BREAKING wawancara eksklusif TV One dengan Sintong Panjaitan

2009 Maret 9

TV One berperilaku aneh. Ditengah wawancara ekslusif dengan Letjen (Purn) Sintong Panjaitan pada “Kabar Petang” TV One, tiba-tiba wawancara di”BREAK” tanpa penjelasan apapun. Bahkan kedua “anchor”, Muhammad Rizky dan Rahma Sarita, tidak mengatakan kalimat penutup apapun pada wawancara tersebut. Yang ada,ditengah penjelasan yang mulai mendetail dari Sintong Panjaitan, tiba-tiba anchor memotong wawancara dengan sejumlah iklan. Setelah itu, tak ada lagi penjelasan apapun tentang wawancara eksklusif itu, TV One beralih pada berita-berita lainnya.

TV One, sebagai stasiun televisi mencoba membuat wawancara eksklusif. TV One menghadirkan narasumber Letjen (Purn) Sintong Panjaitan, yang berencana menerbitkan buku pada 11 Maret 2009. Isi buku itu nampaknya mengungkap sebagian dari perjalanan “karir” Sintong Panjaitan, terutama pada saat-saat penting di Indonesia dimana Sintong Panjaitan ikut berperan menjadi bagian sejarah Indonesia.

Kedua anchor TV One, Muhammad Rizky dan Rahma Sarita berusaha “memancing” Sintong untuk menceritakan peristiwa-peristiwa penting yang dialaminya dalam terutama kasus “pencopotan” Sintong sebagai Pangdam Udayana karena kasus “Santa Cruz”, Dilli tahun 1991. Namun Sintong, tidak mau menjawab dengan langsung. Kedua anchor juga menanyakan peristiwa “pertemuan” antara Presiden Habibie dengan Letjen Prabowo di Istana pada tahun 1998. Sintong Panjaitan juga tidak mau menjelaskan kejadian itu, kecuali mengatakan bahwa penjelasan tersebut ada dalam buku “memoar‘ Sintong Panjaitan.

Sebagaimana diketahui, semasa menjalani karir militernya, Sintong Panjaitan, adalah “Rising Star”, sampai ia menjabat Pangdam Udayana dengan pangkat Mayor Jenderal, pada usia yang relatif masih muda. Wilayah kerja Kodam Udayana pada waktu itu, termasuk Timor Timur. Karir militer Sintong dimulai secara gemilang sejak di akademi militer, lulus dengan predikat terbaik, karirnya memang termasuk ecellent. Salah satu prestasi
gemilang Sintong Panjaitan adalah ketika ia sukses memimpin operasi pembebasan pembajakan pesawat Garuda, Woyla di bandara Don Muang, Bangkok.

Masih banyak prestasi cemerlang Sintong Panjaitan lainnya selama ia menjadi militer. Ketika ia menjadi Pangdam, banyak pihak yang sudah memperkirakan bahwa suatu saat Sintong panjaitan akan menjadi pimpinan TNI.

Akan tetapi ketika menjabat Pangdam Udayana itulah Sintong Panjaitan “digergaji” dengan peristiwa Santa Cruz Dilli, Timor Timur, tahun 1991. Pada peristiwa Santa Cruz, terjadi penembakan terhadap pendemo di Dilli pada waktu itu. Pada waktu itu ada suatu “kesatuan tak dikenal” yang membuat onar dan menembaki orang yang sedang demo. “Pasukan tak dikenal” itu diluar kendali Kodam Udayana, dan nampaknya “pasukan tak dikenal” itulah yang telah di setting untuk menjebak Kodam Udayana, dimana Sintong Panjaitan menjadi Panglima. Akibat dari kejadian Santa Cruz, sebagai Panglima, Sintong langsung dicopot, dan dianggap bertanggung jawab atas insiden Santa Cruz. Setelah pencopotan jabatan Pandam, kemudian karir militer Sintong Panjaitan pun tamat.

Sebagaimana penuturan Sintong Panjaitan pada wawancara di TV One, ketika acara pencopotannya, hampir semua petinggi TNI hadir. Kehadiran petinggi TNI itu menurut Sintong, merupakan apresiasi terhadap dirinya, mereka ikut bersimpati dan prihatin atas kejadian yang menimpa Sintong Panjaitan. Orang yang juga bersimpati pada Sintong Panjaitan, adalah Gubernur Timtim pada waktu itu Carascalao dan Uskup Belo, kedua orang tersebut sampai datang menemui Sintong di Denpasar untuk menyampaikan “penghargaan khusus”, atas jasanya selama menjabat Pangdam dengan wilayah Timtim.

