Kyoto Trip

Untuk kesekian kalinya saya diundang ke Jepang. Kali ini yang mengundang adalah Pemerintah Kota Kyoto yang menjadi tuan rumah Kyoto Konference on Climate Change (KCCC). Sebagaimana biasa, sebelum keberangkatan saya sudah kontak-kontak email dengan penyelenggara tentang persiapan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kedatangan saya di Kyoto. Saya sudah mendapatkan informasi tentang hotel, tempat konferensi, bagaimana mencapai hotel dari Kansai Airport sampai ke masalah cuaca, termasuk tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Penyelenggara sudah memberitahukan kalau nantinya ada petugas dari penyelenggara KCCC yang stand by di Airport dan akan mengarahkan saya ke stasiun keretapi untuk menuju stasiun Kyoto. Begitu juga sudah diberitahukan bahwa akan ada petugas lainnya di stasiun Kyoto yang akan mengarahkan ke taksi untuk selanjutnya ke hotel. Jadi semua informasi sudah komplit di tangan saya sebelum saya bertolak dari Surabaya.

Saya berangkat lewat Jakarta dengan Cathay Pacific, karena jadwalnya paling pas dan juga tidak terlalu lama transit di airport. Penerbangan Jakarta-Hongkong cukup baik, begitu juga Hongkong-Kansai.

Tiba di Kansai, sekitar sudah jam 21.10 waktu setempat, setelah proses imigrasi dan ambil bagasi, sekitar hampir jam 21.30, saya menuju pintu keluar. Saya mencoba mencari seseorang yang mungkin menunggu saya, saya pikir tentu dia akan meggunakan selembar kertas untuk memberitahu penjemputan peserta KCCC. Setelah kurang lebih 2 menit memperhatikan sekeliling di daerah pintu keluar, saya tidak menemukan tanda si penjemput. Akhirnya saya menuju counter informasi yang memang ada disekitar pintu keluar menanyakan arah menuju stasiun kereta api.

Petugas informasi kemudian menunjukkan arah ke stasiun kereta api melewati koridor lantai dua. Udara malam itu cukup dingin, sementara saya hanya memakai jaket tipis, jadi tidak cukup untuk menahan dinginnya cuaca Kyoto di musim dingin. Saya bergegas menuju stasiun yang jaraknya sekitar 200 meter dari pintu keluar airport. Saya mulai memperhatikan papan board yang ada distasiun itu untuk mencari jalur kereta api ke Kyoto.

Karena kebanyakan tulisan dalam huruf Kanji sementara keterangan Bahasa Inggeris hurufnya kecil, saya akhirnya menuju loket informasi kereta api menanyakan tempat penjualan karcis menuju Kyoto. Tentu saja loket penjualan karcis disana semuanya adalah “vending machine“, jadi saya menuju mesin karcis yang disebutkan oleh sipetugas. Mesin dilengkapi juga dengan penjelasan dalam bahasa Inggeris, saya lalu membeli karcis dengan memencet tombol-tombol yang tersedia sesuai tujuan ke stasiun Kyoto, setelah memasukkan lembaran Yen 10.000. Dari slot mesin keluar 2 lembar tiket yang berbeda, yang satu berharga Yen 1.360, dan yang satu berharga Yen 1. 520, jadi total Yen 2.880 ongkos dari Kansai Ke Kyoto.

Kemudian saya menuju gate untuk menuju kereta. Saya masukkan salah satu tiket ke slot tiket yang ada di gate itu, ternyata pintunya tidak mau membuka dan ada tulisan yang muncul menyuruh untuk menuju petugas. Karena tidak mau dianggap melakukan kesalahan saya menuju loket petugas dan melaporkan bahwa saya sudah memasukkan tiket tapi tiket keluar lagi dan pintu tidak membuka. Sipetugas memeriksa tiket yang saya masukkan, ternyata saya salah memasukkan. Seharusnya tiket yang satunya lagi yang dimasukkan. Setelah memasukkan tiket yang benar, saya bisa masuk ke “entrance” kereta dan turun ke lantai bawah dimana rel kereta berada. Saya pikir saya sudah negerti menggunakan tiket kereta, ternyata saya ya masih “gaptek”.

Kereta berikutnya adalah jam 21.50, jadi masih harus menunggu sambil kedinginan di stasiun Kansai. Akhirnya ketera datang juga sekitar jam 21.40. Begitu kereta datang saya sudah mau masuk aja kedalam kereta. Tiba-tiba ada petugas yang menyuruh saya keluar, ternyata ia adalah petugas kebersihan yang mau membersihkan gerbong. Saya coba berkomunikasi dengan si petugas, tapi dia cuma bergumam dan menunjukkan papan yang dia bawa dan bertuliskan “Please do not enter, cleaning in progress”. Saya lihat sesungguhnya gerbongnya masih sangat bersih, tapi sipetugas tetap harus mencek dan memastikan bahwa tidak ada yang tidak bersih sesuai SOP yang ada. Dalam hati saya bergumam, ” Sudah bersih aja masih dibersihkan lagi”.

Akhirnya si petugas kebersihan selesai juga membersihkan gerbong, dan penumpang boleh masuk kedalam. Saya memasukkan koper dan langsung duduk untuk menikmati kehangatan gerbong setelah hampir setengah jam disengat dinginnya malam. Setelah masuk ke kereta, saya tunggu sampai jam 22.00 kereta belum bergerak juga, padahal jadwalnya mestinya jam 21.50. Tapi karena penumpang lain saya lihat tenang-tenang aja, saya pun tidak berani komplain. Padahal sepengetahuan saya, masalah waktu di Jepang sangat tepat, nyaris tidak ada orang yang terlambat. Kereta baru bergerak pada jam 22.15 dan perjalanan Kansai – Kyoto membutuhkan waktu sekitar 75 menit dengan berhenti di beberapa stasiun.

Setiba di Kyoto, saya melihat orang yang membawa tanda penyambutan peserta KCCC, saya pun menhampiri petugas itu dan memperkenalkan diri sebagai peserta KCCC dari Indonesia. Surprise juga ketika mengetahui saya dari Indonesia, salah satu penyambut menyapa dengan “Apa kabar, dan Selamat datang di Kyoto”, ternyata dia pernah bertugas di Jakarta selama 2 tahun. Dari kereta itu selain saya, ternyata ada peserta dari China dan Philippina. Akhirnya kami di bawa ketempat taksi untuk menuju hotel.

Sampai di hotel sudah hampir jam 12 malam, saya sudah pengin buru-buru merebahkan badan, setelah hampir 20 jam di perjalanan dari Surabaya. Lelah, tapi juga tetap masih terkagum-kagum dengan kesiapan panitia menyambut peserta.

One thought on “Kyoto Trip

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s