Torch Bridge

Sejatinya obor memang digunakan untuk menerangi dikala gelap. Fungsinya untuk memberikan cahaya bagi mereka yang memerlukannya terutama pada malam hari. Itulah fungsi utama obor.  Tapi ternyata ada fungsi lain dari obor.

Sejalan dengan pemakaian listrik yang semakin banyak, fungsi obor juga mengalami pengembangan. Sekarang obor tidak hanya untuk penerangan, tetapi juga untuk mendukung kegiatan olah raga seperti pada acara-acara PON, Sea Games, Asean Games bahkan pada acara Olimpiade. Obor dinyalakan bahkan jauh-jauh hari sebelum acara olah raga. Kadang api untuk obor diambil dari sumber api yang sangat jauh jaraknya dari tempat pelaksanaan olah raga.  Api yang dibawa obor seringkali diarak terlebih dahulu melintasi kota dibawa sejumlah atlit untuk sampai ke stadion.

Saat ini obor juga sering digunakan sebagai pelengkap hiasan pada bangunan-bangunan tertentu seperti cafe, restoran atau bahkan hotel. Obor digunakan untuk memberikan kesan artistik bagi bangunan-bangunan itu. Memang akan terkesan romantis, menikmati hidangan di restoran dengan penerangan obor. Tentu saja obornya tidak lagi yang menibulkan asal hitam dan jelaga yang bisa merusak suasana.

 Di kota Kitakyushu, Jepang terdapat sebuah jembatan yang penerangannya menggunakan obor.  Jembatan yang berdiri diatas sungai Murasaki mempunyai panjang bentang kurang lebih 30 meter. Di tiap sisi jembatan dipasang masing-masing 4 buah obor yang cukup besar yang dibuat dari logam. Obor menggunakan bahan bakar gas, sehingga apinya cukup baik, tidak mempunyai jelaga dan asap tidak mengganggu. Jembatan ini dibangun sebagai bagian dari program revitalisasi Sungai Murasaki. Jembatan mempunyai pedestrian yang cukup lebar, sehingga pejalan kaki dapat berlama-lama dengan bebas menggunakan jembatan. Pemandangan jembatan dengan obor ini sangat indah pada malam hari. Cahaya obor dipantulkan oleh air sungai yang sangat jernih. Orang dapat menikmati pemandangan sungai Murasaki pada malam hari diterangi cahaya obor yang romantis.

Uniknya obor ini hanya dinyalakan bila ada orang yang menghendakinya. Bila ada orang yang ingin menikmati cahaya obor malam hari diatas sungai, maka orang tersebut harus membayar sebesar Yen 1.000. Maka semua obor di jembatan akan menyala selama 30 menit.  Bila ingin menikmati lebih lama, maka harus membayar lagi.  Bagi orang Jepang 1.000 yen tentulah tidak seberapa, karena itu masyarakat Kitakyushu sangat menikmati obor ini. Terutama pasangan-pasangan yang sedang merajut asmara, berlama-lama di atas jembatan dengan obor akan menjadi kenangan yang manis.

Obor semacam ini mungkin memberi inspirasi untuk diterapkan di Indonesia. Mengapa tidak!.

4 thoughts on “Torch Bridge

  1. kalau dari segi biaya, kayaknya biaya untuk menyalakan obor satu jam lebih mahal dari pada dengan memakai lampu listrik. Kalau di terapkan di indonesia, apa bisa ya…? soalnya orang indonesia terkenal romantis, dia akan curi tuh obor, dan dia bilang sama kekasihnya, ” kubawakan Obor yang menyala nyala , seperti inilah cintaku padamu”… heheheh…

    selamat atas peluncuran web oppung ini… sukses selalu

    Like

  2. Enggak usah di Indonesia, di Jepang sendiri mungkin tetap lebih murah pakai listrik dari pada pakai obor. Tapi untuk romantisme suasana kan biaya kan sering jadi nomor dua… apa udah lupa waktu pacaran dulu..he..he

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s