ADIPURA

Dalam rangka peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah memberikan penghargaan ADIPURA kepada daerah/kota yang dinilai berhasil memelihara dan meningkatkan kebersihan dan keteduhan di daerah-masing-masing.  Penilaian Adipura tahun  2007 dilakukan sejak bulan Agustus 2006. Penilaian dilakukan sebanyak dua kali, penilaian kedua dilakukan pada akhir Februari  2007. Kemudian hasil dari kedua penilaian diverfikasi oleh sebuah tim pada bulan Mei 2007.  Masing-masing daerah/kota dinilai  untuk sejumlah kriteria/bidang untuk kebersihan dan kerapihan kawasan. Hasil dari dua kali penilaian dan verifikasi itulah yang  menghantarkan Surabaya mendapatkan penghargaan Adipura tingkat Kota Raya (Metropolitan)  pada 2007.

Proses penilaian Adipura yang dilakukan di Surabaya sesungguhnya cukup panjang dan membuat beberapa pihak di Surabaya cukup was-was. Bagaimana tidak, pada penilaian pertama, Surabaya memperoleh nilai yang lebih rendah kalau dibandingkan tahun 2005-2006. Meski tidak diumumkan secara resmi, hasil penilaian tahap pertama untuk Surabaya memang tidak menggembirakan. Dari berbagai kriteria yang dinilai, ada beberapa bidang yang cukup baik, tetapi ada beberapa bidang yang  nilainya rendah. Kriteria yang nilainya rendah antara lain pasar tradisional, kebersihan badan air permukaan dan TPA.  Untungnya  ada beberapa kriteria yang nilainya cukup tinggi, sehingga bisa mengangkat nilai keseluruhan. Kriteria lainnya antara lain,  kebersihan rumah sakit, kawasan perumahan, pelabuhan, perkantoran, dan ruang terbuka hijau.

Satu tim penilai Adipura terdiri dari tiga  orang unsur Pemerintah Pusat ditambah satu orang dari Pemerintah propinsi dan satu orang dari perguruan tinggi/LSM. Masing-masing anggota tim melakukan penilaian sendiri-sendiri terhadap kriteria yang sudah ditetapkan dengan metodologi penilaian yang juga sudah ditetapkan. Hasil dari penilaian masing-masing anggota tim dianalisa dan digabung untuk mendapatkan penilaian akhir untuk suatu kota/daerah.  Hasil penilaian tim tersebut harus dilaporkan kepada Tim Supervisi di Pusat. Setiap Tim Penilai harus menjelaskan penilaiannya kepada Tim Supervisi dilampiri bukti-bukti yang diperlukan termasuk foto-foto obyek yang dinilai. Tim Supervisi Pusat akan mengevaluasi hasil Tim Penilai yang diperoleh dari daerah. Untuk membantu penilaian oleh Tim Penilai, disiapkan suatu paket komputer dengan menggunakan spreadsheet, sehingga anggota penilai  lebih mudah melakukan penilaian di lapangan untuk menetapkan skor.

Ketika Tim Penilai mendatangi suatu daerah/kota, mereka tidak diperkenankan untuk memberitahukan jadwal penilaian dan tidak diperkenankan untuk berhubungan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Pemerintah Kabupaten dan Kota hanya diberitahu ancar-ancar waktu penilaian tanpa memberitahu tanggal pasti Tim Penilai berada di lapangan. Untuk tiap kriteria, Tim Penilai menetapkan beberapa obyek yang akan dinilai baik untuk “Penilaian Lengkap”, maupun “Penilaian Cepat”. Sebagai contoh untuk kriteria perkantoran, ditetapkan satu atau dua kantor yang akan dilakukan “Penilaian Cepat”, dan kemudian dua sampai empat kantor lainnya untuk “Penilaian Lengkap”.  “Penilaian Cepat” adalah penilaian yang didasarkan pada pengamatan fisik. Misalnya kebersihan suatu kantor dan fasilitas  kebersihan di kantor tersebut, seperti tempat sampah, petugas kebersihan, tanaman hias dan hal-hal yang berhubungan secara fisik dan kasat mata terhadap aspek kebersihan dan keindahan suatu kantor.  Pada “Penilaian Lengkap”, maka selain pengamatan fisik terhadap kebersihan dan fasilitasnya, dilakukan juga tanya jawab dengan petugas kebersihan, penilaian terhadap mekanisme” pelaksanaan kebersihan dan hal-hal yang bersifat “non fisik” dari sistem kebersihan dan kerapihan kantor tersebut. Termasuk, apakah ada “aturan main” yang ditetapkan dalam pengelolaan kebersihan di kantor tersebut. Apakah ada pemberlakukan sangsi bagi mereka yang melanggar “aturan main” yang ditetapkan. Yang termasuk juga dinilai adalah sistim monitoring terhadap pengelolaan kebersihan dan keindahan.  Dengan demikian “penilaian lengkap” mengevaluasi aspek fisik dan aspek non fisik dari suatu obyek yang dipantau. Dengan proses dan metodologi tersebut,  sistim penilaian Adipura sesungguhnya  sudah memiliki kehandalan yang cukup baik.

