksud saya untuk membuat ito sedikit malu, maklumlah ito sama parhutahuta ini. Saya minta maaf ito ya.
    Sedikit ralat untuk keterangan di atas yaitu: (tidak ada kemungkinan untuk X, seharusnya untuk sperma Y)
    Terimakasih.

  • Tanpa bermaksud membuat testimoni untuk artikel yang kreatif ini, dari dahulu kala, keluarga besar kami selalu lebih banyak diberikan Tuhan anak laki-laki. Dunia kami sangat macho, tapi jauh di dasar hati kami selalu merindukan kehadiran banyak ito di sekitar kami.

    Horas
    Raja Huta

  • Plok plok plokkk…

    Ito Humbang Hasundutan lengkap banget menjabarkannya. Walopun masih single, bisa jadi referensi ntar kalo udah merid (kapan yaa…).

  • aduh kapan y ak punya anak, gara2 kista ini kali ya?tapi aku berusaha katanya wlpun ada kista tapi kemungkianan bakal punya anak, semoga itu terjadi!kasih dong caranya

  • goklas Sinurat

    aku mau buat coment tp tak tau aku nulis apa, maklum masih bujangan nih…..

  • saya sekarang hamil 7bulan dan dari hasil usg saya, jenis kelamin janin saya sukses adalah lelaki, dari beberapa artikel yang saya baca yang merupakan hasil riset dari dalam atau luar negeri, ketika mulai hamil disarankan untuk perbanyak kalori seperti dagingm vitamin C, B, glukosa dalam tubuh, dan harus rajin sarapan pagi seperti sereal dgn susu juga perbanyak makan pisang yg banyak mengandung kalium. Jadi kurangi protein nabati dan magnesium. Hal ini cukup beralasan karena seirig tuntutan hidup sehat dengan pola makan rendah kalori di beberapa daerah maju yang mengakibatkan presentasi kelahiran bayi perempuan banyak daripada lelaki.

  • Semoga kehamilannya sehat dan persalinan nanti lancar.

  • Betul , baca juga article yang sama disini http://www.iklangede.com

  • Venancio Coelho

    saya seorang finalis di jurusan biologi. selama ini banyak sekali pasangan muda yang meminta kepada saya tentang cara untuk mendapatkan anak laki- laki atau perempuan. saya sendiri tidak yakin dengan penjelasan yang diberikan. tolong membantu saya untuk mencari solusinya?
    salam hangat

  • Mohon siapa yang bisa bantu sdr Venancio Coelho ??

  • pnya pnya anak prmpuan atw laki-laki sama aj…
    tergantung kesiapan psangan setelah dy lahir.
    kl bikin doank c gmpang, tapi ngedidikx yg ssah…

    tapi aq cma mw nyaranin aj….
    kl mw cpet pnya anak,,jgan tinggal barengan ma mertua atw ortu…

  • Tumbur Sihaloho

    Benar ngga semua teori itu bisa mendapatkan anak laki2?


Leave a Reply