Cuti bersama: Mancing di waduk Selorejo

Cuti bersama yang cukup panjang menjadi serba repot, apalagi cutinya pas masa lebaran. Mau pergi keluar kota kuatir macet, harga tiket sudah tambah mahal juga lebih sulit didapat. Pengalaman kami pada masa lebaran adalah dimana-mana penuh orang dan macet, maka saya sekeluarga dan anak-anak memutuskan tidak pergi jauh-jauh dari Surabaya. Pilihan kami jadinya adalah ke Waduk Selorejo di Kabupaten Malang. Selain karena belum pernah kesana, juga tidak terlalu jauh dari Surabaya.

Berangkat dari Surabaya hari Senin pagi setelah hari Lebaran , kami terjebak macet total di Jalan Raya Porong. Sejak keluar pintu tol Porong sekitar jam 9.45, kemacetan total, disekitar lokasi lumpur sampai lepas jembatan Kali Porong, memakan waktu satu jam. Padahal seorang teman yang melewati jalan Raya Porong jam 6 paginya, mengatakan kalau jalan itu cukup lengang. Kemacetan nyaris terus mengikuti perjalanan kami ketika menjelang kebun raya Purwodadi dan di sekitar Lawang sampai pertigaan disekitar pabrik rokok Bentoel. Begitu juga di pertigaan dari Karang Ploso menuju Batu, kami hampir 20 menit disana. Antrian kendaraan mungkin lebih dari 1 kilometer. Baru setelah melewati kota Batu lalu lintas menjadi lancar. Jumlah pengendara sepeda motor dengan barang tambahan cukup banyak, berarti mereka adalah pemudik Lebaran ke arah Kediri.

Setelah mengisi perut disebuah tempat makan dipinggir jalan dikawasan Pujon, akhirnya sekitar jam 14, kami sampai juga di waduk Selorejo yang terletak di kecamatan Ngantang, Malang. Sesungguhnya waduk ini tidak terlalu luas, tapi meski begitu dimanfaatkan untuk beberapa keperluan termasuk pariwisata, irigasi, pelestarian lingkungan dan tentu sebagai pembangkit listrik. Kawasan waduk Selorejo terdiri dari dam, restoran, tempat hiburan dan penginapan yang dikelola Perum Jasa Tirta. Istri saya sudah memesan kamar melalui Perum Jasa Tirta, tapi ketika kami sampai, ternyata kamar belum siap. Menurut petugas di resepsionis, penghuni kamar baru keluar, sementara petugas kebersihan hanya dua orang, yang lain cuti lebaran. Kami harus menunggu sampai kamar siap dibersihkan.

Sebelumnya saya sudah membaca brosur yang dibawa istri bahwa di Selorejo selain bisa naik perahu, juga bisa mancing. Maka dari Surabaya saya siapkan pancing, dan setelah agak berbenah sorenya saya berencana untuk memancing. Saya coba mencari cacing untuk umpan, tetapi setelah mencari dibeberapa tempat tidak berhasil. Lalu tanya petugas kebersihan, bagaimana mencari umpan, ternyata umpan yang dipakai adalah lumut hijau. Terpaksalah beli lumut dulu di penjual pancing ditepi waduk. Ketika turun ketepian didekat kamar penginapan, saya lihat ada dua orang sedang asyik mancing dengan menggunakan lumut sebagai umpan. Mulailah saya lemparkan pancing dan umpannya.

Sambil mancing saya menikmati pemandangan sore ditepi waduk. Nelayan waduk dengan menggunakan kano memeriksa jaringnya apakah ada ikan yang tersangkut. Dengan telaten si nelayan mengangkat jaringnya yang dibentangkan. Selama mengangkat jaring yang panjangnya hampir 200 meter, saya lihat hanya sekali dia mendapatkan ikan seekor. Ditepian waduk seorang petani siap-siap untuk pulang setelah bekerja dikebun jagung yang nampak subur. Meski kemarau sudah cukup lama, kebun jagung itu terlihat hijau membentang, tumbuh sangat rapi ditepian waduk. Sore itu bau waduk dan kebun jagung terasa menghangatkan Selorejo yang agak surut.

Sampai hampir 1 jam saya menunggu dan beberapa kali menambah umpan, tidak ada tanda-tanda pancing dimakan ikan. Saya akhirnya kembali ke penginapan tanpa mendapatkan seekorpun ikan.

5 thoughts on “Cuti bersama: Mancing di waduk Selorejo

  1. macing di selorejo harus cari tempat-tempat tertenetu yang banyak ikannya contoh : janbu, sondel, embong pedot dll, kalau di tempat wisatanya sulit mendapatkan ikan

    Like

  2. mancing di ngatang ..lumut.and umpan pelet semua ada tinggal beli di pakRI’, untuk kelokasi kita bisa minta pak RI tuk mengantar .. tentunya naik prau tempel..

    Like

  3. Hm.. asyiknya mancing memang kalau dapat ikan ya pak, kalau gak dapat malah tambah stress hahaha… setuju gak??
    Kayaknya enakan mancing di laut deh pak.. yuk mancing bareng? hihi

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s