Sebagai “penempatan dan pengendalian”, Sintong Panjaitan “ditugaskan” sebagai asisten BJ Habibie ketika Habibie menjadi Menteri. Sewaktu Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden, Sintong Panjaitan pun, masih dipercaya sebagai asisten. Ketika Soeharto lengser dan menaikkan Habibie menjadi Presiden, pada masa-masa itupun Sintong Panjaitan masih mendampingi Habibie. Pada peristiwa Letjen Prabowo Subianto, yang kala itu baru saja “dipecat” sebagai Pangkostrad, oleh Presiden Habibie, Sintonglah orang yang sangat mengetahui kejadian disekitar kegiatan Habibie.

Termasuk ketika Prabowo “menghadap” habibie, kala itulah Sintong panjaitan, memaksa Prabowo untuk meninggalkan senjatanya sebelum bertemu Habibie. Sebagaimana diketahui, banyak rumor berseliweran di sekitar istana, terkait peristiwa bulan Mei 1998.

Setelah berkali-kali Rahma Sarita dan Muhammad Rizky, anchor TV One, memancing Sintong Panjaitan untuk menceritakan kejadian sekitar bulan Mei 1998 di istana, Sintong akhirnya mulai menjelaskan rangkaian kejadian pada waktu itu. Tapi tiba-tiba Muhammad Rizky “memotong” (mem-”BREAK“) penjelasan Sintong Panjaitan dengan iklan. Setelah beberapa iklan, tak ada lagi kalimat dari kedua anchor TV One yang menjelaskan wawancara, bahkan “kalimat penutup” tentang wawancara dengan Sintong Panjaitan, tidak ada. Padahal penjelasan Sintong sedang “dipuncak klimaks“. Sampai TV One mengakiri acara berita “Kabar Petang” berakhir jam 19.00, tak ada penjelasan apapun tentang “breaking” wawancara itu.

Ada apa dengan TV One, mengapa wawancara ekslklusif dengan Sintong Panjaitan tiba-tiba dihentikan tanpa penjelasan. Karena pada saat itu Sintong tampaknya akan mengungkap fakta-fakta penting yang bisa membuat beberapa pihak akan “kelabakan“. Penjelasan Sintong mungkin bisa dianggap membahayakan kepentingan pihak tertentu. Apakah ada pihak-pihak yang tiba-tiba “memaksa” TV One menghentikan acara itu. Hanya TV One yang bisa menjawabnya.

Akan tetapi apapun yang menyebabkan TV One menghentikan wawancara itu secara mendadak dan tanpa penjelasan, nampaknya “kebebasan” media belum bisa didapatkan. TV One tentu dapat menjelaskan hal itu secara terbuka, agar publik tidak bertanya-tanya. Sedemikian berbahayakan penjelasan Sintong Panjaitan, sehingga harus dipotong ??. Padahal Sintong menjelaskan itu adalah karena pertanyaan kedua anchor Rahma Sarita dan Muhammad Rizky dari TV One.

48 Tanggapan leave one →
  1. 2009 Maret 9
    kelenger permalink

    Iya tadi nonton juga, aneh. Btw mudah-mudahan bukunnya nggak menghilang tiba-tiba juga, mesti cepet beli nih

  2. 2009 Maret 10
    Shiro Tatsuya permalink

    memang tadi terlihat jelas semua fakta yg akan diungkapkan tiba2 “break” lalu kemudian tidak disambung lagi sampai acara selesai…
    Mudah2an dari buku yg segera akan terbit masyarakat akan tau sedikit banyak mengenai “rahasia politik” di negara kita ini…
    Saya berharap buku yg akan terbit nanti tidak akan di “cekal” dan dapat dibaca oleh masyarakat indonesia…

  3. 2009 Maret 10
    tvonesuck permalink

    Paraaaahhh..kapan kebebasan media bs diterapkan?jika tuk hal sepihak saja “takut”dgn oknum yg memaksa acara hrs di”break”?tadi ungkapan besar yg hrs diketahui publik, jika harus di cut,..namanya bkn wawancara exclusive, tp wawancara “TV one Sucks”..

