Usulan Mendinginkan Planet Bumi

Kompas, 3 September 2007
Meningkatnya aktivitas manusia sejalan dengan perkembangan dunia industri telah meningkatkan emisi karbon dioksida serta gas rumah kaca lainnya yang memerangkap radiasi sinar Matahari sehingga terjadi pemanasan global. Diperkirakan rata-rata suhu Bumi naik sekitar 4,5° Celsius satu abad mendatang.

Berbagai upaya dilakukan untuk menghambat laju kenaikan suhu Bumi, di antaranya dengan upaya-upaya mitigasi yang bertujuan menghambat laju penambahan emisi karbon dioksida (CO2) , adaptasi, serta dengan mekanisme pembangunan bersih (CDM).

Selain itu, para ahli juga berupaya menciptakan teknologi yang mampu mendinginkan Bumi. Beberapa di antaranya seperti disiarkan oleh The Associated Press, Kamis (30/8).  Beberapa teknologi yang diusulkan tersebut antara lain adalah upaya menangkap CO2, menciptakan payung Matahari untuk melindungi planet Bumi dari sinar Matahari, meniru proses pendinginan akibat debu letusan gunung berapi, meniru proses fotosintesis tumbuhan, serta upaya menangkap unsur CO2 dengan pohon buatan.

1. Menangkap karbon

Melarutkan CO2 di laut atau dikumpulkan pada kedalaman di bawah 9.800 kaki (sekitar 3.270 meter) dapat mengisolasi CO2 selama 100 tahun. Menguburnya di tanah pada kedalaman di bawah 800 kaki (sekitar 267 meter) akan mampu mengurungnya selama 1.000 tahun.

Usulan: Tangkap CO2 dari sumber emisi besar dan buang dalam bentuk garam, dibuang ke dalam tambang batu bara, tempat bekas cadangan minyak bumi dan gas, atau ke dalam laut. Sistem komersial saat ini mampu mengurangi emisi CO2 hingga 90 persen per kWh (kilowatt jam), namun saat ini limbah CO2 belum terkumpul.

Masalah: Mahal, kebocoran berisiko tinggi bagi manusia, ekosistem, seluruh volume laut juga akan berubah.

2. Efek Geritol

Proses fotosintesis merupakan proses pembakaran pada tumbuhan yang membutuhkan energi Matahari dan menyerap CO2 (karbon dioksida) serta melepaskan O2 (oksigen).

Usulan: Buang debu biji besi untuk menumbuhkan ganggang yang akan menyerap CO2  dan tenggelam. Setiap ton debu biji besi, ganggangnya dapat menyerap 100.000 ton CO2.

Masalah: Menyebabkan perubahan pada spesies binatang. Hal ini dapat menimbulkan persoalan politik karena laut merupakan perairan internasional.
3. Debu letusan gunung berapi

Abu dan SO2 dapat menekan radiasi Matahari dan mendinginkan troposfer.

Usulan: Menggunakan balon, mesin jet, dan artileri untuk membawa jutaan ton sulfat pada lapisan stratosfer untuk menunjukkan efek pendinginan akibat meletusnya gunung berapi.

Masalah: Mahal, butuh puluhan ribu poundsterling (sekitar ratusan juta rupiah) per bulan untuk memproduksi cuaca tetap dingin. Tidak ada pengaruhnya terhadap emisi CO2 dan dapat menyebabkan kekeringan di kawasan timur tengah serta Mediterania.

4. Pohon buatan

Zat CO2 ditangkap oleh pohon buatan dengan menggunakan sodium hidroksida cair untuk dibawa ke tempat pemrosesan yang mengubahnya ke dalam bentuk gas sebelum disimpan.

Usulan: Menggunakan pohon buatan seukuran pabrik untuk menyaring 90.000 ton karbon dioksida (CO2) dari udara per tahun. Setiap pohon mampu menyaring 3,3 kilogram CO2 per detik.

Masalah: Proses pemisahan zat, pengangkutan ke tempat pembuangan limbah ongkosnya mahal. Sementara jika terjadi kebocoran, risikonya tinggi bagi manusia dan ekosistem.

5. Payung Matahari

Piringan-piringan di udara mampu memblokir 1,8 persen fluks (aliran) sinar matahari.

Usulan: Setiap 30 tahun melepaskan 20 juta kali untuk menyebar 16 triliun piringan refraksi di dalam orbit antara Matahari dan Bumi.

Masalah: Ongkos proyek ini bisa mencapai 4 triliun dollar AS (sekitar Rp 3.600 triliun), tidak ada efek terhadap kondisi CO2. (AP/ISW)

2 thoughts on “Usulan Mendinginkan Planet Bumi

  1. Pohon buatan, maksudnya yang bahannya dari plastik ?, seperti yang sekarang banyak dijumpai “pohon kelapa buatan” yang dilengkapi dengan lampu menjadi penghias kota. Atau mungkin juga “pohon natal buatan”. Saya kira, sebagai plastik, proses pembuatan pohon buatan, ya hampir sama dengan pembuatan plastik biasa.
    Kalau yang dimaksud reaksi kimia pada pemanfaatan pohon, itu, mungkin tidak banyak, sebab plastik tidak teroksidasi oleh oksigen, artinya plastik sudah pada tahap yang stabil. Reaksi kimianya relatif sangat kecil. Kecuali diberi zat kimia tertentu, maka dia bereaksi.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s