Olimpiade Sains 2007

Surabaya menjadi tuan rumah Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2007 yang pembukaannya dilakukan Senin 3 September 2007. Semula panitia memberitahu kalau acara pembukaan akan dihadiri oleh Presiden, ternyata yang kemudian membuka adalah Menteri Pendidikan Nasional. Daniel, anak saya dan teman-temannya kecewa kepada Panitia, karena sampai acara “gladi resik”, mereka tidak diberitahu pembatalan kehadiran Presiden RI.

Daniel menjadi anggota tim inti paduan suara SMK St. Louis I Surabaya, yang diminta mengisi acara pembukaan OSN 2007. Bersama tambahan “anggota dadakan” mereka berlatih habis-habisan agar bisa tampil di OSN itu. Panitia OSN 2007 meminta Paduan Suara SMAK St. Louis mengisi acara dan memberitahu kalau mereka nanti akan tampil didepan Prsiden SBY. Tentu menjadi kebanggan bagi mereka kalau penampilannya didepan Presiden, karena itu mereka mengorbankan jam-jam pelajaran untuk latihan kurang lebih 15 lagu yang akan dinyanyikan oleh 400 orang anggota Paduan Suara SMAK St. Louis.

Tim paduan suara SMAK St. Louis sesungguhnya berjumlah kurang lebih 80 orang, tapi agar pembukaan OSN 2007 tampil megah, panitia meminta jumlah paduan suara sebesar 400 orang pelajar. Karena itu Kordinator dirigen, Pak Ari, merekrut anggota tambahan dan melatih mereka secara maraton untuk persiapan OSN. Pak Ari, yang semestinya sudah harus pensiun beberapa tahun lalu, masih terus diperpanjang agar bisa membina Paduan Suara SMAK St. Louis I Surabaya, itu karena memang kemampuan Pak Ari membina paduan suara cukup baik. SMAK St Louis menyanggupi paduan suara sejumlah 400 orang karena ada Pak Ari yang diharapkan bisa memoles para pelajar itu menjadi “penyanyi choir” dalam waktu singkat. Apalagi panitia OSN mengatakan bahwa penampilan mereka nantinya akan disaksikan oleh Presiden SBY. Jadi dibutuhkan seorang konduktor yang handal melatih dan memimpin 400 orang.

Untuk mendukung semangat Daniel, ibunya dan saya menyaksikan mereka latihan dan acara gladi resik di Auditorium Universitas Airlangga Sabtu 1 September. Kami memang tidak akan bisa menyaksikan acara pembukaan pada Seninnya, karena acara itu hanya untuk peserta OSN dan undangan. Menyaksikan paduan suara pada acara gladi resik dengan kelompok pengisi acara lainnya sesungguhnya seperti menyaksipan acara yang sebenarnya. Memang masih ada yang harus diperbaiki disana-sini terutama pengisi acara dari kelompok penari. Paduan Suara SMAK St. Louis sendiri tampil cukup baik.

Sayang akustik gedung tidak mendukung untuk suatu paduan suara dan musik. Bangunan yang konstruksi atap dan kuda-kuda dari kerangka besi, ditambah dinding gedung yang kurang baik, maka suara yang terdengar bergema dan bergaung. Secara arsitektur, kerangka atap dengan bentang lebih dari 60 meter dari sisi yang satu ke sisi yang lain, memang merupakan suatu bangunan yang  mempunyai nilai arsitektur  tersendiri. Tetapi  dari segi akustik, gedung  auditorium Unair sangat jelek. Meski panitia sudah berusaha menutup sebagian dinding gedung  dengan kain, dan triplek, tetapi akustiknya tidak bisa diandalkan. Petugas sound system berusaha menata sound, tapi memang tidak mungkin mendapatkan suara yang jernih dan bulat dengan bangunan seperti Auditorium Unair. Maka paduan Suara SMAK At. Louis tidak bisa dinikmati secara maksimal. Padahal kekuatan paduan suara sebanyak 400 orang sebenarnya merupakan sesuatu yang sangat luar biasa untuk dinikmati.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s