  4. 2009 Maret 10
    gesit permalink

    wah gerindra hancur nih,,, prabowo dah gag bisa politik lagi dah jelek namanya,,,

  5. 2009 Maret 10

    Dari semua yg saya dengar ttg sintong panjaitan, saya bisa menebak, bagaimana beliau dijebak dengan cara yg sangat sistematis. tp masyarakat sekarang sudah pintar, bukan lg seperti masyarakat yg dibodohi seperti saat kluarga cendana beserta kroni2nya memimpin negeri ini.
    ada satu iklan yg saya bingungkan yg mengatakan demikian” 10 thn terahir, pendidikan di negara ini ditelantarkan”
    emang zaman dulu berapa org yg kuliah dari desa? hampir tidak ada, bandingkan dengan sekarang. Tanpa kita sadari sekarang perkembangan pendidikan di indonesia sdh berkembang sangat pesat. bahkan kuliah sampai ke luar negeri.
    “NgerigakKKKK” No.urut brp ya?

  6. 2009 Maret 10
    bego' permalink

    ya jelaslah, diperkirakan ada campur tangan “asing” dalam break iklan tsb, kalaupun tidak, TVOne telah keliru meng-”cut” klimaks dari wawancara tsb. Padahal, yang membujuk Pak Sintong untuk menceritakan sedikit peristiwa itu adalah si-anchor-nya.. Kita perlu terus memantau perkembangan Pak Sintong dan bukunya, pasti akan ada counter dari pihak2 yang merasa di “sentil”.. (Sudah cape2 membangun citra, eh ada si Sintong nih sebagai pengganjal..) Pertanyaannya, mungkin juga ada muatan politisnya, “kenapa baru sekarang buku itu diterbitkan..?” Terlepas dari itu, Maju terus Pak Sintong, ungkapkan fakta dan kebenaran…

  7. 2009 Maret 10
    Si Ntonk permalink

    Mmmhh, jenderal legendaris.

  8. 2009 Maret 10
    NKRI permalink

    Mohon informasi launching buku Letjen Sintong Panjaitan dimana dan nama penerbitnya.

    Terima kasih

  9. 2009 Maret 10

    Saya juga nonton acara tsb, dan sedih juga.. mohon izin utk copy paste ke forum tetangga… biar bangsa kita tahu dan gak dibodohin sama birokrat. tq

  10. 2009 Maret 10
    go sintong permalink

    betul tersa juga keanehan pada saat Rahma mau menanyakan pada sesi yang membahas peritiwa woyla:
    ” Mengapa para penumpang dan krew setelah kejadian pembebasan dari pembajak tidak ada yang mau di wawancarai media” tiba2 rekan rahma motong dengan pertanyaan lain yang kesannya dipaksakan…

    padahal pertanyaan Rahma sarita adalah fakta sejarah yang belum terungkap sebab seperti yang saya tahu dari secret operation nya Metro tv hal ini juga belum terungkap…

  11. 2009 Maret 10
    roy permalink

    Tapi pak sintong sebelumnya sempet ngomong kalo 2 orang dilumpuhkan di pesawat sisanya dilumpuhkan setelah sampai dibawah, insiden santa cruz menurut cerita untuk mengusur sintong sebagai calon kepala staff karena dianggap orangnya Beni Moedaniyang merupakan ancaman bagi soeharta

  12. 2009 Maret 10
    benar permalink

    seribu kebenaran akan musnah oleh segenggam kekuasaan. tapi kebenaran akan abadi

  13. 2009 Maret 10
    generaalprocedure permalink

    iya,,,aneh banget…belum ada tuh yang namanya kebebasan informasi publik…

    apa masih dalam kekuasaan orde tertentu sehingga ga bisa dibuka secara bebas?

    satu hal yang menarik lagi,,Zein (kalau ga salah) langsung mengomentari kesaksian Sintong Panjaitan kemarin,,

    padahal bukunya aja belum keluar secara resmi,,,waduh2,ada apa ya?

    koq itu jenderal yang lain langsung komentarin keterangan Sintong? Katanya,,prabowo juga langsung minta maaf karena menghambat karier Sintong…hmmm….

