200 Ribu Kompos Aerobik Surabaya (Takakura)

Semangat kader lingkungan Surabaya pantang ditantang. Sekali mendeklarasikan keberadaan dan kegiatannya, kader lingkungan Surabaya terus bekerja untuk meningkatkan kualitas lingkungan kotanya. Semangat itulah yang terus dipelihara dan dilaksanakan ketika ditantang bekerja. Tim Jepang yang terdiri dari OECC, ICLEI, KITA, Climate Experts dan Kota Kitakyushu ketika melaksanakan workshop CDM Komposting Aerobik menantang perluasan keranjang Takakura sampai 200.000 unit agar memenuhi kriteria CDM. Tantangan itu dijawab dengan menegaskan bahwa sampai 300 ribu unitpun Surabaya akan mampu melaksanakannya.

Setelah dideklarasikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pemberdayaan Perempuan pada awal 2007 lalu (MTV Surabaya), kader lingkungan Surabaya terus bekerja meningkatkan kualitas lingkungan kota terutama melalui pemanfatan keranjang Takakura. Maka ketika Tim Jepang yang dipimpin oleh Makoto Kato dari OECC datang ke Surabaya untuk menyusun program CDM dengan pemanfaatan komposting aeroik, seolah gayung bersambut. Workshoppun dilakukan tanggal 19 September lalu dan dilanjutkan dengan diskusi detail kesesokan harinya.

Walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono menyempatkan diri untuk membuka dan menyampaikan “keynote speech“. Dalam sambutannya yang diistilahkan untuk ” merangsang terlebih dahulu sebelum membuka”, Bambang Dwi Hartono merangsang peserta dengan presentasi tentang upaya perbaikan lingkungan kota. Penjelasannya mulai dari upaya pembersihan saluran kota Surabaya sampai pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim. Setelah cukup dirangsang, peserta workshop mendapatkan penjelasan tentang CDM dan tahapan-tahapan pelaksanaan CDM dari tenaga ahli DR. Naoki Matsuo dari Climate Experts. Pada kesempatan itulah peserta workshop yang kebanyakan adalah kader lingkungan ditannya apakah siap untuk memperluas pemanfaatan keranjang kompos Takakura sampai 200 ribut unit agar memenuhi persyaratan program CDM.

Kehadiran tim Jepang tentu menambah semangat Surabaya untuk mengelola sampah dengan lebih baik di kota ini. Apalagi bila perluasan itu bisa dimasukkan sebagai program CDM, tentu akan menambah kredibilitas Surabaya dalam pengelolaan lingkungan. Pengusulan kompos Takakura di Surabaya menjadi program CDM membutuhkan proses yang cukup panjang dan melibatkan banyak pihak. Agar kompos Takakura laku dijual untuk mendapatkan Carbon Credit, sejumlah kegiatan persiapan harus dilakukan. Namun yang terpenting dari semua itu, partisipasi masyarakat Surabaya untuk melaksanakan kompos Takakura sebanyak 200 ribu unit adalah kunci utama. Semangat kader lingkungan Surabaya sekali lagi ditantang untuk membuktikan bahwa arek-arek Suroboyo mampu bekerja mengelola kotanya.

Kalau Tim Jepang mau peduli tentang sampah Surabaya dengan datang dan membayari sendiri ongkos perjalanan dan penginapan untuk membahas program CDM di Surabaya, mengapa warga Surabaya sendiri tidak lebih peduli tentang kotanya. Karena itu target mencapai 200 ribu komposting Takakura, tentulah bukan hal yang tidak mungkin.

4 thoughts on “200 Ribu Kompos Aerobik Surabaya (Takakura)

  1. pak Tigor yth,

    Saya terterik cara komposing bapak.Akan saya coba di satu kampung kumuh di Jakarta.Mudah2an jakarta mau belajar.

    dapat bapak memberi pejelasan rinci tentang alat bapak dan kalau dibeli berapa satu unit.

    Saya akan mencoba dengan memakai remaja,sehingga mereka punya kerja dan berarti uang halal.
    terima kaih

    Like

  2. Saya perlu luruskan dulu, nama saya adalah Togar A. Silaban. Sdr. Tigor Panggabean mengutip tulisan saya dan dimuat di blognya. (sudah minta ijin ke saya spt komentar no (1) diatas, sayangnya diblognya tidak secara jelas mencantumkan kalau itu kutipan dari tulisan saya).

    Yang juga perlu saya sampaikan bahwa Keranjang Takakura bukan alat saya dan bukan temuan saya. Sistem Takakura Home Method (THM)ditemukan oleh Mr. Takakura sebagai hasil kerjasama antara kota Surabaya dan kota Kitakyushu. Secara pribadi saya kenal baik dengan Mr. Takakura.

    Keranjang Takakura sudah banyak dipakai di Jakarta. Ibu Megawati Soekarno Putri (mantan Presiden RI) membawa sekitar 10 unit ke Jakarta. Ibu Ir. Djamaludin (ibu mantan Menteri Kehutanan) juga membawa beberapa unit untuk dikembangkan di Jakarta.

    Sangat senang kalau anda mau mencoba THM di komunitas anda. Silahkan hubungi Pusdakota (www.pusdakota.org) Surabaya untuk informasi teknis tentang THM.

    Like

  3. Bapak Togar Silaban,
    Undang-undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah sudah disahkan.
    Mari kita mulai dari diri sendiri menjadi pengelola sampah yang dihasilkan rumah tangga kita sendiri.
    Kebun Karinda di Bumi Karang Indah Blok C2 No. 28 Lebak Bulus, Jakarta Selatan memberikan penyuluhan dan pelatihan untuk pengomposan sampah rumah tangga.
    Silakan daftar ke 021-75909167.
    Diadakan setiap Selasa pukul 9.00-11.00 dan Sabtu, pukul 8.00-10.00 dengan perjanjian.
    Keranjang Takakura bisa diperoleh di Kebun Karinda.

    Ibu Djamaludin

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s