Harga Bisa Dinego

Jawa Pos, Jumat, 02 Mar 2007,
BERAPA sebenarnya harga amdal? Tidak ada patokan khusus. Tidak ada pula peraturan perundang-undangan yang mengatur perdagangan dokumen penting tersebut. “Harga hasil kajian itu bergantung negosiasi antara pemilik proyek dan pihak peneliti,” kata Ketua Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Togar Silaban.

Jika pandai menawar, pengelola proyek akan mendapat harga murah. Tak jarang terjadi harga dokumen itu lebih rendah daripada nilai proyek yang dikerjakan.

Proses negosiasi antara pakar lingkungan dan pengelola proyek itu juga menarik disimak. Biasanya, tawaran memang datang dari pengelola proyek kepada akademikus. Karena tidak mengetahui harga “jasa” proses penyusunan amdal, para pengelola proyek kerap kelabakan.

Untuk itu, pihak yang membutuhkan amdal akan meminta para akademisi menyerahkan pajak penghasilan. Dari data itu bisa dilihat jumlah uang yang didapat para ilmuwan dalam sebulan. Nah, dengan begitu bisa dirumuskan besarnya harga amdal. “Tapi, umumnya para akademisi lebih paham. Mereka tak akan membuka kartu soal pajak penghasilan,” katanya.

Harga dokumen amdal kerap menimbulkan persoalan di kemudian hari. Amdal dengan harga murah biasanya dibuat asal-asalan. Sering proyek yang dibangun menjadi penyebab banjir bandang. “Dulu banjir di kawasan Margorejo hanya semata kaki. Begitu ada pusat perbelanjaan, banjir jadi selutut,” kata Asisten Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Hermien Roosita.

Itu bisa terjadi karena peneliti tidak total menyusun perkiraan dampak lingkungan proyek yang dikerjakan. “Penyusunan jadi amdal semacam proyek. Yang penting jadi duit. Soal perkiraan dampak yang timbul, belakangan,” kata sebuah sumber.

Soal harga amdal juga ditanggapi Wakil Ketua Bapedalda Jawa Timur Dewi J. Putriatni. Harga amdal pada sebuah megaproyek bisa selangit. “Harganya bisa mencapai Rp 500 juta-750 juta,” katanya.

Penyusunan amdal meliputi serangkaian kegiatan riset di lapangan. Penyusun mengukur resistensi di masyarakat dengan menyebarkan kuesioner kepada masyarakat sekitar lokasi proyek. Proses yang paling berat adalah menyusun amdal.

Pusat KLH (Kependudukan dan Lingkungan Hidup) ITS sebagai lembaga yang kerap menerima proyek amdal mengaku bahwa amdal yang murah sering tidak benar. “Kalau harganya murah, biasanya ya asal-asalan,” kata Sekretaris KLH Lilik Puji Astuti.

Lembaganya pernah membuat amdal untuk Terminal Transit Utama di Tuban serta Pipanisasi Migas Surabaya dan Tuban. “Kalau proyek besar, harganya harus besar. Sebab, kajian kami detail dan lengkap,” katanya. Sebuah sumber di ITS menyebut KLH ITS pernah menawarkan harga Rp 230 juta untuk proyek Grand City. Tawaran tersebut ditolak mentah-mentah karena dinilai terlampau tinggi. “Saya dengar dapat harga di bawah Rp 100 juta,” terang sumber tadi.

Hermien Roosita menegaskan, amdal yang buruk saat ini memang tidak memiliki konsekuensi hukum apa-apa. Artinya, penyusun amdal cukup melakukan revisi, sementara proyek jalan terus. “Nanti pada RUU Lingkungan yang baru, pembuat amdal bohong-bohongan bisa kena sanksi,” katanya. (git/hud)

http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=274047.

2 thoughts on “Harga Bisa Dinego

  1. Proses pembangunan seharusnya tidak hanya berpatokan kepada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sebuah pembangunan. akan tetapi disini pula diperlukanya sebuah proses penelaahan lebih lanjut dari faktor lingkungan ( AMDAL ) Sosiokulture ( Budaya ). Selama ini banyak yang menjadi patokan adalah faktor pertumbuhan ekonomi yang belum tentu sesuai dengan faktor kerusakan alam dan juga perubahan kebudayaan yang secara signifikan menimbulakan gejala sosial dan permasalahan sosial yang baru.

    Langkah yang harus diambil untuk mengurangi dampak – dampak yang timbul baik tentang dampak lingkungan dan sosiokultur ( budaya ) adalah :

    1. Pemerintah lebih berani membuat peraturan yang mengatur tentang proses mendapatkan amdal, dan sangsi – sangsi yang menguntungkan kepentingan publik apabila hasil dari amdal tersebut tidak sesuai dengan pengaruh yang timbul sesudah dilakukanya proses pembangunan.

    2. Masyarakat harus lebih berani dalam proses menolak segala bentuk explorasi alam yang nantinya merugikan banyak pihak, dan masa depan lingkungan alam dan linkungan sosial dimana mereka tinggal, tanpa harus anakis, tapi menggunakan metode persuasif, artinya tidak hanya mementingkan kelompok atau segelintir orang, dan tanpa harus meninggalkan kepentingan pembangunan nasional.

    3. LSM dapat memberikan pendampingan dan juga menyinergikan serta membantu kelancaran program yang medukung kepada pelestarian alam.

    Ada banyak sekali cara membangun dan meng-explorasi alam dengan cara yang arif dan bijak karena alam ini tidak hanya tempat tinggal kita tetapi anak cucu kita pun berhak untuk berada di suatu tempat yang layak untuk hidup, tanpa harus bersusah payah berjuang mencari jalan keluar karena kerusakan alam yang disebabkan oleh keserakahan kita dalam meng-explore bumi yang kita tinggali ini.

    comment ini ditulis oleh :
    galih pamungkas
    aktivis Bengkel OD ( ojo dumeh )
    081327447672

    Like

  2. Anda benar, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan hasil pembangunan yang bisa diterima oleh semua pihak. Kejernihan berpikir dan menghargai hak orang lain, menurut saya itu kunci utama yang harus dimiliki oleh semua pihak. Trimakasih.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s