Sejak beberapa tahun lalu, Surabaya gencar mempromosikan motto baru: Sparkling Surabaya. Motto ini dimaksudkan menjadi pemberi semangat untuk mempromosikan Surabaya terutama untuk bidang wisata. Seingat saya setelah Surabaya mepromosikan “Sparking Surabaya, Korea kemudian juga menggunakan kata yang sama, hanya saja posisinya dirubah; “Korea Sparkling“. Motto Surabaya ini terus menerus disosialisasikan dan dipromosikan, dengan tujuan agar semakin banyak orang yang datang ke Surabaya.
Untuk mendukung promosi Sparkling Surabaya, sebuah tarian diciptakan dengan judul yang sama yaitu Tari Sparkling Surabaya. Tari Sparkling Surabaya terinspirasi dari tari jawa yang dibawakan oleh kurang lebih 5-10 orang penari wanita. Lenggak lenggok tari sparkling Surabaya, sedemikian rupa menjadi tari selamat datang bagi para tamu-tamu yang datang ke Surabaya. Musik pengiringnya merupakan perpaduan musik tradisional Jawa, dipadukan dengan hentakan musik perkusi. Jadilah musiknya seperti musik campur sari moderen dengan unsur tradisional yang sangat kental.
Selain Tari Sparkling Surabaya, promosi yang dilakukan untuk mensosialisasikan Surabaya, cukup beragam. Melalui Surabaya Tourism Promotion Board (STPB), promosi Surabaya dilakukan secara berkala. Untuk melengkapi semua itu sejak dua tahun terakhir, Surabaya juga melaksanakan sebuah acara yang cukup ramai: Cross Culture Festival.
Surabaya Cross Culture Festival (SCCF) 2008, diitutup minggu malam 6 Juli 2008 di halaman Balaikota Surabaya. Acara malam itu berupa pagelaran budaya internasional dan nasional yang dikemas menjadi pertunjukan budaya. Dari manca negara, hadir peserta dari Brasil, Brunei, China, Korea, Malaysia, Thailand, sementara dari Indonesia, hadir peserta dari Aceh, Pacitan, Lamongan, Papua, Yogyakarta dan sejumlah daerah lainnya.
Tari Capoeira dari Brasil menyedot perhatian penonon malam itu, kurang lebih 25 orang penari secara bergantian menampilkan gerakan-gerakan capoieira yang sangat enerjik dan dinamis. Dari Indonesia, selain tarian Sparkling Surabaya, dipertontonkan juga tari Papua, Bali, Lamongan, dan tentu saja reog Ponorogo.
SCCF akan dijadikan agenda tahunan, sebagai upaya promosi Surabaya. supaya menjadi lebih bersinar dan benar-benar sparkling, dan you will love every corner of it.






2 Comments
14 August, 2008 at 4:40 pm
selamat sore, saya devi ingin bertanya, apakah sparkling surabaya hingga kini masih menjadi jargon surabaya atau tidak,bagaimana dengan tarian sparklin gt surabaya,apakah tujuan tarian tersebut hendak dijadikan tarian identitas surabaya atau hanya menjadi tari hiburan semata.terima kasih sebelumnya.
15 August, 2008 at 11:40 am
Sparkling Surabaya dijadikan alat untuk mempromosikan Surabaya, terutama dalam bidang pariwisata. Promosi itu akan dilakukan terus, saya kira, Sarkling Surabaya juga akan digunakan terus.
Sebagai suatu karya seni, tarian Sparkling Surabaya, akan terus dijadikan media promosi. Waktu yang akan menentukan , apakah tarian itu nantinya dinilai sebagai tarian khas Surabaya atau tidak. Bagi saya tarian itu sangat indah dan menggelorakan semangat.