Marketing Kota

“Sekolah kok dijual?”, begitu judul berita salah satu koran kemarin. Ternyata yang dimaksud berita itu adalah bagaimana memasarkan sekolah, bukan menjual bangunan atau aset fisik sekolah. Dengan menjual dan memasarkan sekolah, maka diharapkan murid yang akan mendaftar adalah murid yang mempunyai kemampuan baik. Sehingga sekolah bisa berprestasi baik. Analogi yang sama juga bisa digunakan untuk kota. Kota harus dijual, harus dipasarkan sehingga kehidupan kota akan terus meningkat.

Meski banyak kota di Indonesia sedang gencar mempromosikan kotanya, tapi tampaknya strategi marketing kota yang sistematis dan jitu belum banyak dilakukan. Di era otonomi, kota-kota dipacu untuk meningkatkan performance. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk menarik investasi di kota. Investasi di kota sangat dibutuhkan untuk memacu kegiatan ekonomi. Dengan kegiatan ekonomi yang tinggi maka perputaran uang akan semakin tinggi. Seiring dengan itu kesempatan kerja bisa ditingkatkan.

Kota-kota mencoba yang mempromosikan diri baru pada sebatas kampanye slogan, tetapi belum pada promosi sistematis yang memberikan kemudahan bagi investasi dikota itu. Bahkan tidak sedikit promosi kota yang terjebak pada sebatas peningkatan Penerimaan Asli Daerah (PAD) semata. Peningkatan PAD memang diperlukan. Tetapi promosi kota dengan orientasi peningkatan PAD pada umumnya akan membebani warga kota.

Lalu pertanyaannya, seperti apa marketing kota yang efektif dan sekaligus efisien. Beberapa faktor perlu dikaji secara cermat agar dapat ditetapkan strategi marketing kota yang tepat. Ada beberapa hal yang harus dicermati. Pertama, kota harus memunyai sistem tata pemerintahan yang baik (good governance). Ada kepastian hukum yang jelas, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan. Kedua, kota sangat menarik bila sistem pajak tidak memberatkan bagi wajib pajak. Jelasnya bila pajak semakin rendah, maka kota itu akan semakin atratktif untuk investasi maupun untuk dikunjungi wisatawan. Pajak yang rendah merupakan insentif yang sangat menarik bagi investor.

Ketiga, kota harus mempunyai infrastuktur kota yang baik. Fasilitas jalan, telekomunikasi, enerji dan air minum tersedia dengan baik. Kota yang sering kebanjiran akan menimbulkan performance yang jelek bagi investasi. Bila kota tidak dapat memberikan infratsuktur yang memadai, maka biaya produksi untuk kegiatan investasi akan meningkat. Kondisi seperti ini tidak menjadikan kota atraktif. Keempat, lokasi yang strategis akan membantu memberikan nilai tambah bagi daya tarik dari suatu kota. Kota Singapura mempunyai lokasi yang sangat strategis dan dimanfaatkan dengan baik. Kelima, kota perlu memiliki ketersediaan informasi yang lancar, tidak ada kebijakan membatasi informasi. Di era informasi sekarang ini kebebasan informasi sangat penting dalam meningkatkan daya tarik kota. Keenam, ketersediaan tenaga kerja disemua tingkatan. Kota yang mempunyai sumber daya manusia yang handal dan profesional di semua tingkatan merupakan daya tarik yang tinggi bagi kota. Meski tersedia tenaga yang trampil bila tidak didukung profesionalisme yang tinggi maka belum mrndukung daya tarik kota. Ketujuh, kota perlu menyiapkan fasilitas bagi pendukung gaya hidup perkotaan seperti fasilitas rekreasi, hiburan, olah raga, dan perbelanjaan. Fasilitas ini merupakan pelengkap bagi kehidupan kota.

Ketujuh hal diatas merupakan daya tari kota yang perlu ditingkatkan secara terus menerus. Ketujuh hal itu perlu ditingkatkan dan dipromosikan secara sistematis sehingga stakeholder yang ingin tinggal atau investasi di kota akan mempunyai pertimbangan yang cukup untuk segera mengambil keputusan. Efektivitas strategi marketing ketujuh faktor diatas, ditentukan ketersediaan data yang akurat dan lengkap.

2 thoughts on “Marketing Kota

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s