Peringatan ulang tahun kota Surabaya ke 715 ditandai dengan konser musik besar yang menampilkan Letto, Yovie & Nuno, Maia dan Padi. Konser malam minggu 31 Mei 2008 di Taman Surya (alun-alun) Surabaya berlangsung meriah. Suara musik dan penyanyi, kilatan lampu dan cahaya serta semburan air menyatu silih berganti dan menyatu. Diseberangnya, didepan Balaikota, Salib yang bersinar dari puncak menara gereja GPIB Maranatha seolah menjaga konser.
Gegap gempita konser dengan lagu-lagu populer yang disambut antusias para penonton yang membludak. Seluruh kawasan Balaikota (alun-alun) Surabaya dipenuhi warga kota yang ingin menyaksikan penyanyi pujaan. Meski konser agak telat dari jadwal semula, tapi gebrakan pertama langsung tampil Letto dengan lagu-lagu andalannya. Penonton pun langsung ikut terhanyut menyanyikan lagu-lagu Letto. Untuk memuaskan penonton yang berjubel, layar besar di pasang di Jalan Sedap malam, Jalan Jakgung Suprapto dan di Jalan Yos Sudarso.
Selepas Letto, tampil kemudian Yovie & Nuno, kontan sejumlah gadis-gadis dan ibu-ibu menjerit-jerit menyambut penampilan penyanyi dan grup yang sedang menanjak tersebut. Susana malam itu semakin meriah, penonton begerak-gerak mengayunkan badan dan tangan seirama dengan lagu-lagu. Karena begitu membludaknya penonton di depan panggung, sebagian mulai membuka baju karena kegerahan. Petugas pemadam kebakaran lalu menyemprotkan air ketengah-tengah penonton untuk menurunkan temperatur dan mengurangi rasa gerah penonton.
Begitu Yovie & Nuno membawakan beberapa lagu, Maia, tampil dengan cukup lugas seolah menghipnotis para penonton. Lagu-lagu Ratu dan Maia mengisi ruang malam itu. Setelah Maia, lalu tampil Grup Padi. Penampilan Padi semakin meningkatkan histeria penonton. Grup yang memulai karir dari Surabaya itu seolah mampu mengharu biru penonton.
Klimaks acara malam itu diakhiri dengan parade kembang api selama hampir 15 menit. Suasana pusat kota Surabaya terang benderang dengan kilatan kembang api di angkasa. Penonton terpukau dan puas menyaksikan pertunjukan konser malam itu. Ditengah kilatan kembang api, dan nyaringnya suara Maia, salib di puncak menara gereja GPIB Maranatha bertengger menyinari kawasan sekitarnya, menjaga konser musik besar malam itu.
Dirgahayu kota Surabaya ke 715






3 Comments
3 June, 2008 at 3:42 pm
Untung saja konsernya tidak diadakan di Monas…
Selamat untuk Kota Surabaya yang bisa menjaga keamanan dan ketertiban konser itu. Horas, Lae.
27 June, 2008 at 9:59 am
Horas Lae,
salam kenal
28 June, 2008 at 10:13 pm
Salut , Cak !
Surabaya ternyata tertib.