Training positive thinking

Dalam perjalanan pulang kantor Jumat lalu, saya dengar acara talkshow di radio tentang pelatihan yang disponsori perusahaan minyak Amerika, Exxon. Pelatihan dilakukan di Tuban dan Bojonegoro, dimana Exxon sedang mulai beroperasi. Pelatihan itu diberikan kepada sejumlah orang (saya tidak dengar talkshow dari awal jadi tidak tau persis jumlahnya) untuk pemberdayaan pribadi. Peserta pelatihan diajak untuk meningkatkan kemampuan dirinya dalam menghadapi segala persoalan.

Semula saya pikir pelatihan disponsori oleh perusahaan minyak itu agar pesertanya nanti bisa menjadi bekerja di perusahaan dimaksud. Ternyata pelatihan itu adalah untuk menggali kemampuan diri masing-masing peserta sehingga lebih positif dalam menjalani hidupnya. Selain narasumber dari perusahaan minyak, talkshow dilengkapi dengan testimoni dari peserta yang dilakukan melalui pembicaraan per telepon. Host dari acara talkshow terkesan ingin mencari tau “sisi lain” dari pelatihan, dan apakah pelatihan itu ada manfaatnya bagi peserta. Pertanyaan hostnya terkesan agak skeptis terhadap perusahaan yang jadi sponsor pelatihan. Apakah pelatihan itu tidak mempunyai maksud-maksud tertentu sebagai bagian dari upaya mempengaruhi peserta. Bahkan ada pendengar radio yang menulis melalui sms (yang dibacakan host), bahwa pelatihan itu hanyalah upaya Exxon untuk menjadikan peserta sebagai “corong“nya atau bahkan untuk membungkam masyarakat di kawasan wilayah operasi perusahaan minyak tersebut.

Host acara agaknya kecele ketika dua orang peserta pelatihan memberikan testimoni bahwa pelatihan itu sangat bermanfaat bagi mereka. Seorang ibu pengurus organisasi wanita di Tuban yang menjadi peserta bercerita bahwa pelatihan itu sungguh sangat bermanfaat dan berharap lebih banyak orang yang diikut sertakan. Dia bercerita, bahwa semula ia sering pesimis dan negatif terhadap dirinya, seolah dirinya tidak mampu berbuat banyak untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Setelah mengikuti pelatihan selama 4 hari, si ibu mengatakan bahwa ia kemudian bisa melihat banyak hal positif dalam dirinya. Ia sudah mampu membuat rencana-rencana positif untuk masa depan diri dan keluarga.

Menurut penyelenggara pelatihan, mereka mengalami pandangan negatif dari peserta pada hari pertama pelatihan. Bagaimana para peserta pada hari pertama merasa bahwa mereka setengah terpaksa mengikuti pelatihan itu. Bahkan ada peserta yang mengatakan, kalau untuk pelatihan motivasi seperti itu mengapa harus mendatangkan pelatih jauh-jauh dari Jakarta. LSM lokal saja banyak yang sudah sering melakukan pelatihan motivasi. Tapi kemudian persepsi peserta berubah pada akhir hari pertama. Mereka kemudian bersemangat pada hari kedua sampai hari terakhir. Sampai bahkan bisa menyusun rencana kerja pribadi untuk meningkatkan kemampuan masing-masing.

Pelatihan motivasi yang dikemas dengan baik sangat bisa membangkitkan rasa percaya diri seseorang menjadi bersikap positif. Ditengah himpitan permasalahan, banyak orang yang terjebak melihat segala sesuatu menjadi negatif, pemikiran sempit dan tidak terbuka. Belum lagi ada orang-orang yang terkadang memberikan informasi yang salah dan menjadi provokator. Maka yang terjadi kemudian adalah rasa frustasi dan cenderung menyalahkan orang lain dan lingkungan sekitar. Orang tidak bisa jernih berfikir untuk melihat tantangan dan peluang. Hal semacam ini sering terjadi di masyarakat.
Maka ketika ada orang lain yang “membuka” keterhimpitan pemikiran, hal itu bagaikan membuka keran yang kemudian mengalirkan air kesejukan dan rasa optimisme, positive thinking. Sayangnya untuk melakukan pelatihan seperti itu tidaklah murah, instruktur handal yang bisa menjadi motivator punya harga yang cukup tinggi.

Nampaknya banyak orang memerlukan pelatihan pemberdayaan diri seperti itu sekarang ini. Agar rasa frustasi dapat diredam, agar rasa marah berubah menjadi semangat kerja, agar iri dan dengki berubah menjadi perhatian dan kasih, negative thinking menjadi positive thinking.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s