Daud mengalahkan Goliat

Diambil dari Google

Pada Kitab 1 Samuel 17, dituliskan kronologi Daud mengalahkan Goliat. Digambarkan Goliat, seorang panglima perang dengan postur  badan yang besar, dan berpengalaman sebagai prajurit. Dari semua aspek yang dibutuhkan untuk berperang, Goliat punya semua persyaratan secara lengkap. Sementara Daud adalah seorang gembala, muda, tidak tau apa-apa tentang pertempuran. Daud datang ke area pertempuran bukan untuk bertempur, tapi disuruh oleh ayahnya, Isai,  menjenguk kakaknya yang prajurit, apakah kakaknya sehat-sehat saja.

Di medan pertempuran itu Daud melihat bahwa Goliat sangat arogan dan juga bisa melihat moral prajurit sudah ciut menghadapi Goliat yang kuat. Daud yang perawakannya mungil tidak punya pengalaman bertempur, sama sekali tidak sebanding dengan Goliat. Tapi Daud punya keyakinan kepada Tuhan dan keinginan membela bangsanya, membela kaumnya. Dengan keberanian dan keyakinan tinggi, ia menggunakan “umban” alat sederhana sejenis ketapel, tapi ia membidik dengan tepat dahi Goliat. Batu kecil yang diambil dari sungai tepat mengenai dahi Goliat, tentara raksasa itu terjungkal dan mati ditangan Daud yang berani dan membidik dengan tepat.

Cerita Daud mengalahkan Goliat digunakan oleh Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto sebagai ilustrasi tentang bagaimana Reformasi Birokrasi menghadapi tantangan yang besar dan tidak sebanding. Reformis digambarkan sebagai Daud, sementara KKN digambarkan sebagai Goliat. Bila gerakan reformasi birokrasi bisa membidik sasaran dengan tepat, maka persoalan bangsa bisa diselesaikan. Pak Kuntoro memberikan ilustrasi yang tepat.

Menurut Kuntoro, tidak ada alasan untuk ciut menghadapi tantangan Reformasi Birokrasi yang sangat besar. Untuk itu diperlukan kemauan kuat dari semua orang. Setiap orang yang menginginkan perbaikan dan perubahan ke arah Indonesia yang lebih baik, ikut berperan mendukung reformasi birokrasi.

Salah seorang peserta bertanya kepada Kuntoro, bagaimana pegawai dan organisasi kecil bisa mendukung reformasi, kalau aturan perundang-undangan banyak yang saling tidak sesuai bahkan cenderung bertentangan. Kuntoro menjawab bahwa setiap orang bisa melakukan sesuatu sesuai kewenangan dan kemampuannya. Tidak perlu menunggu pihak lain atau aturan berubah dulu baru kita ikut membuat perubahan. Menurut Kuntoro, teruslah membuat perubahan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Daud bisa mengalahkan Goliat, berarti siapapun bisa mendukung reformasi birokrasi.

*********************

Presentasi Kuntoro Mangkusubroto disampaikan pada acara Konferensi, Reformasi Birokrasi tanggal 28 Agustus 2012 di Bidakara Jakarta.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s