Vehicular Emission Test

Pekan ini dilaksanakan test emisi kendaraan bermotor di Surabaya. Selama tiga hari berturut-turut mulai Selasa 20 Juni 2007 dilakukan pemeriksaan di 3 lokasi. Hari pertama dilakukan di depan Balaikota di Jl. Taman Surya, hari kedua dilakukan di Jl. Raya Darmo dan hari ketiga dilakukan di Jl. Gembong. Test dilakukan untuk mengukur emisi kinerja kendaraan bermotor roda 4 di Surabaya.

Pengukuran emisi kendaraan bermotor (Vehicular emission test) dilakukan untuk mengetahui kadar emisi gas buang beberapa indikator utama seperti Hidro Carbon, Partikulat, NOx dan SOx. Untuk berbagai jenis kendaraan bermotor, Kementerian Lingkungan Hidup sudah menetapkan baku mutu emisi gas buang. Dengan melakukan test, maka akan diketahui tingkat emisi gas buang apakah memenuhi baku mutu yang ditetapkan atau melampaui baku mutu.

Seorang teman pernah bertanya kepada saya, “Kalau emisi gas buang sudah tau dan melampaui baku mutu, lalu mau diapakan?”. Lebih jauh ia bertanya: “Apa manfaatnya melakukan test emisi”. Apakah dengan test emisi lantas udara menjadi bersih”.

Pertanyaan itu wajar disampaikan, karena setiap kali uji emisi disosialisasikan, selalu disebutkan bahwa test emisi adalah bagian dari upaya untuk mendukung peningkatan kualitas udara.

Untuk meningkatkan kualitas udara perkotaan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, penataan ruang merupakan upaya ditingkat awal untuk mendistribusikan kegiatan masyarakat secara lebih merata. Dengan pendistribusian itu maka jumlah masyarakat dan kendaraan bermotor akan terdistribusi juga ke seluruh penjuru kota, sehingga tingkat kemacetan di pusat kota bisa dikurangi. Pada kondisi lalu lintas macet, maka pada umumnya konsentrasi emisi gas buang kendaraan bermotor akan meningkat di satu tempat. Kedua, peningkatan sistem manajemen transportasi. Sistem manajemen transportasi kota yang baik akan dapat mengurangi kemacetan; memberi fasilitas kepada pengguna transportasi pilihan untuk mendukung kegiatan mereka.

Ketiga, perlu diusahakan transportasi yang menggunakan teknologi bersih. Mesin kendaraan yang ramah lingkungan akan mengeluarkan emisi gas buang yang rendah pencemaran. Keempat, penggunaan bahan bakar ramah lingkungan. Teknologi bersih sangat erat dengan ketersediaan bahan bakar bersih. Karena dalam perkembangannya, teknologi otomotif bersih mutlak memerlukan bahan bakar bersih. Kelima, penerapan pemeliharaan dan perawatan kendaraan secara benar dan teratur.
Bila kelima hal itu dapat dilakukan secara bersama dan terpadu, maka udara perkotaan akan bisa sesegar udara pegunungan.

Pertanyaanya apakah hal itu bisa dilakukan di Indonesia ??. Di negara-negara yang peduli lingkungan hal itu sudah banyak dilakukan. Banyak negara sudah berhasil. Di Indonesia pelaksanaannya masih terseok-seok. Salah satu upaya, ya melakukan uji emisi seperti disebutkan diatas untuk melihat tingkat pemeliharaan kendaraaan. Kota-kota di Indonesia masih harus menempuh jalan panjang untuk menjadikan udara kota sesegar udara pegunungan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s