<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Peluru tajam merobek jantung ibu dan anak, Sumiarsih dan Sugeng.</title>
	<atom:link href="http://togarsilaban.wordpress.com/2008/07/19/peluru-tajam-merobek-jantung-ibu-dan-anak-sumiarsih-dan-sugeng/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://togarsilaban.wordpress.com/2008/07/19/peluru-tajam-merobek-jantung-ibu-dan-anak-sumiarsih-dan-sugeng/</link>
	<description>Personal Blog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Nov 2009 05:37:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: giman</title>
		<link>http://togarsilaban.wordpress.com/2008/07/19/peluru-tajam-merobek-jantung-ibu-dan-anak-sumiarsih-dan-sugeng/#comment-291</link>
		<dc:creator>giman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 05:50:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://togarsilaban.wordpress.com/?p=152#comment-291</guid>
		<description>Hukuman mati sebenarnya juga berlaku kepada orang yang korupsi,sebenarnya kalo ditelusuri berapa korban rakyat yang menderita bahkan mungkin mati kelaparan

buat undang-undangnya.contoh:

1.koropsi 50juta&gt;1miliar hukumannya seumur hidup

2.koropsi 1miliar&gt;trilyun nan rupiah hukumanya Mati</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hukuman mati sebenarnya juga berlaku kepada orang yang korupsi,sebenarnya kalo ditelusuri berapa korban rakyat yang menderita bahkan mungkin mati kelaparan</p>
<p>buat undang-undangnya.contoh:</p>
<p>1.koropsi 50juta&gt;1miliar hukumannya seumur hidup</p>
<p>2.koropsi 1miliar&gt;trilyun nan rupiah hukumanya Mati</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: togarsilaban</title>
		<link>http://togarsilaban.wordpress.com/2008/07/19/peluru-tajam-merobek-jantung-ibu-dan-anak-sumiarsih-dan-sugeng/#comment-239</link>
		<dc:creator>togarsilaban</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 08:23:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://togarsilaban.wordpress.com/?p=152#comment-239</guid>
		<description>Sumiarsih beruntung, masih sempat bertobat sebelum dieksekusi mati. Kalau diikuti pemberitaan di media, dengan pertobatan itu, dia sudah siap mental dihukum mati. 

Pembeberan di &quot;Mami Rose&quot;  dibuat setelah Sumiarsih bertobat. Dia sudah tidak punya kepentingan membela diri, tidak ada keperluan menyalahkan orang lain. Karena hukuman matinya sudah jelas. Untuk apa lagi dia ngarang cerita. Setelah dia bertobat, lihatlah kehidupannya di penjara. Itu suatu kesaksian.

Hakim Agung Yang Maha Adil yang menentukan, siapa salah dan siapa yang benar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sumiarsih beruntung, masih sempat bertobat sebelum dieksekusi mati. Kalau diikuti pemberitaan di media, dengan pertobatan itu, dia sudah siap mental dihukum mati. </p>
<p>Pembeberan di &#8220;Mami Rose&#8221;  dibuat setelah Sumiarsih bertobat. Dia sudah tidak punya kepentingan membela diri, tidak ada keperluan menyalahkan orang lain. Karena hukuman matinya sudah jelas. Untuk apa lagi dia ngarang cerita. Setelah dia bertobat, lihatlah kehidupannya di penjara. Itu suatu kesaksian.</p>
<p>Hakim Agung Yang Maha Adil yang menentukan, siapa salah dan siapa yang benar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Oma</title>
		<link>http://togarsilaban.wordpress.com/2008/07/19/peluru-tajam-merobek-jantung-ibu-dan-anak-sumiarsih-dan-sugeng/#comment-238</link>
		<dc:creator>Oma</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 06:34:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://togarsilaban.wordpress.com/?p=152#comment-238</guid>
		<description>saya sudah baca buku &#039;Mami Rose&#039; hampir sama dengan kisah yang ditulis di Jawa Pos. Namun, lebih detail dan ada tamabahan foto-foto. 

hm, memang tidak ada yang tahu mana yang benar, mana yang salah. tapi, yang saya yakini, sumiarsih sudah bertobat dan biarkan Hakim Agung yang Maha Kuasa yang menentukan dan mengadili selanjutnya :)

