Kesabaran

Menunggu sesuatu adalah hal yang bisa menggemaskan tapi juga bisa membosankan. Mengemaskan karena mengharapkan sesuatu berita baik atau keadaan yang lebih baik. Berharap akan sesuatu yang menggembirakan membuat saat menunggu menjadi sesuatu yang menggemaskan. Menunggu bisa jadi membosankan, karena sesuatu yang diharapkan sudah bisa diduga hanya biasa-biasa saja atau bahkan bisa mengecewakan. Tapi karena toh harus dihadapi, maka tetap harus ditunggu meski yang diharapkan tidak akan menggembirakan. Menunggu dengan menggemaskan atau membosankan, memerlukan kesabaran.

Saya sering menjadi kurang sabar ketika meminta seseorang mengerjakan sesuatu, tapi orang yang mengerjakan sepertinya tidak bisa mennyelesaikan sesuai waktu dan hasil yang diharapkan. Saya sedang meminta seorang tukang untuk memperbaiki kamar mandi yang perlu diperkecil ukurannya supaya bisa mendapatkan ruangan yang agak besar untuk tangga.  Si tukang katakan saja namanya Chairul, kerjanya lambat sekali. Untuk melepas kusen pintu kamar madi dari tembok, dia memerlukan hampir 4 hari. Menurut saya itu sudah terlalu lama. Ketika saya tanya, Cahirul beralasan bahwa temboknya sangat keras, sehingga lama baru selesai. Kalau tidak karena menahan kesabaran saya sudah ingin memberhentikan Chairul mengerjakannya.

Saya harus mempekerjakan Chairul karena dia suami dari orang yang pernah mengasuh anak saya sewaktu bayi selama beberapa tahun. Chairul sedang tidak ada pekerjaan, dan dia bisa menjadi tukang, istri dan saya mau memperbaiki kamar mandi. Maka dipanggilah Chairul mengerjakan perbaikan kamar mandi itu. Saya terpaksa memperkejakan Chairul karena kasihan pada istrinya yang sangat rajin ketika mengasuh anak saya.  Kesabaran saya sedang diuji mempekerjakan Chairul. Saya sangat bisa mendapatkan tukang yang lebih baik dari Chairul, tapi saya harus mempekerjakan dia memperbaiki kamar mandi saya.

Kesabaran menjadi latihan emosi untuk mengendalikan diri. Dalam kondisi tidak banyak pilihan, kesabaran menjadi alat mengontrol supaya saya tidak bertindak yang malah merugikan. Masalahnya adalah, tidak mudah menjadi sabar. Gampang ngomongnya, sulit melaksanakannya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s