PPP Ngariung

Ngariung dalam bahasa Sunda mungkin hampir sama dengan Cangkru’an dalam bahasa Surabayaan yaitu kumpul-kumpul, ngobrol sambil minum kopi atau teh diselingi makanan ringan. Ngobrolnya santai, tidak membedakan status seseorang. Yang diobrolin juga biasanya adalah yang ringan-ringan, atau kalaupun ada topik yang serius, ya dibawakan dengan cara ringan. Maka ketika saya dihubungi untuk reuni PPP, sayapun mengiyakan untuk bergabung, karena saya membayangkan suasana ngariung, segar dan ketemu kawan-kawan.

Adalah Cynthia yang menghubungi saya untuk kumpul bareng para anggota keluarga PPP (Penyusunan dan Pengendalian Program) Direktorat Bina Program Ditjen Cipta Karya Departemen PU. Sebagai mantan anggota dan karir saya sebagai PNS dimulai disana, maka ketemu kawan-kawan lama tentulah akan bernostalgia. Pemrakarsa pertemuan adalah Lukman Hakim yang sekarang jadi Kepala Biro Perencanaan Kementerian Perumahan Rakyat, didukung juga oleh Pak Widjanarko yang sekarang Dirjen Cipta Karya danIskandar Saleh yang sekarang Deputy Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat. Saya pun ikut berkumpul di rumah Lukman Hakim dikawasan Bintaro. Yang hadir cukup banyak, sayang ada juga beberapa yang tidak bisa muncul termasuk Pak Widjanarko yang mendadak harus mendampingi Menteri PU ke Bali bersama SBY. Syafrudin Temenggun, mantan Ka- BPPN juga tidak datang.
Reuni memang ajang untuk kangen-kangenan sesama teman, setelah sekian lama tidak ketemu. Bahkan banyak nama yang sudah tidak ingat. Hal itu bisa dimaklumi kalau sudah lebih dari 10 tahun tidak ketemu, wajah masih ingat, tapi beberapa nama sudah lupa. Selain itu fisik beberapa teman badannya sudah semakin “lebar”, banyak rambut yang semakin putih. Perut bertambah ukuran seiring perjalanan waktu. Masing-masing saling menceritakan pengalaman yang berkesan ketika masih sama-sama dulu.

Hampir semua teman yang hadir menceritakan pengalaman berkesan sewaktu bersama di PPP. Sambil bergurau meledek teman yang lain, sore itu suasana segar bertambah semarak diselingi undian “door prize” bagi yang beruntung. Banyak yang menceritakan pengalaman berkesan ketika bersama di kantor CPMO Jalan Surabaya Menteng. Suasana di CPMO dulunya memang kantor dengan kekeluargaan yang erat. Meski dipacu bekerja keras, tapi suasana kekerabatan ternyata bisa terbangun melalui kegiatan sehabis “jam kantor” termasuk kegiatan main kartu “joker karo”. Suasana yang ada dulu tentu tidak dapat diulang lagi.

Setelah reuni, banyak juga terungkap bagaimana teman-teman yang baru bergabung ternyata merasa “takut” menghadapi seniornya. Ternyata ada beberapa teman yang juga merasa takut kepada saya sewaktu saya menjadi Pimbagpro, di tahun 1990, karena saya dianggap “kereng“. Apa saya memang “kereng“??.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s