Salam kenal, aniwe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sudah baca buku &#8216;Mami Rose&#8217; hampir sama dengan kisah yang ditulis di Jawa Pos. Namun, lebih detail dan ada tamabahan foto-foto. </p>
<p>hm, memang tidak ada yang tahu mana yang benar, mana yang salah. tapi, yang saya yakini, sumiarsih sudah bertobat dan biarkan Hakim Agung yang Maha Kuasa yang menentukan dan mengadili selanjutnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam kenal, aniwe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Partopitao</title>
		<link>http://togarsilaban.wordpress.com/2008/07/19/peluru-tajam-merobek-jantung-ibu-dan-anak-sumiarsih-dan-sugeng/#comment-234</link>
		<dc:creator>Partopitao</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 15:00:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://togarsilaban.wordpress.com/?p=152#comment-234</guid>
		<description>Bukunya sudah terbit. Cuma saya belum baca. Kalau tidak salah baru Kamis kemarin dirilis ke pasar. Resensinya sudah muncul di Jawa Pos hari Minggu. 

Cerita lengkap background Sumiarsih ada di buku yang berjudul Mami Rose. Katanya sudah ada di toko buku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bukunya sudah terbit. Cuma saya belum baca. Kalau tidak salah baru Kamis kemarin dirilis ke pasar. Resensinya sudah muncul di Jawa Pos hari Minggu. </p>
<p>Cerita lengkap background Sumiarsih ada di buku yang berjudul Mami Rose. Katanya sudah ada di toko buku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Londoner</title>
		<link>http://togarsilaban.wordpress.com/2008/07/19/peluru-tajam-merobek-jantung-ibu-dan-anak-sumiarsih-dan-sugeng/#comment-233</link>
		<dc:creator>Londoner</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 14:49:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://togarsilaban.wordpress.com/?p=152#comment-233</guid>
		<description>bang Togar Silaban, certia (pemerasan) itu kan belum bisa diyakini kebenarannya, kalau dipersidangan orang boleh katakan apa saja, apalagi diluar persidangan kepada sejumlah media massa misalnya. Karena yang di anggap pengakuan yang ada dalam sidang saja. Diluar persidangan oleh boleh ngomong apa saja sesuka hati.

Pada akhirnya yang menentukan benar atau salah adalah majelis Hakim. Kalau ada hal semacam (pemerasan) itu kenapa pada saat itu tak dilaporkan ke polisi atau POM AL misalnya? Masih banyak cara lain, masih banyak kemungkinan lain. Toh kalau takut melaporkan perbuatan sang Letkol karena memeras pasti ada yang salah terhadap pelaku, lah kalau salah ya tanggung resiko dong.

Wong ternyata sang Letkol juga di duga PKI kok!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bang Togar Silaban, certia (pemerasan) itu kan belum bisa diyakini kebenarannya, kalau dipersidangan orang boleh katakan apa saja, apalagi diluar persidangan kepada sejumlah media massa misalnya. Karena yang di anggap pengakuan yang ada dalam sidang saja. Diluar persidangan oleh boleh ngomong apa saja sesuka hati.</p>
<p>Pada akhirnya yang menentukan benar atau salah adalah majelis Hakim. Kalau ada hal semacam (pemerasan) itu kenapa pada saat itu tak dilaporkan ke polisi atau POM AL misalnya? Masih banyak cara lain, masih banyak kemungkinan lain. Toh kalau takut melaporkan perbuatan sang Letkol karena memeras pasti ada yang salah terhadap pelaku, lah kalau salah ya tanggung resiko dong.</p>
<p>Wong ternyata sang Letkol juga di duga PKI kok!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: togarsilaban</title>
		<link>http://togarsilaban.wordpress.com/2008/07/19/peluru-tajam-merobek-jantung-ibu-dan-anak-sumiarsih-dan-sugeng/#comment-231</link>
		<dc:creator>togarsilaban</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 01:59:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://togarsilaban.wordpress.com/?p=152#comment-231</guid>
		<description>Saya pikir suatu kejadian memang ada &quot;sebab akibat&quot;. Kalau sampai Sumiarsih, memutuskan akan membunuh letkol Purwanto, tentu  ada suatu alasan, mengingat membunuh tentara berpangkat letkol bukanlah hal yang mudah.
 
