SD Kandangan III

Lahannya sangat sempit untuk sebuah sekolah agar proses belajar-mengajar bisa berlangsung secara utuh. Sekolah Dasar Negeri Kandangan III terletak ditengah-tengah perumahan Tengger Kandangan, Surabaya yang luasnya kurang lebih 1000 meter dengan ruang kelas I sampai kelas IV ditambah beberapa ruangan pendukung seperti UKS, Perpustakaan, ruang guru  dan fasilitas lainnya. Lapangannya juga sempit untuk lapangan voley saja rasanya tidak cukup, karena ada tiang bendera dan tempat parkir sepeda murid.

Murid sekolah ini hampir 400 orang, karena itu ada kelas yang harus mulai pelajaran pada siang hari, berbagi ruangan dengan kelas pagi. Dengan kondisi seperti itu, sesungguhnya proses belajar-mengajar jauh dari ideal. Sebab sekolah dasar bukan hanya untuk pengembangan kemampuan kognitif anak, tetapi juga kemampuan motorik. Bila tidak ada lapangan yang memadai, bagaimana mungkin kemampuan motorik anak dikembangkan. Padahal dalam kurikulum atau setidaknya dalam rapor jelas dinilai kemampuan motorik anak didik.

Dengan segala keterbatasan yang ada sekolah ini berusaha melaksanakan proses pendidikan semaksimal mungkin.  Sejak awal Agustus 2007, SD Kandangan III diajak untuk mengkampanyekan sekolah berwawasan lingkungan. Beberapa murid SD dan guru pembimbingnya diikutsertakan dalam pelatihan selama sehari yang dilaksanakan oleh Tunas Hijau. Pada kesempatan pelatihan itu Walikota Surabaya memberikan pembekalan tentang lingkungan hidup di perkotaan, menggugah anak-anak sekolah untuk ikut melestarikan lingkungan.

Sejak pelatihan sehari itu, SD Kandangan III dengan kader siswa lingkungannya melakukan gebrakan kampanye lingkungan hidup di sekolah. Dibantu oleh anak muda dari Tunas Hijau, SD Kandangan III melakukan perubahan yang sangat drastis. Akhir Agustus 2007, saya mengunjungi SD Kandangan III,  terlihat kemajuan yang luar biasa.  Saat ini siswa SD Kandangan III membawa piring dan gelas dari rumah ke sekolah. Piring dan gelas itu digunakan untuk tempat jajan membeli makanan dari pedagang di depan sekolah. Sebelumnya para siswa menggunakan plastik dan styro foam sebagai tempat makanan ketika mereka membeli dari pedagang. Sehingga sampah plastik jumlahnya sangat banyak setiap harinya disekolah.  Dengan gerakan pelestarian lingkungan, warga sekolah diajak untuk tidak menggunakan plastik dan styro foam di sekolah. Saya juga sempat melihat beberapa anak yang dengan kesadaran sendiri memunguti sampah dan daun yang terjatuh.

Orang tua siswa juga diajak rembug bersama, sehingga anak-anak melakukan gerakan pelestarian lingkungan tidak hanya disekolah, tapi juga dirumah. Para orang tua dikumpulkan secara bertahap disekolah dan diajak berpartisipasi. Salah satu sesi “rembug sekolah” itu sempat dihadiri oleh Ibu Dyah Katarina (istri walikota Surabaya, Bambang DH).  Kehadiran Bu Dyah mendorong semangat warga SD Kandangan III untuk lebih maju dalam pelestarian lingkungan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s