    sekarang lagi nunggu tanyangan Tv One lagi yang jam 12,,katanya akan mengulas lagi tentang tindak lanjut kasus ini,,,

    yaaa….semoga saja bukunya keluar dan tidak disabotase oleh pihak2 tertentu yang ga mau kasus ini kembali diekspose….

    untuk Indonesia yang lebih baik…

  14. 2009 Maret 11

    Waktu nonton khan arah cerita dari penjelasan Pak Sintong bisa ditebak kalo Operasi Woyla Garuda DC9 di Bangkok itu sebenarnya hanya operasi rekaan dari LB Moerdani. Coba ditunggu launching bukunya Pak Sintong apakah jadi launching ato dicekal atau malah ada pihak² yang mengancamnya karena notabene salah satunya yang akan dimuat adalah menjalaskan tentang Letjen(Purn) P yang sekarang ikut nyapres

  15. 2009 Maret 11
    kwok permalink

    kalo di dunia kang-ow dulu jaman pendekar Bu pun su atw kwee ceng,sin tong itu artinya anak ajaib semoga bukunya membuka bobroknya prabowo&syafrie yang tangannya berlumuran darah saudara kita org tionghoa

  16. 2009 Maret 11
    xleng permalink

    sintong adalah salah satu idola saya ,

  17. 2009 Maret 11
    Bang Ganteng permalink

    Bravo Mr. Sintong….!!!!
    Siapa yang nge “break” ya ???????

  18. 2009 Maret 11
    Hans B. P. permalink

    Sungguh ironis dialog TV One terjadi “break” pada saat prime topic yang menimbulkan distorsi bagi pemirsa dan apapun dalihnya sudah kadung ditayangkan. Saya ucapkan agar Pak Sintong akan konsisten pinjam istilahnya “meluruskan” hal-hal yang masih misteri demi bangsa dan negara khususnya generasi penerus. McArthur khan sudah bilang: Old soldier never die, just fade away. Dimana beli bukunya? Khan release hari ini.

  19. 2009 Maret 11
    Gunawan permalink

    Coba beli di Gramedia, bukunya diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas

  20. 2009 Maret 11

    horas, bang togar.
    blog abang keren bah. makasih udah datang ke blog sederhana marshmallow, ya?

    mungkin memang ada unsur-unsur paksaan yang memutus siaran itu saat rahasia hampir terungkap, bang. kayaknya musti segera beli bukunya sebelum ada yang memutus rantai pemasarannya lagi.

  21. 2009 Maret 11
    kurnia permalink

    sampai kapanpun presiden dan wapres disini akan selalu di jabat oleh mereka yang muslim dan RI I selalu dari satu suku saja,mk walau dia jendral sekelas LB Murdani, M Panggabean,cukup smp level mentri saja, mk gosip mrk ingin jadi capres bkn Prabowo dan kroninya kebakaran jenggot,itulah salah satu sebabnya kenapa Monas diatasnya ditaruh “mas” sebab kalau opung Panggabean yang jadi RI I diatasnya pasti ditaruh ” tulang “

  22. 2009 Maret 11
    el borne permalink

    @kurnia ; saya juga pengagum pak Sintong P. tapi ga perlu bawa2 agama, di daerah saya kalteng pemimpinnya nasrani walapun mayoritas penduduknya muslim, cuma di Indonesia non muslim bisa jadi pemimpin yang mayoritas, negara barat yang katanya demokrasi lebih baik, jarang sekali ada pemimpinnya dari minoritas khususnya karena agamanya. selagi sistem pemilihan pemimpin kita dengan demokrasi (suara terbanyak) harap maklum aja yang minoritas, kecuali sistemnya diganti. buat saya pribadi siapun anak bangsa ini; agamanya & sukunya, kalau memang terbaik dan layak ya silahkan saja. tinggal ikut aturan mainnya saja. tidak ada maksud untuk mengangkat masalah agama dalam forum ini, cuma untuk mengingatkan kita semua, mari bersatu memberikan terbaik buat bangsa ini; pak Sintong. P salah satu contohnya

  23. 2009 Maret 12
    wibi4linux permalink

    Bukti kalau TV One Tidak Independen

  24. 2009 Maret 12

    Halo..

    Jenderal ini merupakan obsesi saya sejak SMP dulu..
    Pingin banget bertemu dengan beliau..

    bagi yang mengetahui di mana beli bukunya, tolong email japri ke aku: hans.panjaitan@gmail.com

    terimakasih ya..

