Debat kandidat walikota Bogor live on TV

Posted on Updated on

Lima pasang kandidat walikota Bogor, Selasa malam 21 Oktober 2008, melakukan debat kandidat di salah satu stasiun TV. Masing-masing pasangan hadir lengkap, kandidat walikota dan kandidat wakil walikota, kecuali kandidat nomor 2, paranormal, Ki Gendeng Pamungkas tampil sendiri, tanpa didampingi kandidat wakilnya. Debat dipandu oleh seorang presenter, dan kemudian ada tiga orang panelis yang mengajukan pertanyaan kepada masing-masing pasangan. Waktu yang teramat singkat, membuat para kandidat sulit memberikan gambaran program yang akan ditawarkan kepada warga kota Bogor. Para kandidat bertarung dalam Pilkada Bogor 25 Oktober 2008.

Format debat kandidat calon walikota Bogor, memang sangat berbeda format dan isinya dengan debat kandidat antara Barack Obama dan John McCain di Amerika. Setiap kandidat diberi kesempatan selama 90 detik untuk menjelaskan misinya. Kemudian tiga orang panelis mengajukan pertanyaan kepada pasangan yang baru saja menjelaskan misinya. Setelah itu empat pasangan kandidat lain, juga diberi kesempatan untuk mengomentari dan bertanya kepada calon kandidat.

Dari cara memaparkan, cara menjawab pertanyaan panelis maupun menjawab pertanyaan kandidat lain, terkesan bahwa pada umumnya kandidat tidak menguasai permasalahan yang dijadikan topik debat. Padahal pertanyaan yang diajukan adalah berdasarkan misi yang disampaikan oleh para kandidat itu sendiri. Apalagi ketika panelis bertanya tentang bagaimana cara untuk mencapai misi yang dicanangkan, terkesan kandidat malah bingung untuk menjelaskan. Pada umumnya berbicara secara umum, dan terkesan, tidak memahami persoalan perkotaan yang sesungguhnya.

Yang lebih menarik adalah pemaparan Ki Gendeng Pamungkas (KGP), yang mengajukan program untuk menata transportasi dan menata PKL sebagai program unggulan. Ketika panelis (P) bertanya “Bagaimana menata transportasi?”.
KGP: “Saya akan kordinasi dengan polisi supaya semua angkot ditilang”.
P: “Apa cukup dengan kordinasi polisi untuk menata transportasi?”.
KGP: “Karena selama ini polisi tidak tegas menindak pelanggar lalu lintas”.
P: “Kenapa program anda cuma penataan transportasi dan penataan PKL?”.
KGP: “Dari pada janji banyak-banyak, tapi tidak bisa ditepati, mending kasi janji yang bisa ditepati”.

Pada umumnya para kandidat agak kesulitan dalam berdebat, bahkan mantan Sekda Bogor, Dody Rosadi dan incumbent Walikota Bogor, Diani Budiarto, terkesan grogi menghadapi debat. Mantan Sekda, malah terkesan memberi jawaban “melenceng” ketika menjawab pertanyaan panelis. Padahal pertanyaannya adalah sekitar apa yang dilakukan oleh seorang Sekda.

Penjelasan dan jawaban yang diberikan oleh semua kandidat terkesan asal jawab, tidak sistematis dan tidak terstruktur. Nampaknya format kampanye dalam bentuk DEBAT KANDIDAT belum dikuasai oleh para kandidat. Para kandidat kepala daerah, memang perlu mempelajari teknik debat kandidat yang disiarkan “live” oleh stasiun TV. Debat seperti ini memang membutuhkan ketrampilan khusus.

Lihat juga : “Kalau Paranormal menjadi Walikota

About these ads

2 thoughts on “Debat kandidat walikota Bogor live on TV

    namakuananda said:
    23/10/2008 at 03:19

    Jadi…. pilih siapa pak?

    togarsilaban responded:
    23/10/2008 at 07:54

    Saya tidak akan milih Pak Diani Budiarto, meski saya mengenal dan beberapa kali bincang-bincang dengan beliau.
    Karena saya tidak perlu pilih kandidat walikota Bogor. Saya bukan warga Bogor…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s