Green Paper

Menurut sebuah survey di Singapura, hanya 4 dari 10 orang pekerja yang peduli terhadap lingkungan. Bagi sebagian besar pekerja Singapura, persoalan praktis sehari-hari lebih dipikirkan ketimbang masalah lingkungan hidup. Masalah “paper jam” di printer ketika mereka bekerja menjadi persoalan yang lebih menarik dibicarakan daripada pelestarian lingkungan hidup.

Sebuah lembaga survey, “Synovate” yang baru-baru ini melakukan survey dalam rangka Green Consumer Day, mendapati bahwa para pekerja Singapura tidak terlalu memusingkan pemanasan global. Demikian ditulis oleh harian “Today” Singapura, Jumat 28 September 2007.  Menurut survey itu, hanya 8 persen pekerja responden perusahaan yang memikirkan apakah jumlah kertas yang mereka pakai mempengaruhi penggundulan hutan atau tidak. Banyak diantara mereka bahkan tidak tau dari mana kertas dibuat.

Green consumer day dicanangkan untuk menggugah kepedulian masyarakat tentang lingkungan hidup. Perilaku boros yang biasa dilakukan orang yang mampu, secara langsung ikut mempercepat kerusakan lingkungan.  Dengan kampanye green consumer day, masyarakat diajak untuk ikut menyelamatkan lingkungan melalui perubahan perilaku yang lebih mengutamakan bahan-bahan ramah lingkungan termasuk pemanfaatan “green paper“.

Sangat boleh jadi masyarakat Singapura tidak begitu peduli bahwa pemakaian kertas yang boros berarti adalah penggundulan hutan. Karena orang Singapura merasa mampu membeli kertas sebanyak yang mereka butuhkan. Meski Singapura sebenarnya sudah merasakan akibat langsung dari gundulnya hutan di Kalimantan dan Sumatera. Kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan telah mengekspor asap sampai Singapura. Kebakaran hutan itu disebabkan oleh hutan yang gundul. Sebagian hutan gundul karena pembalakan untuk pembuatan pulp kertas.

Kalau Singapura yang sudah negara maju dan SDM yang relatif bagus, masih kurang peduli dengan sumber kertas yang mereka gunakan, tidak heran kalau kemudian negara berkembang yang SDM nya masih tertatih-tatih belum berbuat banyak untuk penyelamatan lingkungan. Gerakan ramah lingkungan tetap menjadi tangung jawab semua orang. Masyarakat negara maju dan masyarakat negara berkembang secara bersama meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

One thought on “Green Paper

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s