Mau kemana Lingkungan Surabaya ?

Saya diminta menjelaskan permasalahan lingkungan hidup Surabaya kepada sejumlah wartawan Surabaya. Semula saya agak bingung juga harus mulai dari mana menjelaskannya kepada wartawan. Pada saat yang hampir bersamaan seorang teman lewat email bertanya tentang konsep pengelolaan lingkungan hidup Surabaya. Pertanyaan pendek yang memerlukan penjelasan sangat panjang dan melelahkan.

Lingkungan hidup perkotaan seperti Surabaya bukanlah sesuatu yang mudah untuk diuraikan. Ibarat setumpuk benang yang kusut saling bertautan diatas meja, kita ingin menata benangnya menjadi rapi tanpa harus memutusnya. Mungkin kira-kira seperti itulah permasalahan lingkungan hidup perkotaan metropolitan di negara-negara berkembang termasuk di Surabaya. Lalu bagaimana menjelaskannnya kepada penanya itu, dan yang lebih penting lagi bagaimana menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup di Surabaya sehingga kota ini menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali, nyaman dikunjungi dan menguntungkan untuk investasi.

Setidaknya dari kacamata lingkungan hidup ada beberapa permasalahan penting yang perlu dilakukan agar Surabaya nyaman dikunjungi, nyaman ditinggali dan menguntungkan untuk investasi. Pertama, sanitasi dan air limbah perkotaan harus ditata dengan baik. Banyak fakta menunjukkan bahwa sanitasi yang buruk berkorelasi langsung dengan tingginya kasus demam berdarah, diare, infeksi saluran pernafasan atas, bahkan kasus flu burung. Kejadian penyakit menular yang disebutkan tadi semakin lama semakin tinggi frekuensinya di Surabaya. Bukan tidak mungkin bahwa kontributor utamanya adalah sistim sanitasi yang kurang memadai. Sudah banyak diketahui bahwa sitim sanitasi dikota ini hanyalah sistim sanitasi setempat yang mengandalkan septik tank. Bahkan masih banyak limbah rumah tangga yang langsung dialirkan ke saluran dan sungai. Indikator dari keadaan ini adalah banyaknya saluran disekitar perumahan yang tergenang dan berwarna hijau kehitaman dengan bau yang menyengat. Hal itu terjadi karena limbah rumah tangga terdekomposisi di saluran. Indikator lainnya adalah tingginya lumpur di saluran drainase di kawasan permukiman. Lumpur itu berasal dari limbah rumah tangga yang mengendap.

Jadi tegasnya limbah rumah tangga di kota ini tidak diolah secara memadai. Penduduk kota yang sekitar 3 juta di malam hari dan menjadi 4 juta disiang hari, maka ke 4 juta manusia itu setiap hari menimbun limbah di kota ini. Kalau sehari seorang menimbun limbah sekitar 300 gram (maaf dari BAB), maka hampir seperlimanya menjadi lumpur. Secara kasar lumpur yang ditimbun selama setahun oleh 4 juta orang di kota ini adalah seberat 87.000 ton. Semua lumpur dari limbah itu tentulah tidak menghilang begitu saja, tetapi sebagian besar mengendap di saluran dan mendangkalkannya. Jadi selain mencemari lingkungan, limbah rumah tangga juga punya andil besar dalam penyebab banjir. Hal itulah yang sebagian saya jelaskan kepada sejumlah wartawan Surabaya di Bagian Humas Pemkot Surabaya 23 Juli 2007.

Lalu bagaimana mengatasinya. Saya akan coba uraikan pada posting yang lain.

4 thoughts on “Mau kemana Lingkungan Surabaya ?

  1. Terima kasih, Pak Togar.Informasi Anda berguna bagi pengelolaan lingkungan di Surabaya. Satu hal lagi, saya akan mengutip beberapa artikel dari blog Anda untuk kebutuhan penulisan artikel di Majalah Gapura. Sekali lagi terima kasih.

    Like

  2. Terimakasih kembali kepada mas Adhi.
    Posting di site ini silahkan dikutip. Hal itu sudah dijamin pada Disclaimer. Bila anda mengutip dari site ini, akan sangat dihargai bila menyebutkan juga sumbernya. Terimakasih.

    Like

  3. Trimakasih emailnya. Ya mudah-mudahan segera dilanjut. Tapi mungkin tidak sistematis, karena bisa saja ada topik yang menarik yang perlu segera dipublish. Satu lanjutan sudah keluar.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s