Tunggu Hasil Laboratorium

Jawa Pos, Senin, 16 Apr 2007,

Pemkot dan Polisi Soal Luapan PT SIER
SURABAYA – Pemkot Surabaya belum bertindak terkait luapan dari saluran drainase PT Surabaya Industrial Estate Rungkut). Mereka menunggu hasil laboratorium yang dijanjikan keluar besok. Polda Jatim idem ditto. Meski begitu, Polda mengaku sudah mengantongi data soal sistem pembuangan limbah di PT SIER.

Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Pemkot Togar Arifin Silaban mengungkapkan bahwa siap pemkot soal luberan itu ditentukan dari hasil pemeriksaan laboratorium.

Seperti diberitakan, Senin (9/4), air jorok dari saluran drainase PT SIER meluberi perumahan Rungkut Lor. Air itu hitam pekat, berbuih, dan berbau menyengat. Beberapa warga curiga, air itu adalah luapan limbah PT SIER. Namun, pengelola kawasan industri itu mengatakan bahwa air itu “cuma” luberan dari saluran drainase yang dibangun kurang layak.

Menyelidiki kasus itu, Rabu (11/4), Polda Jatim mengambil sampel air dari tiga titik. Yaitu, dari sumur warga Kali Rungkut, saluran air PT SIER, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Brebek.

Togar mengatakan, dari hasil pemeriksaan laboratorium tersebut bisa diketahui komponen dan bahan-bahan yang terkandung dari luapan drainase tersebut. “Benar atau tidak air itu mengandung limbah pabrik yang berada di kawasan PT SIER,” katanya.

Jika air itu berlimbah, pemkot lantas bertindak. Perusahaan di kawasan SIER diawasi secara ketat. Selain itu, pemkot juga segera menelusuri perusahaan mana saja yang nakal, membuang limbahnya ke saluran drainase. Selanjutnya, perusahaan tersebut ditindak. Entah diberi sanksi atau dicekal izin operasinya.

Menurut Togar alternatif penyelesaian masalah yang dapat dilakukan saat ini adalah pengerukan saluran dari sedimentasi. Dengan begitu pendangkalan saluran dapat dikurangi dan volume saluran dapat bertambah. “Meskipun hujan deras, kalau salurannya dalam, kejadian seperti kemarin tidak akan terjadi lagi,” ungkap Togar.

Togar juga berharap warga turut menjaga kelancaran air meski mereka ikut memanfaatkan saluran drainase PT SIER tersebut. “Kebersihan saluran tersier adalah tanggung jawab warga. Mereka harus bergotong royong membersihkannya agar tidak meluap,” tegasnya.

Satuan Pidana Tertentu (Satpidter) Polda Jatim yang menangani kasus dugaan pencemaran tersebut juga masih menunggu hasil uji laboratorium. “Yang meneliti adalah laboratorium Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jatim. Tapi, kami tidak tahu hasilnya selesai kapan,” kata Kasatpidter Polda Jatim AKBP I Nyoman Sukena.

Menurut dia, sebelum ada hasil uji lab itu, polisi belum bisa menyidik. “Setiap kasus lingkungan selalu didahului uji lab. Kalau memang positif ada limbah, baru kami akan panggil saksi-saksi sampai menetapkan tersangka,” jelasnya.

Meski belum memulai penyidikan, polisi sudah mengumpulkan sejumlah data mengenai sistem pembuangan limbah di PT SIER. “Data-data itu nanti bisa jadi pendukung jika memang kasus ini berlanjut ke tahap penyidikan,” kata Sukena. (cie/fid)

Sumber : disini

One thought on “Tunggu Hasil Laboratorium

  1. Pingback: Silaban Brotherhood

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s