Internet Kantor

Senin lalu, 19 Februari, saya bertemu dengan sejumlah pejabat dan staf Pemerintah Kota Kitakyushu serta beberapa orang partner mereka. Saya bertemu dalam acara makan malam yang mereka siapkan untuk menjamu saya ketika berkunjung ke Kitakyushu. Sambil menikmati hidangan tradisional Jepang di sebuah restoran, kami mulai ngobrol dari yang agak formal sampai akhirnya ke masalah-masalah kehidupan sehari-hari pegawai di Jepang.

Sebagaimana biasanya orang Jepang, dalam setiap pertemuan didahului dengan tukar-menukar kartu nama, saya juga memberikan kartu nama yang sudah saya siapkan dari Surabaya. Di kartu nama saya, sudah mencantumkan alamat website ini dan tentu saja email saya. Pada mulanya saya merasa sangat bangga mempunyai website dengan nama domain sendiri. Karena saya sudah merencanakan ini dengan bantuan Charly Silaban, webmasternya silaban.net.

Lalu Mr. Kakisako, yang juga Kepala Biro Lingkungan Hidup Kota Kitakyushu menceritakan bahwa internet untuk staf pemerintah kota Kitakyushu sangat terbatas. Para staf tidak boleh menggunakan fasilitas komputer kantor (yang sudah semua komputer on-line) untuk keperluan non-kantor termasuk untuk Blogging. Semua komputer kantor sudah terdata pemakaiannya dan dipakai untuk apa saja fasilitas on-line nya. Bila terdapat pemakaian yang bukan keperluan kantor, maka pemakai akan dikenai sanksi. Sehingga tidak ada yang berani untuk menggunakan internet kantor untuk keperluan lain.

Karena itu pula staf dan pemerintah kota Kitakyushu tidak menggunakan alamat email selain yang diberikan kantor. Merekapun tidak diperbolehkan mengakses internet kantor dari rumah, meski rumahnya sudah on-line. Bila ada pekerjaan yang harus dikerjakan pada hari Sabtu dan Minggu, maka harus lembur dikantor untuk mengerjakannya. Sistem itu dibuat untuk alasan keamanan informasi kantor. Dan hampir tidak ada yang melanggarnya.

Sementara saya menggunakan fasilitas on-line internet kantor untuk keperluan pribadi termasuk untuk blogging seperti ini. Rasanya saya pada saat itu jadi malu sekali, karena pada awalnya bangga karena punya domain nama sendiri. Tapi saya jadinya malu dan berusaha menutupi rasa malu dengan mengatakan mereka terlalu kaku dalam sistem pekerjaan. Itulah bedanya Jepang dan Indonesia.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s