Eco-logy & Eco-nomy

Dari segi ilmu, Eco-logy dan Eco-nomy adalah dua ilmu yang berbeda. Dalam dunia nyata seringkali eco-nomy mendominasi bahkan mengalahkan eco-logy. Padahal kalau dari struktur suku katanya Eco-logy dan Eco-nomy mempunyai unsur suku kata yang sama yaitu “eco”. Bahkan suku kata kedua nomy dan logy masih mempunyai persamaan, yaitu bunyi suku kata terakhir yang hampir sama. Ibarat pantun, logy dan nomy sebenarnya hampir sama.

Kenyataan dilapangan memang tidak selalu sesuai dengan teori suku kata dan pendekatan linguistik antara eco-logy dan eco-nomy. Dengan berbagai alasan seringkali eco-nomy merusak eco-logy. Demi pembangunan ekonomi lingkungan rusak. Dalam jangka pendek pembangunan ekonomi yang cenderung merusak ekologi seolah-olah memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Meskipun secara jangka panjang, kerusakan ekologi akhirnya menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat luas. Tapi orang sering lebih mementingkan jangka pendek, karena hasil kegiatan jangka pendek langsung dapat dilihat. Sementara hasil jangka panjang seolah tidak memberikan hubungan yang jelas antara kegiatan dan manfaat.

Fenomena ini sudah banyak dibicarakan diberbagai lapisan dan diberbagai tempat. Sudah banyak buku ditulis mengenai itu. Seminar dan workshop sring dilaksanakan untuk membahas ekonomi dan ekologi. Tidak kurang ahli menelitinya, bahkan mungkin banyak orang mendapatkan gelar master dan doktor karena membahas hubungan antara ekologi dan ekonomi. Tapi toh pengrusakan ekologi, pengrusakan lingkungan oleh kegiatan ekonomi terus berlangsung. Kerugian ekonomi akibat kerusakan lingkungan malahan sepertinya semakin besar.

Mantan Wakil Presiden Amerika, Al Gore, dalam bagian bukunya “Earth in Balance” menjelaskan bahwa sesungguhnya ekonomi dan ekologi harusnya dilihat dan diperlakukan sebagai suatu kesatuan. Setiap kegiatan ekonomi sesungguhnya selalu mempunyai dua output yaitu “produk” dan limbah. Karena sesuai Hukum Termodinamika Pertama, dalam setiap proses tidak pernah ada massa yang hilang. Yang terjadi cuma perubahan bentuk atau perubahan sifat. Maka dalam setiap kegiatan ekonomi juga tidak ada massa yang hilang, ada keluaran yang berupa produk dan berupa limbah. Tapi sering kali kegiatan ekonomi, orang hanya menghitung “produk” sementara “limbah” sering tidak diperhatikan. Ketika limbah semakin banyak dan menimbulkan dampak, maka barulah diadakan penanganan yang ujungnya menjadi kerugian ekonomi.

Padahal seandainya “limbah” sudah diinternalisasikan dalam setiap pertimbangan dalam kegiatan ekonomi, kerugian yang mungkin timbul dapat ditekan menjadi sangat rendah. Tapi itulah sejarah manusia, selalu mengulangi kesalahan yang sama.

Indonesia sesungguhnya punya ahli yang bisa meramu eco-logy dan eco-nomy menjadi “magic poison” ramuan ajaib yang ampuh. Profesor Emil Salim, yang awalnya adalah ahli eco-nomy, tapi kemudian belakangan menjadi ahli eco-logy, ahli lingkungan, sesungguhnya punya banyak pemikiran yang konstruktif memadukan eco-logy dan eco-nomy. Tidak ada yang meragukan kepakaran beliau di dua bidang itu. Apakah pemikiran-pemikiran Emil Salim terlalu teoritis atau pengambil kebijakan tak mau peduli dengan gagasan Emil Salim.

Atau banyak pengambil keputusan mungkin tak memperdulikan lagi hubungan antara eco-logy dan eco-nomy. Yang penting mencari keuntungan SESAAT saja, yang sesungguhnya bisa menjadi keuntungan SESAT.

CATATAN:
Harian Kompas, 27 Agustus, halaman 32,  menurunkan tulisan tentang Prof. Emil Salim, dengan judul Ekonomi yang Ekologi. Isinya bagaimana Prof. Emil Salim, seorang ahli ekonomi ditunjuk oleh Soeharto menjadi  Menteri Lingkungan pada tahun 1978. Artikel Kompas tidak ada hubungannya dengan posting diatas.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s