Surabaya mengalahkan Sydney

Siapa yang tidak tau kota Sydney, Australia. Selain karena Gedung Opera House yang tersohor, Sydney juga pernah menjadi kota penyelenggara Olimpiade. Dari berbagai informasi yang bisa diperoleh, Sydney merupakan kota yang apik, nyaman dan enak untuk dikunjungi dan ditinggali. Beberapa tahun terakhir, Sydney gencar mepromosikan diri sebagai kota konvensi kelas dunia. Tapi pada EASTS Conference di DaLian, China akhir September 2007, Sydney kalah dari Surabaya dalam pemilihan sebagai tuan rumah 8th EAST Conference 2009.
Konferensi dua tahunan 7th EASTS (Eastern Asia Society for Trasportation Study) 2007 dilaksanakan di DaLian, China. Konferensi ini menjadi ajang pertemuan ahli-ahli dan praktisi transportasi tidak hanya dari Asia tetapi juga dari belahan dunia lainnya. Konferensi EASTS biasanya dihadiri peserta berjumlah antara 800-1000 orang. Konferensi ini selain membahas perkembangan baru dibidang transportasi, sekaligus merupakan forum untuk memberikan penghargaan kepada ahli dan praktisi transportasi yang memiliki prestasi gemilang di tingkat Asia. Karena itu event ini mempunyai nilai yang tinggi dan prestisius.

Untuk itu kandidat host untuk konferensi berikutnya harus mempresentasikan kemampuannya sebagai penyelenggara. Untuk menjadi host dari EASTS, kota kandidat harus menyiapkan proposal yang dipresentasikan kepada Board Members dari EASTS. Kemudian Board Members melakukan penilaian dan pemilihan untuk menentukan kota mana yang paling layak menjadi tuan rumah konperensi berikutnya. Untuk menentukan tuan rumah konperensi EAST tahun 2009, ada 3 kota yang mengajukan diri yaitu, Surabaya Indonesia, Incheon Korea dan Sydney Australia. Masing-masing kota menyiapkan proposal tertulis dan mempresentasikan proposal tersebut di depan Board Members. Selain itu masing-masing kota melakukan pendekatan dan loby untuk mendapatkan dukungan dari Board Members.

Delegasi Indonesia yang dikomandani oleh Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Prof. Danang Parikesit, juga melakukan pendekatan kepada board members agar mendukung pencalonan Indonesia yaitu kota Surabaya. Board Members yang terdiri dari 17 orang adalah orang-orang profesional yang tidak mudah diyakinkan hanya dengan loby. Mereka pada pada umumnya adalah Profesor Senior dibidang transportasi, jadi mereka sangat independen dan sulit di tebak. Jadi penentuan pilihan oleh board members sangat tergantung proposal dan presentasi yang dibuat. Ketiga kota Incheon, Sydney dan Surabaya mempresentasikan proposalnya pada hari Minggu 23 September 2007, dan pemilihan (voting) dilakukan pada 25 September 2007.
Saya yang diutus oleh Walikota Surabaya untuk mendukung pencalonan Surabaya diberikan waktu 2 menit untuk menyampaikan pidato didepan Board Members sebelum mereka melakukan voting. Demikian juga mantan wakil walikota Seoul, Korea menyampaikan pidato dukungan untuk kota Incheon dan perwakilan dari kota Sydney Australia. Dengan atmosfir yang demikian suasana voting oleh Board Members memang sangat kompetitif dan agak tegang juga. Sejak Senin hingga Selasa malam, saat voting akan dilakukan, belum ada tanda-tanda kemana para board members akan memberikan suara. Karena itu kehadiran kami pada rapat board members agak menambah suasana seru.

Proposal kota Incheon cukup bagus, apalagi pelaksanaan EAST ingin dilaksanakan pada saat World Expo 2009 yang berlangsung di Incheon. Selain itu Walikota Incheon menyanggupi untuk memberikan dukungan finansial. Sayangnya proposal Incheon terlihat terlalu bombastis dalam memberikan angka-angka termasuk luas venue dan nilai uang. Proposal kota Sydney juga tidak kalah menarik, dengan fasilitas yang cukup baik, dan terkesan organisasi penyelenggara yang profesional. Hanya saja harga (charge) yang ditawarkan Sydney kepada peserta yang datang jauh lebih tinggi dibanding Incheon dan Surabaya. Proposal Surabaya, memberikan nilai charge yang lebih murah dan tempat yang cukup baik. Dengan proposal yang demikian, maka para board members memang punya alasan yang cukup rasional.

Voting dilakukan untuk memilih salah satu dari ketiga kota. Sebelumnya disepakati bahwa bila salah satu kandidat tidak berhasil mendapat suara mayoritas, maka voting dilakukan dua tahap. Pada tahap pertama, Surabaya mendapat 7 suara sedang Sydney dan Incheon mendapat masing-masing 5 suara. Karena itu diputuskan untuk melakukan voting tahap kedua untuk menentukan dua besar, dimana Surabaya sudah aman pada tahap pertama. Voting kedua diperebutkan antara Sydney dan Incheon, akhirnya Sydney mendapat 10 dan Incheon mendapat 7. Voting ketiga pun dilakukan antara Surabaya dan Sydney. Akhirnya hasilnya Surabaya mendapat 10 suara dan Sydney mendapatkan 7 suara. Karena itu kemudian ditetapkan bahwa Surabaya menjadi host bagi konperensi internasional EASTS tahun 2009.

Pada acara penutupan Rabu 26 September, saya menyampaikan Invitation Speech didepan seluruh peserta EAST 2007 Conference. Berharap semoga acara yang akan digelar di Surabaya dua tahun lagi bisa sukses.

4 thoughts on “Surabaya mengalahkan Sydney

  1. Wah Surabaya bakal jadi tuan rumah EAST 2009? Kayak apa ya proposalnya kok kita jadi sedemikian menarik? Apa yang bisa kita kerjakan bareng-bareng, mumpung masih 2 tahun lagi.

    Salam hangat,
    Suwito

    Like

  2. Meski sampai saat terakhir masih ada penyempurnaan, proposal Surabaya lumayan bagus, terjangkau dan realistis. Itu keunggulannya. Banyak yang harus disiapkan pak, untuk itu rencananya habis cuti bersama akan ada pertemuan awal antara MTI Pusat, Jawa Timur dan Pemda. Supaya penyelenggaraan Surabaya lebih baik dari Dalian, Cina. Yang paling penting juga supaya Indonesia berperan dalam konten konperensinya, tidak hanya sekedar penyelenggara. Saya akan ingakan MTI untuk melibatkan kawan-kawan OTOPOINT dan pihak lain. Makin banyak yang urun rembug kan makin baik.

    Like

  3. Dishub Surabaya mendukung penuh Surabaya sebagai tuan rumah EASTS, perlu dipersiapkan dengan serius mulai sekarang mulai dari pelayanan di bandara, rute yang dilalui,space untuk tempat konvensi/venue,tempat menginap. Mumpung banyak tempat perbelanjaan dan superblok baru di Surabaya yang akan opening 2009. tourism board kudu bekerja keras. Mudah mudahan BRT dan CCTV untuk Transport Information System kita udah terealisir dan bisa dipamerkan. Kita harus fokus menyukseskan even ini.

    Salam,
    Irvan

    Like

  4. Dukungan semua pihak memang diperlukan untuk pelaksanaan konperensi itu. Ini merupakan konvensi internasional dengan skala besar bagi Surabaya. Jadi kalau mau jadi kota konvensi internasional, EASTS 2009 harus dipersiapkan dengan baik. Waktu masih cukup panjang untuk mempersiapkannya.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s