Kejadiannya memang sudah 20 tahun lalu, kalau memperhatikan beberapa tulisan di berbagai media, Sumiarsih cs nekat merencanakan pembunuhan itu karena sudah tidak tahan, akan kewajiban &quot;setor&quot; sebesar lebih dari 20 juta per bulan. Angka itu malah meningkat terus karena ditambah &quot;bunga&quot;. Konon yang membuat Sumiarsih tambah stres adalah karena Purwanto minta &quot;bonus&quot; untuk &quot;mencicipi&quot; anak kandung Sumiarsih, yaitu Mei Wati. 

Meski Sumiarsih seorang germo PSK, tapi kalau diminta untuk memberikan anak kandung sendiri, tentu menjadi beban mental yang luar biasa. Bagaimana caranya membebaskan diri dari tekanan mental seperti itu.  

Buku kisah Sumiarsih akan segera terbit, konon cerita lengkap tentang kehidupannya dan bisnis esek-eseknya akan dibeber di buku itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pikir suatu kejadian memang ada &#8220;sebab akibat&#8221;. Kalau sampai Sumiarsih, memutuskan akan membunuh letkol Purwanto, tentu  ada suatu alasan, mengingat membunuh tentara berpangkat letkol bukanlah hal yang mudah.</p>
<p>Kejadiannya memang sudah 20 tahun lalu, kalau memperhatikan beberapa tulisan di berbagai media, Sumiarsih cs nekat merencanakan pembunuhan itu karena sudah tidak tahan, akan kewajiban &#8220;setor&#8221; sebesar lebih dari 20 juta per bulan. Angka itu malah meningkat terus karena ditambah &#8220;bunga&#8221;. Konon yang membuat Sumiarsih tambah stres adalah karena Purwanto minta &#8220;bonus&#8221; untuk &#8220;mencicipi&#8221; anak kandung Sumiarsih, yaitu Mei Wati. </p>
<p>Meski Sumiarsih seorang germo PSK, tapi kalau diminta untuk memberikan anak kandung sendiri, tentu menjadi beban mental yang luar biasa. Bagaimana caranya membebaskan diri dari tekanan mental seperti itu.  </p>
<p>Buku kisah Sumiarsih akan segera terbit, konon cerita lengkap tentang kehidupannya dan bisnis esek-eseknya akan dibeber di buku itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sugeng</title>
		<link>http://togarsilaban.wordpress.com/2008/07/19/peluru-tajam-merobek-jantung-ibu-dan-anak-sumiarsih-dan-sugeng/#comment-227</link>
		<dc:creator>sugeng</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 15:14:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://togarsilaban.wordpress.com/?p=152#comment-227</guid>
		<description>meringkas ulasan tentang  &quot;kisah hidup &#039;mami Rose&#039; Sumiarsih menuju eksekusi mati (harian jawa Pos edisi 19-23 Juli 2008), kita dapat mengerti bagaimana kisah yang melatarbelakangi hancurnya dua keluarga (keluarga Ibu Sumiarsih dan pak purwanto). dapat dipahami juga bahwa pembunuhan berencana yang dilakukan keluarga sumiarsih adalah sebuah bentuk mempertahankan diri dari sebuah tekanan yang semena-mena dan tidak semestinya. dapat dipahami pula bagaimana Serda Adi Saputro (menantu Ibu sumiarsih yang juga anggota POLRI) terlibat dalam pelaksanaan pembunuhan, juga sebuah bentuk mempertahankan keutuhan keluarga dari sebuah gangguan. dapat pula dipahami bagaimana kegigihan Wati (Putri kandung &#039;Mbah Sih&#039;) memperjuangkan ibunya untuk  bebas dari regu tembak. Mungkin  dalam benak pemikirannya, pembunuhan dilakukan ibunya adalah untuk menjaga keamanan seorang anak dari gangguan orang lain.
yang pasti, dua keluarga telah hancur, binasa, porak-poranda hanya karena kita hidup hanya untuk memenuhi nafsu dunia. menghalalkan cara untuk mencapai keinginan. memperlakukan kekuatan, kekuasaan, keahlian, dan kelebihan dengan tidak semestinya.    kekuatan yang semestinya digunakan untuk melindungi digunakan untuk menakuti dan mengancam, kelebihan diri digunakan hanya untuk memenuhi nafsu pribadi. 