  25. 2009 Maret 12

    Tadi malam saya cari di Gunung Agung BSD, tidak ada. Gramedia di sekitaran Serpong gak ada, terpaksa tunggu sampai Sabtu ini cari bukunya di Gramedia.

  26. 2009 Maret 12
    kurnia permalink

    Pa elborne bkn msl agamanya atau sukunya yang saya mau tekankan disini tapi kita harus mengakui bahwa untuk secara nasional bhw itu adalah hil yang mustahal akan terjadi tapi untuk kelas lokal bisa, spt bupati dr kalbar/babel adalah nonpribumi dan kita juga hrs belajar banyak dari india yang notabene mayoritas beragama hindu tetapi PMnya seorang muslim(minoritas),disini mungkin perlu waktu utk tahapan spt itu.
    Mungkin berabad kemudian seperti AS sekarang yg Presidennya seorg Afro-Amerika.
    Mauliate lae..

  27. 2009 Maret 12

    Apa gerangan judul bukunya? Kayaknya si anchor dan segenap crew yang bertugas harus bertanggung jawab karena menghentikan wawancara tanpa permisi atau tanpa ada penjelasan penutup kepada pemirsa. Kita tanyakn jugalah ke pimpinan redaksinya

  28. 2009 Maret 12

    Maju terus Bapa Uda…
    Kami semua ada dibelakangmu…

    Kebenaran itu akan selalu muncul…
    TV One yang anehhhhhh

  29. 2009 Maret 12

    wah…jadi penasaran nih buku Pak Panjaitan, bravo pak Sintong semoga banyak jendral-jendral yang brilian seperti bapak. untuk TV one yang netral dong kalau membahas sebuah topik jangan justru memanas-manasi pihak pihak tertentu. seperti yang sering saya saksikan selama ini.

  30. 2009 Maret 12
    el borne permalink

    mr. Kurnia, maksud anda PM India Manmohan Singh seorang muslim? anda yakin? obama terpilih karena separuh DNAnya berasal dari kulit putih dan beragama ibunya, saya sangat tidak yakin obama terpilih kalo dia beragama bapaknya. sistem kita tidak menghalangi suku atau agama pun untuk menduduki kursi tertinggi di negeri ini, one man one vote, tinggal bagaimana anda meyakinkan yang mayoritas/suara terbanyak agar mereka mendukung anda, dalam skup kecil daerah bisa kok, kalo nasional tinggal anda cari strateginya, kalo ga bisa ya susah juga, apa sistemnya harus kita ganti bos? he..

  31. 2009 Maret 12
    Komando permalink

    Judul bukunya : ‘Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando’

    kayaknya udah ada ni di gramedia .. males beli ah pinjem aja .. maklum mahasiswa bokek :D

  32. 2009 Maret 12
    kurnia permalink

    Pa el borne maksud sy presiden India kali yah,he..he kita jadi ngelantur nih. Tapi yang jelas kita mendukung apa yang tlah Bp Sintong lakukan dengan membuka sedikit kebenaran dan apa yg dikatakan Mr KZ yg dgn rincinya menceritakan kronologi sekumpulan Pamen menskenariokan seorg Pati Menjd Pangab seakan berkata pangkat kita mayor tapi power kita jendral jadi bukan tidak mungkin dengan kedekatannya pd orba mrk juga bisa menjadikan seorg SINTONG menjadi bukan siapa-siapa dgn skenario Santa Cruz.
    Kita bs mendengar Mr P meminta maaf pd Bp Sintong dan menyatakan bahwa ia tdk berdosa pd penculikan aktivis th 90 an buktinya Haryanto taslam bergabung dgn partai G, mungkin Mr P lupa saking pinternya kali, bhw dlm dunia politik tdk ada kawan sejati yang ada adalah kepentingan pribadi.
    Betul ngga lae Togar…..?

  33. 2009 Maret 12
    Go Jendral... permalink

    payah…
    lagi seru2nya malah iklan…
    payaaaahhhh……….ga asik lo “bang One”
    abis nonton ntuh gw ga bs tidur, pnasaran cooyyy..!!!

