UCLG-ASPAC di BATAM

UCLG-ASPAC di BATAM

Kota Batam menjadi tuan rumah penyelenggaraan “Annual Training & Forum UCLG Asia Pacific” untuk tahun 2007 yang diselenggarakan tanggal 15-17 April. Kota-kota dari berbagai negara di wilayah Asia-Pacific diundang menghadiri kegiatan tahunan itu. Tema yang dibahas adalah “Investment Climate and City Cleanliness”. Tema ini sengaja dipilih untuk mendorong peningkatan investasi di kota-kota Asia Pacific dengan mengintegrasikan kebersihan lingkungan kota.  Pemilihan Batam sebagai “host” tentulah mempunyai alasan tersendiri bagi UCLG-ASPAC. Pada event itu saya mewakili Surabaya mempresentasikan program “Community Based Waste Management” yang sedang giat-giatnya dilaksanakan.

Batam memanfaatkan event ini untuk mempromosikan iklim investasi, dengan harapan melalui forum ini informasi mengenai peluang investasi di Batam dapat disebarluaskan ke wilayah Asia Pacific.  Peserta dari negara-negara lain juga mempromosikan peluang investasi di kota mereka. Sehingga masing-masing kota menampilkan keunggulan masing-masing.

Sayangnya peserta umumnya adalah pengelola kota sehingga tidak dapat mencapai sasaran yang lebih luas. Bila saja peserta forum ini melibatkan kalangan dunia usaha dan investor, maka promosi investasi yang dilakukan akan memberikan hasil yang lebih nyata.

Salah satu kota peserta yaitu Jeju di Korea, mempresentasikan pengalaman dalam merevitalisasi sungai yang melintas di kota tersebut. Melalui program revitalisasi sungai, kota Jeju meningkatkan kualitas lingkungan sungai  menjadi kawasan yang menarik.

Jeju juga mempromosikan persiapannya menjadi host bagi UCLG World Congres & Forum pada bulan Oktober 2008.  Kegiatan ini merupakan agenda sekali tiga tahun bagi UCLG World untuk bertukar pengalaman antara satu kota dengan lainnya di seluruh dunia. Event ini diharapkan dihadiri oleh sekitar 3,000 peserta dari seluruh dunia.  Dengan jumlah peserta sebesar itu, UCLG World Forum merupakan wadah yang sangat tepat untuk mempromosikan kota.

Untuk menjadi tuan rumah kegiatan kongres yang dihadiri oleh 3,000 peserta dari seluruh dunia bukanlah pekerjaan enteng. Syarat utama adalah tersedianya venues bagi peserta sejumlah itu. Ketersediaan kamar hotel bagi 3,000 peserta sekaligus untuk selama 3-4 hari tanpa mengurangi kebutuhan reguler bukanlah suatu hal yang mudah.  Di Indonesia, mungkin hanya Jakarta dan Bali yang bisa menyediakan kamar sebanyak itu. Itupun hotel akan tersebar diseluruh bagian kota. Surabaya, belum mampu menyediakan 3,000 jumlah kamar untuk satu event sekaligus.  Selain kamar hotel, tentu diperlukan ruangan-ruangan untuk seminar, workshops, display dan kegiatan-kegiatan pendukung lainnya. Belum lagi kemampuan pengorganisasin kegiatan yang juga berskala sebesar itu, tentu membutuhkan profesionalisme yang tinggi. Manajemen kongres untuk 3,000 orang mungkin bisa dipersiapkan bila disediakan waktu yang cukup. Tetapi menyiapkan venues. tentulah tidak mudah.

Maka untuk menjadi tuan rumah UCLG World Forum, kota-kota di Indonesia harus benar-benar berhitung secara matang.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s