Manila-2

Saya diundang oleh Marcus Evans untuk menjadi pembicara pada konferensi internasional di Manila tanggal 24 September 2007. Konferensi mengambil topik : “Town Development, Building the new Metropolitant”. Marcus Evans adalah lembaga event organizer internasional yang punya reputasi tinggi dalam melaksanakan seminar, konferensi, training.

Sudah barang tentu saya menyetujui menjadi pembicara di event yang cukup punya reputasi seperti itu. Saya diminta untuk berbicara tentang Sustainable Transport. Sebenarnya konferensi itu semula dijadwalkan pada bulan Juni 2007, tapi kemudian diundur menjadi bulan September. Saya sudah dihubungi oleh Marcus Evans sejak Februari 2007 untuk menjadi pembicara. Sejak itu saya sudah mencicil menyusun bahan presentasi yang saya beri judul: “Sustainable transport to improve city performance”. Judul dengan beberapa isu utama sudah dimasukkan dalam program yang disebarluaskan oleh Marcus Evans. Profil singkat saya juga diikut sertakan dalam publikasinya.

Secara lisan, saya sudah laporkan kepada atasan saya tentang undangan itu, dan dijawab bahwa secara prinsip itu bagus, karena sekaligus penghargaan bisa diminta menjadi pembicara di konferensi internasional yang dilaksanakan oleh lembaga swasta seperti Marcus Evans. Karena ada persetujuan lisan itu, saya mengkonfirmasi Marcus Evans bahwa saya akan hadir di Manila sebagai pembicara. Selain menyiapkan bahan paparan, saya pun booking tiket untuk ke Manila dari Surabaya. Dalam administrasi kantor saya, persetujuan haruslah formal tertulis, karena sudah ada persetujuan prinsip, maka saya siapkan surat-surat persetujuan formal yang bahkan harus ada dari instansi di Jakarta.

Sedang akan menyiapkan segala sesuatunya, tau-tau surat persetujuan yang saya proses dikembalikan ke saya dengan catatan, bahwa ada kegiatan kantor yang lebih penting pada bulan September. Maka itu berarti saya tidak dapat pergi ke Manila. Saya menyayangkan tidak jadi pergi, karena dengan menjadi pembicara di konferensi internasional yang dilaksanakan oleh lembaga swasta, berarti kesempatan untuk berkiprah  di swasta  internasional tertunda. Yang lebih disayangkan adalah panitia Marcus Evans. Mereka sudah menyiapkan acara sedemikian rupa, saya kira mereka agak kesulitan mencari pengganti dalam waktu singkat. Perubahan pembicara disaat-saat terakhir merupakan ujian bagi reputasi bagi Marcus Evans. Membatalkan suatu program yang sudah dijual, tentulah bukan sekedar masalah ketiadaan pembicara, tapi itu adalah komitmen profesionalisme.

Saya yakin Marcus Evans tidak akan pernah lagi mengundang saya menjadi pembicara pada kegiatan mereka. Apa boleh buat. Itulah resikonya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s