Warga Pondok Indah demo menolak busway

Masyarakat disekitar kawasan Pondok Indah Jakarta menolak pembangunan busway koridor-VIII yang melintasi jalan raya Pondok Indah, Jakarta, demikian berita media. Alasan yang dikemukakan oleh masyarakat adalah bahwa busway akan mengakibatkan kemacetan, selain itu disebutkan bahwa pembangunan lajur khusus busway akan merusak lingkungan karena memotong pohon. Masyarakat bahkan sampai menggelar demo menolak pembangunan busway.

Pemerintah DKI Jakarta akan memperluas jaringan busway mencakup beberapa wilayah Jakarta. Koridor VIII yang rencananya menghubungkan Lebak Bulus ke Harmoni, akan melintasi kawasan permukiman elit Pondok Indah. Pembangunan busway koridor VIII adalah dalam rangka memperluas pelayanan TransJakarta sehingga efektivitasnya menjadi lebih baik.

Semakin luas wilayah pelayanan TransJakarta maka efektivitas dan efisiensi nya semakin meningkat karena cakupan pelayanan semakin luas. Selain jumlah penumpang yang diangkut menjadi lebih besar, maka biaya investasi dan operasi per kapita akan menjadi lebih  rendah, dengan demikian feasibilitynya menjadi semakin baik. Perluasan cakupan (coverage) pelayanan juga diharapkan semakin meningkatkan perpindahan moda transportasi dari angkutan pribadi ke angkutan umum. Salah satu tujuan pelaksanaan TransJakarta adalah untuk meningkatkan rasio moda angkutan umum yang nyaman dan aman. Rasio angkutan umumnya lebih tinggi berarti tingkat kemacetannnya juga akan menjadi lebih rendah. Bila tingkat kemacetan rendah dengan sendirinya akan terjadi penghematan penggunaan bahan bakar. Penghematan enerji dibidang transportasi selain penghematan ekonomis, sekaligus juga ikut menurunkan emisi gas buang kendaraan bermotor yang menjadi penyebab pencemaran udara.
TransJakarta merupakan salah satu penyelesaian sistim transportasi kota yang berhasil. Keberhasilan Jakarta dengan busway sudah menjadi panutan kota-kota besar Asia bahkan dunia. Banyak kota-kota yang mencontoh keberhasilan Jakarta dalam penerapan sistim Bus Rapid Transit (BRT). Pendek kata TransJakarta adalah solusi paling murah untuk menanggulangi kemacetan Jakarta sekaligus meningkatkan kualitas udara Jakarta. Karena itu penolakan warga kawasan Pondok Indah sulit difahami.

Argumentasi yang diajukan warga Pondok Indah bahwa busway akan menimbulkan kemacetan, adalah tidak berdasar, justru busway merupakan solusi kemacetan. Berdasarkan perhitungan para ahli transportasi, satu lajur BRT akan bisa menggantikan 7 (tujuh) lajur jalan yang digunakan angkutan pribadi.  Dengan kata lain bila menggunakan lajur BRT maka kemacetan akan berkurang menjadi 1/7 dari kondisi semula. Memang pada saat konstruksi pembangunan jalan busway, akan terjadi kemacetan, hal itu adalah wajar. Setelah konstruksi selesai dan BRT berfungsi, maka pengguna transportasi akan berpindah ke BRT yang nyaman dan aman.
Argumentasi lain yang disampaikan warga Pondok Indah bahwa pembangunan lajur busway akan menebang pohon-pohon yang berada disepanjang Jalan Raya Pondok Indah, adalah alasan yang mengada-ada. Saat ini pohon besar bisa dipindah tanpa mengurangi fungsinya. Sehingga alasan warga Pondok Indah menolak busway dengan alasan perlindungan lingkungan hidup khususnya pohon, tidak masuk akal. Busway (BRT) justru salah satu upaya melindungi dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Dengan pengoperasian BRT yang nyaman, aman dan tepat waktu, maka penumpang yang tadinya menggunakan angkutan pribadi akan beralih ke BRT, sehingga emisi gas buang kendaraan bermotor akan berkurang.  Nampaknya warga Pondok Indah seperti kehabisan akal untuk menolak Busway. Jangan-jangan alasan warga Pondok Indah yang sesungguhnya adalah keengganan untuk merubah “kenyamanan” selama ini degan menggunakan mobil pribadi. Warga kelas atas Jakarta ini mungkin merasa bahwa Busway akan merubah kenikmatan kendaraan pribadi mereka.
Belakangan beberapa warga Pondok Indah mempertanyakan proses Amdal yang belum dilakukan.Karena demo yang dilakukan untuk menolak busway tidak mendapat respon yang sesuai warga mulai mempermasalahkan Amdal. Karena dalam proses Amdal, warga sekitar memang diberikan waktu untuk menyampaikan aspirasinya.
Menyampaikan aspirasi adalah hak setiap orang termasuk warga Pondok Indah. Pelaksanaan Busway perlu difahami secara lengkap sehingga masyarakat kelas atas ini bisa melihat busway dengan benar. Menjadi tugas pengelola TransJakarta untuk mengajak warga kelas atas untuk lebih mengenal dan memahami fungsi BRT secara utuh.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s