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas penilaian Adipura.  Menurut beberapa rapat yang saya pernah ikuti dengan KLH di Jakarta, kedepan, sistem penilaian Adipura akan ditingkatkan lagi sehingga lebih baik. Kriteria penilaiannya lebih ditingkatkan dan komponen yang dinilai diperkaya. Kalau selama ini obyek penilaian Adipura menitikberatkan aspek fisik suatu kota, dimasa depan, bobot penilaian non fisik akan bertambah. Selama ini penilaian Adipura belum dikaitkan dengan kebijakan dan strategi pembangunan suatu kota. Karena itu dimasa yang akan datang strategi pembangunan kota akan dijadikan sebagai unsur yang dinilai. Pendekatan ini dilandasi pemikiran bahwa kegiatan pembangunan seharusnya didasari oleh suatu strategi yang sistematis, terstruktur, terukur dan mempunyai metodologi yang baik. Dengan pendekatan itu, maka kegiatan pembangunan diharapkan dapat berjalan mengikuti pola yang terarah. Karena itu bila kriteria non fisik seperti ini   dimasukkan sebagai unsur penilaian Adipura, maka sistem Adipuranya sendiri menjadi lebih kaya dan lebih berbobot.

7 thoughts on “ADIPURA

  1. Jadi teringat jaman SMP dulu di Pematang Siantar. Begitu bangganya pemerintah setempat dan warga mendapatkan penghargaan Adipura. Sampai2 diadakan pawai keliling kota mengarak Piala Adipura itu.. Ngga hanya itu, bahkan sampai dibangun tugu berbentuk piala Adipura di beberapa tempat disana.. Tapi sepertinya pesona Adipura ini makin lama makin meredup..

    Like

  2. Ya, wajar saja kalau orang merasa senang diberi penghargaan, kesenangan itu dituangkan dengan arak-arakan dan lainnya. Kenyataannya, ada orang-orang yang sudah bekerja keras untuk membersihkan kota dan meningkatkan kualitas lingkungan.
    Tukang sapu jalan dan tukang sampah itulah sesungguhnya yang sudah bekerja keras untuk penghargaan itu.

    Kriteria penilaian Adipura semakin hari semakin disempurnakan. Sekarang tim penilai turun ke lapangan, lalu memberikan penilaian dilapangan saat itu juga, hasil penilaian dibuat berita acara lalu ditandatangani oleh masing-masing anggota, kamudian dikumpulkan ketua tim. Maksudnya agar anggota tim tidak sempat berubah penilaiannya. Memang hasil dari lapangan masih akan diverifikasi oleh rapat tim, tapi berita acara di lapangan menjadi acuan.
    Sejujurnya Adipura juga masih mempunyai beberapa kelemahan, karena pengamatan tim penilai selama beberapa hari di lapangan tentulah belum bisa “memotret” keseluruhan performance kota. Karena itu kriteria penilaian Adipura terus disempurnakan.
    Dan yang lebih penting JANGAN MENJADIKAN ADIPURA sebagai tujuan. Adipura hanyalah instrumen untuk mengukur sampai dimana upaya kota untuk mewujudkan kebersihan lingkungan.
    Kebetulan saya beberapa kali diundang ikut rapat dengan Pemerintah Pusat untuk menyempurnakan kriteria penilaian, jadi kedepan kriteria itu akan lebih disempurnakan. Masalahnya adalah semakin detail kriteria penilaian, maka semakin banyak waktu untuk menilai. Bayangkan, seluruh kota di Indonesia dinilai dengan detail, berapa lama penilaiannya dan biayanya juga tidak sedikit.

    Like

  3. PAK, PENILAIAN ADIPURA SEKARANG MENSYARATKAN PERDA/RAPERDA PERSAMPAHAN? DISISI LAIN PEMERINTAH PUSAT TIDAK KONSISTEN MEMBUAT PP PERSAMPAHAN SBG TURUNAN DR UU PENGELOLAAN SAMPAH, SEDANGKAN SAMPAI SAAT INI PEMDA KESULITAN MEMBUAT PERDA PERSAMPAHAN KARENA ADA KEKHAWATIRAN PERDA YG SDH TERLANJUR DIBUAT AKAN BERTENTANGAN DG PP YG BELUM KUNJUNG JADI TSB, BAGAIMANA INI?

    Like

  4. kota-kota yang telah mendapatkan adipura merupakan cerminan dari kesadaran seluruh masyarakat dan pemerintah setempat serta seluruh pihak untuk berkomitmen, berpartisipasi, dan berperan aktif untuk menciptakan kota yang bersih, teduh dan indah.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s