PDAM Ngotot Suplai Pelindo

Jawa Pos, Rabu, 21 Mar 2007,

Gara-Gara Potensi Pendapatan Turun Rp 3 Miliar

SURABAYA- Rapat dengar pendapat (hearing) tentang polemik perusahaan air bersih swasta di ruang Komisi C DPRD Surabaya kemarin berlangsung panas. Manajemen PDAM maupun PT Pelindo III Tanjung Perak saling adu data dan argumen. Debat itu terkait keterlibatan PT Suraya Mega Cemerlang (SMC), yang ikut mengelola dan menyuplai air bersih ke wilayah Pelindo. Selain dihadiri pimpinan PDAM dan PT Pelindo III, komisi bidang pembagunan itu juga mengundang beberapa perwakilan instansi tekait. Di antaranya, PT Jasa Tirta, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Pemkot, manajemen SMC, dan tim dari Balai Pengujian Depertamen Kesehatan. Semula, perdebatan hanya menyangkut kualitas bahan baku air dari Kalimas yang diolah SMC. Tetapi, perdebatan semakin panas setelah merembet ke legalitas SMC sebagai perusahaan pengelola sekaligus pendistribusian air.

Kali pertama, perdebatan dipicu Togar Arifin Silaban, kepala BPLH. Dia mengeluarkan pernyataan yang terbilang kontroversial. Menurutnya, sesuai PP nomor 16 tahun 2005, pemerintah telah membuka kran bagi perusahaan (termasuk swasta) untuk mengelola air bersih. Pernyataan Togar itu memancing polemik. Sebab, lazimnya sebagai pejabat pemkot, Togar harus membela kepentingan PDAM sebagai BUMD pemkot. Terlebih, dia sebetulnya tidak dalam kapasitas menjelaskan legalisasi. Sebab, tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi) BPLH hanya mengangkut lingkungan hidup.

Dirut PDAM Surabaya M. Selim juga terpancing pernyataan Togar. Kata dia, penjelasan Togar tentang PP 16/2006 itu tidak salah. Tetapi, Togar membaca aturan dalam PP itu belum lengkap. “Memang pihak swasta boleh ikut mengelola air bersih selama PDAM tidak mampu. Persoalannya, PDAM mampu. Saya paling tidak terima kalau ada pihak yang mengatakan PDAM tidak mampu,” kata pria asal Situbondo ini. Karena itu, lanjut Selim, keberadaan perusahaan swasta yang ikut mengelola air bersih jelas merupakan pelanggaran. “Selain telah diatur dalam PP, perda juga jelas-jelas menyebutkan bahwa PDAM adalah satu-satunya perusahaan air bersih di Surabaya,” katanya.

Direktur Distribusi PDAM Anshari Siregar juga ikut mengajukan pembelaan. Menurutnya, PDAM mampu menyuplai air bersih untuk kebutuhan PT Pelindo III Tanjung Perak. Sebagai bukti, pada 2004, PDAM telah menyuplai air rta-rata sebanyak 51,7 ribu meter kubik. Namun, sejak kehadiran SMC, distribusi ke kawasan PT Pelindo III drop menjadi 28 ribu meter kubik. Dampaknya, potensi pendapatan PDAM yang semula mencapai Rp 6 miliar, sekarang tingga sekitar Rp 3 miliar. “Saya ikut tidak terima. Persoalan distribusi ini menyangkut kerjaan saya. Kebetulan, pasokan drop saat saya masuk ke PDAM. Saya tidak mau gara-gara itu dikatakan gagal. Lebih baik saya mundur,” ujarnya Anggota Komisi C Sachiroel Alim mengatakan, jika PT Pelindo III menggandeng SMC karena petimbangan perusahaan, maka jelas orientasinya profit. Namun, kalau mengambil air dari PDAM, maka hasilnya dikembalikan ke publik untuk subsidi kelompok pelanggan bawah. “Saya sangat setuju kalau Pelindo mengembalikan jumlah pasokan air dari PDAM yang susut sampai 50 persen itu,” ujarnya.

Sementara itu, General Manajer PT Pelindo III Ahmad Baroto menjelaskan bahwa yang menjadi pertimbangan pihaknya menggandeng SMC adalah kualitas dan kontinuitas pasokan air ke wilayahnya. Diakui atau tidak, pasokan air dari PDAM sering keruh. Demikian juga kontinuitas. Pasokan air dari PDAM lancar saat malam hari saja. Padahal, kebutuhan air di wilayahnya harus nonstop. Namun begitu, lanjut dia, di masa-masa akan datang bukan tidak mungkin apa yang diharapkan PDAM agar pasokan ke Pelindo ditingkatkan kembali bisa terwujud. “Potensi itu masih terbuka. Nanti kami akan membahasnya dengan PDAM,” ujarnya. (hud)

http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=276847

3 thoughts on “PDAM Ngotot Suplai Pelindo

  1. Pingback: Silaban Brotherhood

  2. he..he.. jangankan nyuplai air ke Pelindo lha wong saya aja yg tandon bawah cuma 2 m3, sudah memasuki hari ke-4 ini sama sekali, ingat ya sama sekali tidak keluar airnya, sehingga tandon bawah kosong song..song, sudah lapor ke call center PDAM Surabaya, katanya emang debit kecil, saya mau beli air mobil tangki spt dulu waktu gangguan krn ada pekerjaan pemasangan pipa besar di sepanjang jalur hijau Perak Barat/Timur, call center tidak mau melayani karena gangguan ini bukan karena ada proyek/perbaikan. Hal ini makin diperparah dgn banyaknya tetangga kiri-kanan yg main sedot langsung pakai pompa, tanpa tandon. wis malah ndak kebagian air sama sekali keluarga saya😦

    Gatoet Waskito
    Jl.Teluk Nibung Timur VIII / 4
    Surabaya
    031-70450676
    (mudah2-an keluhan saya via tulisan ini lebih diperhatikan pihak PDAM Surabaya)

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s