karma telah membawa mereka pada kematian tidak sewajarnya. sedikit yang dapat diambil hikmah &#039;hiduplah dengan sewajarnya&#039;......................</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>meringkas ulasan tentang  &#8220;kisah hidup &#8216;mami Rose&#8217; Sumiarsih menuju eksekusi mati (harian jawa Pos edisi 19-23 Juli 2008), kita dapat mengerti bagaimana kisah yang melatarbelakangi hancurnya dua keluarga (keluarga Ibu Sumiarsih dan pak purwanto). dapat dipahami juga bahwa pembunuhan berencana yang dilakukan keluarga sumiarsih adalah sebuah bentuk mempertahankan diri dari sebuah tekanan yang semena-mena dan tidak semestinya. dapat dipahami pula bagaimana Serda Adi Saputro (menantu Ibu sumiarsih yang juga anggota POLRI) terlibat dalam pelaksanaan pembunuhan, juga sebuah bentuk mempertahankan keutuhan keluarga dari sebuah gangguan. dapat pula dipahami bagaimana kegigihan Wati (Putri kandung &#8216;Mbah Sih&#8217;) memperjuangkan ibunya untuk  bebas dari regu tembak. Mungkin  dalam benak pemikirannya, pembunuhan dilakukan ibunya adalah untuk menjaga keamanan seorang anak dari gangguan orang lain.<br />
yang pasti, dua keluarga telah hancur, binasa, porak-poranda hanya karena kita hidup hanya untuk memenuhi nafsu dunia. menghalalkan cara untuk mencapai keinginan. memperlakukan kekuatan, kekuasaan, keahlian, dan kelebihan dengan tidak semestinya.    kekuatan yang semestinya digunakan untuk melindungi digunakan untuk menakuti dan mengancam, kelebihan diri digunakan hanya untuk memenuhi nafsu pribadi.<br />
karma telah membawa mereka pada kematian tidak sewajarnya. sedikit yang dapat diambil hikmah &#8216;hiduplah dengan sewajarnya&#8217;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bangdoel</title>
		<link>http://togarsilaban.wordpress.com/2008/07/19/peluru-tajam-merobek-jantung-ibu-dan-anak-sumiarsih-dan-sugeng/#comment-226</link>
		<dc:creator>bangdoel</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 06:42:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://togarsilaban.wordpress.com/?p=152#comment-226</guid>
		<description>yang mroses masuk neraka yang di hukum masuk surga , yang jadi korban pembunuhan juga masuk surga, amien</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang mroses masuk neraka yang di hukum masuk surga , yang jadi korban pembunuhan juga masuk surga, amien</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita</title>
		<link>http://togarsilaban.wordpress.com/2008/07/19/peluru-tajam-merobek-jantung-ibu-dan-anak-sumiarsih-dan-sugeng/#comment-224</link>
		<dc:creator>Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 08:03:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://togarsilaban.wordpress.com/?p=152#comment-224</guid>
		<description>berhentilah membunuh.

kekerasan cuma berhenti jika dibalas dengan cinta.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>berhentilah membunuh.</p>
<p>kekerasan cuma berhenti jika dibalas dengan cinta.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: syahrizalpulungan</title>
		<link>http://togarsilaban.wordpress.com/2008/07/19/peluru-tajam-merobek-jantung-ibu-dan-anak-sumiarsih-dan-sugeng/#comment-220</link>
		<dc:creator>syahrizalpulungan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 13:48:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://togarsilaban.wordpress.com/?p=152#comment-220</guid>
		<description>Mudah mudahan ini menjadi pelajaran bagi orang yang berniat ingin membunuh orang lain tanpa adanya pemikiran ulang sebab dan akibatnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mudah mudahan ini menjadi pelajaran bagi orang yang berniat ingin membunuh orang lain tanpa adanya pemikiran ulang sebab dan akibatnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
