LUNAS

Bagi kebanyakan orang LUNAS lebih sering berarti TERBAYAR sesuai harga. Ketika saya minum kopi di warung, dan saya membayar harga kopi Rp. 2000 sesuai daftar harga, maka itu berarti saya membayar LUNAS. Tetapi LUNAS juga punya arti lain, yaitu bagian bawah kapal.

Tanggal 6 Nopember 2006 lalu saya diundang menghadiri acara Apresiasi Purna Tugas Prof. Johan Silas di ITS. Acara inti adalah sarasehan dengan 3 orang pembicara yaitu Prof Silas sendiri, Cak Emha Ainun Nadjib dan Moh Nuh yang juga rektor ITS.

Profesor Silas mengatakan, selama 41 tahun beliau mengajar di ITS banyak hal yang telah dilalui. Namun ada dua hal yang paling utama. Pertama, selama menjadi dosen ITS prof Silas merasa kebahagiaan terus bersamanya karena bisa mengajar dan menjalani proses pendidikan. Beliau mengaku dalam berinteraksi dengan mahasiswa dan rekan sekerja dia merasakan kebahagiaan dan menikmatinya. Contoh sederhana yang disampaikan adalah ketika pada suatu periode pendaftaran mahasiswa baru beliau disalami oleh seseorang yang ternyata adalah bekas mahasiswanya. Prof Silas bertanya kepada bekas mahasiswa itu, mengapa sekarang dia berada di ITS. Bekas mahasiswa menjawab bahwa ia mendaftarkan anaknya yang akan menjadi mahasiswa Pak Silas, dan minta agar anaknya juga diajar oleh Pak Silas. Betapa membahagiakan mengajar seorang mahasiswa, dan kemudian juga berkesempatan mengajar anak bekas mahasiswanya itu.

Kedua, perjalanan Pak Silas selama 41 di ITS sesungguhnya juga adalah perjalanan ITS sendiri yang sudah hampir mencapai 49 tahun. Prof. Silas mengibaratkan ITS sebagai sebuah kapal layar, seperti Pinisi. Sebuah kapal layar minimal terdiri dari lunas,  lambung, tiang dan layar. Kebanyakan orang memilih jadi layar karena mudah dilihat orang dan bisa menjadi terkenal. Sementara sebagian memilih sebagai tiang atau lambung. Tetapi sangat sedikit yang memilih menjadi lunas yaitu bagian dasar dari kapal. Padahal tanpa lunas, tidak mungkin sebuah kapal bisa terapung apalagi berlayar. Lunas juga yang sering menghadapi bahaya ketika terbentur karang atau batu, maka lunaslah yang terlebih dahulu mengalami kesakitan. Tetapi sesungguhnya lunas adalah dasar dari sebuah kapal. Demikian juga halnya ITS, akan diperlukan orang-orang yang berfungsi sebagai lunas agar ITS bisa berlayar ke lautan luas.

Prof. Silas tidak mengatakan apakah ia sudah menjalankan fungsinya sebagai LUNAS di ITS. Tapi saya menilai beliau sudah melaksanakan itu selama 41 tahun di ITS.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s