Senior Citizen; don't worry (cuek aja..)

Adalah kebahagiaan yang luar biasa manakala seseorang bisa menikmati hidup di usia senja. Bisa bergembira, bahkan menularkan kegembiraan itu kepada orang lain, maka hidup semakin berarti. Kehidupan yang seperti itulah yang saya lihat pada Prof. Haryono Suyono, mantan Menko Kesra, sewaktu memandu acara siaran langsung (live) Semanggi di TVRI Jawa Timur Senin 10 September 2007. Saya dihubungi langsung oleh beliau untuk ikut serta hadir di stasiun TVRI. Luarrr biasa… itu yang bisa saya tuliskan untuk menggambarkan bagaimana Pak Haryono Suyono menjadi host dari acara itu.

Acara Semanggi TVRI malam itu membahas topik pemberdayaan lansia. Dengan double host DR. Haryono dan Asta (mantan Ning Surabaya 2003), acara menjadi meriah ketika diselingi penampilan Arisky dan JADI Galajapo. Saya berada ditengah-tengah para lansia yang hadir malam itu di studio TVRI seolah saya menjadi bagian dari para “senior zitizen” Surabaya. Prof. Haryono Suyono sangat piawai menjadi host malam itu, beliau mampu membuat joke-joke yang segar. Beliau bahkan lebih dominan ketimbang Ning Asta yang nyaris sebaya dengan cucu Pak Haryono. Seolah Ning Asta hanya menjadi host pelengkap.

Malam itu narasumber adalah lansia yang menjadi pemilik Toko Lansia dan pengelola perpusatakaan pribadi dari Surabaya, kemudian seorang dokter ahli dari FK Unair, dan DR. Ando dari Kobe, Jepang. Acara membahas bagaimana menikmati masa lansia dengan gembira dan sehat. DR. Ando bahkan menjelaskan rahasia sehat ala Jepang yang ditemukan oleh Prof. Kurota yang baru saja meninggal dunia pada usia 99 tahun. Menurut penjelasan DR Ando, untuk tetap sehat dalam masa lansia, maka otak harus terus diaktifkan dengan melakukan beberapa kegiatan, kemudian lansia harus makan lebih sedikit dari sebelumnya, tidak boleh banyak minum alkohol (di Jepang cukup 1 gelas bir sehari), dan juga harus cuek (jangan kuatir tentang apapun; don’t worry, be happy).

Sesungguhnya orang yang paling melaksanakan prinsip sehat lansia itu adalah Prof. Haryono Suyono sendiri. Bagaimana tidak, dalam usia yang lebih dari 70 tahun malam itu, beliau bahkan sangat gesit memandu acara. Setelah “on air”, beliau sempat secara berkelakar membandingkan penampilan dirinya dengan narasumber pemilik toko yang juga berumur 70 tahun.

Saya bekenalan langsung dengan Prof. Haryono Suyono sekitar Agustus 2004 di Kobe Jepang. Sebelumnya saya mengetahui beliau hanya melalui masmedia. Pada waktu di Kobe kami sama-sama menghadiri Konperensi AUICK, saya mewakili kota Surabaya, sementara beliau hadir sebagai penasehat AUICK. Selama beberapa hari di Kobe itu Prof. Haryono Suyono selalu menyampaikan humor-humor yang segar. Saya yang semula agak menjaga jarak mengingat beliau Mantan Menko Kesra, namun akhirnya menjadi lebih akrab, dan beliau sangat mudah akrab dengan siapapun. Secara berkelakar beliau selalu memanggil saya walikota Surabaya, karena pada saat itu saya kebetulan mewakili Walikota Surabaya yang berhalangan hadir.

Sejak berkenalan di Kobe itu saya bertemu beliau beberapa kali dalam berbagai kesempatan. Saya melihat beliaulah senior citizen yang menikmati hidup dengan bahagia. Selalu berusaha untuk tampil prima dalam setiap kesempatan. Dan beliau tau betul bagaimana caranya untuk tampil prima. Disamping itu humor segar terus meluncur dari beliau. Maka Prof. Haryono Suyono adalah contoh dari citra senior citizen yang happy, punya jati diri, menikmati hidup.

I wish I could.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s