Korban Karbon Monoksida

Menurut berita harian Surabaya Pagi 12 April 2007, empat orang ditemukan tewas dalam mobil Mercedes yang parkir di pinggir jalan di Kuningan, Jawa Barat. Berdasarkan informasi dari pedagang disekitar tempat kejadian, sebuah mobil Mercedes type E-300 parkir dipinggir jalan sejak Selasa (1o April) sekitar jam 13.00. Mobil tersebut masih berada ditempat kejadian sampai Rabu pagi. Karena curiga akan keberadaan mobil, maka masyarakat sekitar melaporkan kepada aparat setempat. Dengan membobol kaca jendela, akhirya mobil dibuka paksa, dan ditemukan keempat penumpangnya sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Mobil ditemukan dalam keadaan mesin mati karena kehabisan bensin, sementara stop kontak pada posisi hidup dan alat pendingin (AC) juga pada posisi hidup.

Berita media tersebut dilengkapi dengan identitas korban dan keluarga serta tujuan perjalanan mobil. Polisi menduga bahwa kendaraan sengaja diparkir di pinggir jalan untuk beristirahat, lalu kemudian tanpa disadari semua penumpang keracunan gas karbon monoksida.

Kejadian diatas sudah beberapa kali terulang, beberapa waktu lalu di Surabaya, pernah ada kejadian serupa. Seorang ibu meninggalkan anaknya sendirian didalam mobil sementara ia  membeli kue di bakery. Anaknya ditinggal dalam mobil yang hidup dan AC berfungsi tetapi semua kaca tertutup. Ketika si ibu kembali kedalam mobil ia mendapati anaknya sudah tidak bernyawa, karena mati lemas. Tidak dijelaskan berapa lama si ibu berada ditoko roti sehingga anaknya sampai tewas.

Kematian ditimbulkan karena korban berada dalam mobil dimana kondisi mesin hidup dan jendela tertutup rapat. Hampir dapat dipastikan penyebabnya karena korban menghirup gas CO (karbon monoksida) yang berasal dari mesin mobil. 
Fakta-fakta tersebut menunjukkan betapa bahayanya gas karbon monoksida bila terhirup oleh manusia. Apalagi dihirup dalam ruangan tertutup yang sempit seperti di dalam mobil. Gas karbon monoksida yang masuk kedalam paru-paru memang dapat mematikan. Celakanya gas ini tidak berbau dan tidak berwarna. Sehingga keberadaan karbon monoksida sulit dideteksi oleh indera manusia.

Gas karbon monoksida adalah emisi gas buang yang timbul dari akibat pembakaran yang tidak sempurna dalam mesin. Selain gas karbon monoksida pembakaran tidak sempurna mengeluarkan gas karbon dioksida yang juga berbahaya bagi lingkungan. Pembakaran tidak sempurna dalam mesin mobil terjadi karena kondisi mobil yang tidak terawat. Dalam kondisi kurang terawat, mesin masih bisa berfungsi, tetapi akan mengeluarkan gas beracun, selain itu mesin yang kurang terawat juga boros bahan bakar.  
 
Kejadian di Kuningan, Jawa Barat diatas menjadi reklame buruk bagi Mercedes. Selama ini Mercedes sebagai mobil kategori “high-end” dianggap orang aman, terutama terhadap benturan/tabrakan. Ternyata tingkat keamannya sangat rendah terhadap  emisi gas buang. Sampai menewaskan 4 penumpangnya. Dalam kasus di Kuningan, kemungkinan besar sopir merasa lelah, sehingga perlu istirahat, lalu mereka istirahat dalam keadaan mesin mobil tetap hidup. Karena mobil berhenti, karbon monoksida masuk ke kabin mobil lalu menewaskan penumpangnya. Dalam keadaan mobil melaju, meski mesin mengeluarkan karbon monoksida, tapi gasnya tidak masuk kedalam kabin karena tertinggal oleh mobil yang bergerak.  Karena itu di beberapa tempat parkir dilarang menghidupkan mesin mobil yang berhenti supaya kalau ada karbon monoksida, tidak masuk kedalam mobil.
Keamanan mobil tidak dapat hanya dilihat dari kehandalan konstruksinya. Mercedes yang selama ini dikampanyekan sebagai mobil aman, sudah membunuh penumpangnya. Padahal Fernando Alonso dan Lewis Hamilton baru saja berjaya di Sepang, Malaysia dengan mobil Formula Satu Mercedesnya.

3 thoughts on “Korban Karbon Monoksida

  1. Berdasar info yang saya dapat dari rekan anggota mercedes-benz club di Surabaya, pada bagasi mobil mercedes tersebut ditemukan potongan knalpot bagian belakang, dan ternyata knalpot memang putus pada bagian tengah. Artinya emisi gas buang mobil tersebut keluar dari bagian bawah mobil, yang kemudian dalam keadaan berhenti kemungkinan gas CO memasuki sela-sela mobil.

    Jika ini benar, alangkah baiknya kita pastikan knalpot mobil kita tidak berlubang atau putus, yang menyebabkan emisi gas buang tidak tersalurkan sampai ke belakang mobil, tetapi keluar hanya sampai bagian bawah mobil kita.

    Jika kita perhatikan pada mobil mercedes sejak type w123 (disebut mercy tiger di Indonesia), pada knalpot standard, ujungnya nya selalu menghadap ke bawah. Berdasarkan informasi, hal ini memang didesain untuk menghindari terjadinya turbulensi yang besar pada gas buang, ketika mobil sedang berjalan. Artinya jika ada kebocoran pada karet2 di belakang mobil, masuknya CO akibat turbulensi ketika mobil sedang berjalan ini, bisa dihindari.

    Saya juga pernah mengalami hal dimana bau emisi gas buang terasa masuk ke kabin, sehingga kaca langsung saya buka. Hal ini terjadi sewaktu terjadi kebocoran knalpot pada Mercy 300E yang sedang saya kendarai, dan saya sedang berhenti di traffic light.

    Terima kasih

    Like

  2. Pengalaman anda dengan bau gas yang masuk ke kabin mobil, saya kira bau gas itu itu bukan CO. Karena CO tidak berbau dan tidak berwarna. Diantara emisi kendaraan bermotor, emisi CO memang yang paling berbahaya, termasuk karena tidak bias dideteksi secara visual dan berdasarkan bau. Intinya memang pemeliharaan kendaraan secara rutin, termasuk knalpot. Knalpot yang bocor juga mengakibatkan boros dan emisi yang tidak baik.

    Terimakasih komentarnya. Salam

    Like

  3. kalau CO itu tidak berbau, lalu gas buangan dari kendaraan bermotor yang tercium baunya oleh kita, yang seringkali membuat pusing bila kita menghirupnya, itu sebenarnya bau dari gas apa ya?
    thx.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s