Sumber Daya Alam yang terbatas

Minggu 25 Februari 2007, saya menjadi pembicara pada penyuluhan lingkungan hidup kepada guru-guru. Mereka berasal dari sejumlah sekolah SD, SMP dan SMA dari 100 sekolah di Surabaya. Acara dilaksanakan di Pusat Pelatihan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman di kaki gunung Penanggungan yang berada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Desa Seloliman ini berada di kaki gunung yang sejuk sehingga sangat baik untuk tempat pelaksanaan pelatihan.

Saya mendapat tugas untuk menjelaskan program pendidikan lingkungan hidup di sekolah yang disebut program Adiwiyata, suatu program penghargaan bagi sekolah-sekolah yang menunjukkan kegiatan yang sistematis dibidang pengelolaan lingkungan hidup di lingkungan sekolah.

Diawal pemaparan saya mengajak peserta untuk mengevaluasi ulang pola pikir dan pemahaman masyarakat tentang lingkungan hidup. Sejak sekolah dasar masyarakat Indonesia diajarkan bahwa kekayaan alam Indonesia melimpah ruah. Menurut saya bila pemahaman ini diajarkan kepada orang sejak kecil sampai dewasa, maka yang terjadi kemudian adalah pola pikir boros, menghamburkan kekayaan alam, cenderung merusak lingkungan dan tidak memikirkan masa depan. Keberlanjutan ekosistem dan sumber alam akan sangat terancam dengan pemahaman itu. Sebaliknya bila dilakukan perubahan mind-set dengan pemahaman bahwa sumber alam Indonesia mempunyai keterbatasan, maka perilaku masyarakat akan menjadi hemat, melindungi lingkungan dan mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang. Saya mengajak peserta untuk menularkan pemahaman keterbatasan sumber alam itu sebagai upaya merubah pendekatan dan pemahaman untuk pelestarian lingkungan hidup.

Sebagian peserta sefaham dengan saya, bahwa diperlukan perubahan pola pikir untuk pelestarian lingkungan hidup. Tapi ternyata ada juga yang menanggapi bahwa menyatakan kalau sumber alam Indonesia terbatas merupakan pembohongan, karena Indonesia toh kaya dengan sumber daya alam. Menurut salah seorang peserta kita berbohong kalau mengatakan sumber daya alam memiliki keterbatasan. Saya agak kaget juga dengan pendapat itu, tapi saya berusaha menjelaskan bahwa yang saya maksud bukan mau mengatakan kalau Indonesia memiliki sumber daya alam yang miskin. Saya mengatakan bahwa sumber daya alam memiliki keterbatasan, sehingga perlu pola pikir yang melestarikan sumber alam itu. Peserta lain mengatakan mungkin tidak perlu mengatakan keterbatasan, tetapi cukup dengan mengatakan bahwa perlu upaya pelestarian lingkungan hidup.

Sebenarnya yang ingin saya sampaikan adalah bahwa diperlukan perubahan perilaku yang sungguh-sungguh untuk melestarikan lingkungan hidup. Maka salah satu upaya yang perlu adalah dengan perubahan mind-set tentang keterbatasan sumber daya alam. Bila kita benar-benar meyakini bahwa sumber alam terbatas, maka kita akan sangat berhati-hati menjaga alam. Kita akan memelihara alam, supaya dengan keterbatasannya kita masih dapat memilikinya dalam waktu yang lebih lama.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s