2100: Akhir Dunia ???

Pada Asia-Pacific Seminar 31 Juli-3 Agustus di Bangkok, terungkap suatu laporan ilmiah yang mencengangkan dari National Institute Environmental Studies (NIES) Jepang. DR. Nijiro, ahli climate change dari NIES mengungkapkan bahwa berdasarkan perhitungan dengan bantuan superkomputer, diperkirakan pada tahun 2100, temperatur rata-rata bumi akan meningkat 10 derajat Celcius dari kondisi 2006.

DR. Nijiro, mempresentasikan hasil penelitian NIES yang menggunakan laporan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tentang prediksi pemanasan global. NIES mengembangkan suatu model prakiraan iklim yang menggunakan superkomputer canggih untuk menghitung kenaikan temperatur rata-rata bumi. Dengan mempertimbangkan beberapa faktor yang mempengaruhi temperatur rata-rata bumi, para ahli dapat menghitung kenaikan rata-rata temperatur bumi. Para ahli itu kemudian berhasil melakukan perhitungan yang akurasinya dinilai cukup tinggi. Dengan bantuan superkomputer itu diperkirakan pada tahun 2100, maka temperatur rata-rata bumi akan meningkat 10 derajat Celcius dari kondisi tahun 2006.

Laporan DR. Nijiro tersebut mengagetkan para peserta seminar, karena menurut IPCC dengan laju peningkatan rata-rata temperatur bumi sebesar 1 derajat celcius per 10 tahun, maka es di kutub Utara akan semakin mencair, demikian juga es penutup puncak gunung-gunung tinggi dunia. Akibatnya permukaan rata-rata laut bisa naik sekitar 2-3 meter. Maka bila ini terjadi kota-kota pantai seperti Jakarta, Surabaya, Makasar akan tenggelam pada tahun 2050. Beberapa pulau di Indonesia dan di negara kepulauan lainnya termasuk Selandia Baru, Samoa, akan hilang.

Konon pada jaman es beribu tahun yang lalu Pulau Papua dan Australia terhubung dengan daratan, tandanya adalah terdapatnya beberapa spesies binatang yang hampir sama di kedua tempat itu. Tetapi setelah temperatur bumi meningkat, maka es meleleh, kedua daratan itu terpisah oleh lautan. Proses pemisahan Australia dan Papua pada waktu itu memakan waktu yang cukup lama sampa ribuan tahun. Tetapi pada abad 21 ini, akibat percepatan pemanasan bumi sangat cepat, maka proses tenggelamnya pulau-pulau akan terjadi dalam puluhan tahun saja.

Selain tenggelamnya pulau-pulau akibat mencairnya es di kutub Utara, peningkatan temperatur rata-rata bumi sebesar 10 derajat celcius akan mengakibatkan tanaman pertanian yang ada sekarang tidak akan bisa tumbuh. Bayangkan kalau temperatur rata-rata Surabaya sekarang sekitar 29 derajat Celcius, maka di tahun 2100 temperatur akan bisa mencapai 40 derajat Celcius bahkan lebih. Padi, umbi-umbian, jagung, kacang, tomat dan tanaman sayuran tidak akan tahan pada temperatur rata-rata 38-40 derajat Celcius. Akan terjadi bencana kelaparan akibat tanaman tidak bisa tumbuh. Mungkin akan ditemukan spesies baru yang lebih tahan terhadap panas. Tetapi para ahli belum yakin apakah spesies baru itu bisa mencukupi kebutuhan pangan dunia yang sangat besar.

Selain tanaman yang tidak bisa tumbuh, ternak juga akan sulit didapat. Pada temperatur 40 derajat sebagian besar ternak sapi, kerbau, kambing, babi, ayam akan mungkin akan tidak bisa bertahan. Paling-paling hanya unta yang akan tahan dengan temperatur setinggi itu. Maka kebutuhan pangan manusia akan terancam, kelaparan besar mungkin akan terjadi.

Kalau semua hal itu akan terjadi, bukankah tahun 2100 itu sudah bisa disebut sebagai akhir dunia. Lalu kalau hal itu sudah bisa diprediksi, apakah hal itu tidak bisa dihindari. Beberapa ahli merasa yakin, bahwa laju pemanasan global bisa dikurangi. Pengurangan laju pemanasan bisa dikurangi dengan langkah bersama seluruh penduduk bumi. Pencanangan Kyoto Protocol dan protocol-protocol lainnya untuk mengantisipasi perubahan iklim sudah dilakukan. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bahkan sudah mencanangkan kampanye yang disebut COOL EARTH 50. Dengan kampanye itu Jepang mengambil langkah kepeloporan untuk mengajak penduduk bumi melakukan penghematan energi. Mantan wakil presiden Amerika Al Gore juga tidak henti-hentinya berkampanye tentang perubahan iklim termasuk mensponsori konser musik LIVE EARTH yang tujuannya mengajak warga dunia untuk bersama mengantisipasi perubahan iklim.

Meski peningkatan temperatur bumi tidak terjadi tiba-tiba, tapi model yang dikembangkan oleh IPCC dan NIES tersebut menunjukkan bahwa percepatan peningkatan temperatur bumi dalam 100 tahun terakhir ini sangat besar dibandingkan dengan periode sebelumnya. Buku yang ditulis oleh mantan wakil presiden Amerika, Al Gore, dengan judul “Earth in a Balance“, juga menunjukkan data-data dan kesimpulan yang sama dengan apa yang disampaikan oleh DR. Nojiri.

Kalau gambaran pemanasan global itu terus terjadi dan tidak ada intervensi yang terus-menerus dan konsisten, maka apa yang digambarkan diatas rasanya tidak berlebihan. Pertanyaannya apakah pemanasan global itu tidak bisa dihindarkan. Jawabannya, bisa. Tetapi untuk itu diperlukan komitmen yang tinggi dari semua warga dunia dengan melakukan tindakan lokal yang semua mengarah kepada perlindungan iklim.Apa yang sudah dilakukan di Indonesia untuk antisipasi perubahan iklim ??.

23 thoughts on “2100: Akhir Dunia ???

  1. buat para pembaca jangan terpengaruh dengan isu-isu tentang kiamat, karna tak ada satupun umat manusia dibumi ini yg tau kapan dtngnya hari kiamat,,, hanya allah s.w.t yang tau.

    Like

  2. Domain tulisan ini adalah dari segi kajian science semata. Tulisan ini tidak membahas dan melihat dari segi agama dan keyakinan. Dalam tulisan diatas, saya sama sekali tidak menggunakan kata “Kiamat”, karena menurut saya terminologi kiamat ada dalam domain agama. Jadi mohon dibedakan domain agama dengan domain science. Semoga bisa menjelaskan.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s