  34. 2009 Maret 14
    Johan permalink

    Wah sayang saya tidak sempat nonton wawancaranya….info untuk rekan2… kemarin saya mampir di Gramedia Grand Indonesia, bukunya sdh ada dan saya sdh beli…

  35. 2009 Maret 15

    Sejarah memang unik. Dia punya cara sendiri untuk menjelaskan dirinya. Salut Bung Togar.

  36. 2009 Maret 15
    Teguh permalink

    Bukunya laris manis, smpe2 hrs hunting ke toko2 buku, bisa2 dibajak tu buku, he.he.he

  37. 2009 Maret 16
    Johan permalink

    Saya sdh membaca buku ” Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando” , bagi saya isi buku ini bagus karena mengungkap peristiwa peristiwa2 penting dimana di negara ini hal tersebut seolah-olah tabu untuk di ungkap sehingga sering menimbulkan isu yang tidak jelas karena cerita yang beredar dari mulut ke mulut.
    Di Internet ternyata ada seorang purnawirawan TNI AD yang membuat blog yaitu blog tirtaamijaya.wordpress.com dalam blog tersebut kita juga dapat memperoleh informasi-informasi yang dianggap tabu di negeri ini…

  38. 2009 Maret 16
    tony permalink

    sintong panjaitan, bisa membuka fakta baru atau pemikiran baru, apakah ada konspirasi wiranto & prabowo pd peristiwa 1998, he he he he he coba rekan-rekan pers, usut masalah ini apa sih susahnya, siapa yg bener atau salah bisa terungkap, biar rakyat nanti yg menilai

  39. 2009 Maret 16
    dedi permalink

    Aneh, di toko buku mana-mana stok-nya abis. Semoga emang karena banyak yang minat dan baca, bukan karena ada pasukannya Prabowo (yang banyak duit) nyuruh mborong nih buku trus di bakar biar publik ga tau … hehe…

    Penasaran, euy. Cuma bisa browsing sepotong-sepotong karena belum ada yang bikin review lengkapnya.

  40. 2009 Maret 17

    Saya sedang bikin reviewnya, sudah posting 2, rencananya, masih ada 1 posting lagi. Mohon bersabar.

  41. 2009 Maret 17

    wuah posting yg menarik nih ttg jenderal sintong panjaitan
    namun demikian ada satu paragraf yg cukup menarik perhatian saya yaitu
    “Salah satu prestasi
    gemilang Sintong Panjaitan adalah ketika ia sukses memimpin operasi pembebasan pembajakan pesawat Garuda, Woyla di bandara Don Muang, Bangkok”

    sampai saat ini pun masih belum jelas kebenaran dibalik kejadian pembajakan tsb.

    apakah operasi tsb benar-benar dilakukan oleh orang2 yg membajak tsb atau si pembajak2 tsb hanya pion yg tanpa sadar telah dikendalikan oleh “mastermind “

  42. 2009 Maret 18

    Postingan yang menarik untuk dibaca.

  43. 2009 Maret 24
    Enro permalink

    Letnan Jenderal (Purn) Sintong Hamonangan Panjaitan. Seorang perwira yang sangat menonjol. Sayang sekali, intrik di tubuh TNI mengahmbat karier militernya. semoga sehat terus pak. Bukunya bagus sekali untuk dibaca oleh generasi mudan khususnya juga generasi muda TNI.

    Horas…

  44. 2009 Juni 22
    Rusmanto permalink

    saya juga lihat acara itu dalam pemikiran saya ada kejadian apa distudio itu kok langsung di cut,apakah ada intervensi disana yang masuk ke studio ?. Pihak-pihak yang kurang senang / merasa dirugikan. Semoga Tidak…. Wasalam

  45. 2009 Juli 26
    lurus permalink

    @kurni; loe tu klo ngomong diatur dong..!!! agama loe bawa2 segala. gwe curiga klo loe tu provokator..mencari kesempatan dalam kesempitan. mo ngaco ya..??!! hari gini mo memecah belah masyarakat ? DASAR PROVOKATOR !!! bikin rusuh aja loe..!

  46. 2009 Agustus 30
    Munde permalink

    Wah.itu kan supaya pemirsa tv one penasaran dgn buku yg diluncurkan.maka bukunya laris manis.maklum namanya juga iklan..

  47. 2009 November 3
    hotman permalink

    GOD General. Seperti Jenderal Robert LEE, tetap Melegenda

Lacak Balik & Ping Balik

  1. Top Posts « WordPress.com

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS