Cuti bersama merusak etos kerja

Pemerintah telah menetapkan cuti bersama bagi PNS dan pegawai swasta. Pada masa lebaran ini, cuti bersama dilakukan sampai 19 Oktober, sehingga masuk kerja pada hari Senin tanggal 22 Oktober 2007. Total cuti bersama selama 2007 menjadi 11 hari termasuk tanggal 24 Desember saat menjelang Natal. Cuti sesungguhnya adalah hak setiap pekerja, tapi kalau pemanfaatan cuti diatur oleh Pemerintah, ada sesuatu yang salah disana. Karena tidak semua orang ingin memanfaatkan cuti pada saat cuti bersama yang ditetapkan Pemerintah.

Pengaturan cuti bersama oleh Pemerintah menjadi salah kaprah karena main pukul rata bahwa pada saat menjelang dan sesudah lebaran, banyak pekerja tidak langsung masuk kerja. Untuk mensiasati para “pembolos” maka dilegalkan dengan “membolos bersama” yang dibungkus dengan cuti bersama. Sepertinya Pemerintah ambil gampangnya saja dengan gerakan cuti bersama.

Padahal cuti adalah hak setiap pekerja yang boleh diambil sesuai kebutuhan pekerja. Tidak semua orang membutuhkan cuti pada saat menjelang lebaran. Banyak yang ingin memanfaatkan cuti untuk kegiatan yang lain. Dengan pengaturan cuti bersama, maka hak pekerja untuk cuti menjadi disunat.

Pendekatan pemberlakuan cuti bersama seperti yang dilakukan pemerintah, menjadi indikator bahwa masyarakat dan pemerintah tidak mampu memanage diri untuk disiplin memanfaatkan libur yang ada. Kondisi “hari kejepit” tidak dapat dijadikan pembenaran untuk mengatur cuti. Ketidak mampuan memanage diri diatasi dengan cara yang keliru. Kekeliruan seperti ini menambah tumpukan kekeliruan yang sudah ada.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s