Kali Surabaya Kritis, Beban Berat PDAM

Jawa Pos, Rabu 31 Oktober 2007

Sementara, Produk Masih Layak Konsumsi
SURABAYA – Kadar pencemaran air Kali Surabaya makin memprihatinkan. Setelah tertutup gumpalan busa Senin lalu, kemarin di sepanjang aliran kali yang membelah metropolis itu, tampak ribuan ikan mengambang di permukaan. Ada yang mati, ada yang masih mabuk.

Pakar lingkungan hidup Universitas Airlangga (Unair) Suparto Wijayo menilai, jika ikan saja mati, bisa dipastikan imbasnya terhadap manusia juga tinggi. “Menurut saya air Surabaya sudah tak layak minum,” ujarnya. “Kandungan polutan seperti timbal, merkuri, dan besi cukup tinggi,” tambahnya.

Karena itu, lanjut dia, pembuat regulasi publik harus bertanggung jawab. Dia juga meminta Kapolda Jatim turun tangan melakukan penyidikan masalah pencemaran air tersebut. “Harus ada tindakan tegas dari penegak hukum,” katanya.

Selama ini dia menilai pemkot tidak tegas dalam menindak industri yang melakukan pencemaran. Tim ahli lingkungan Pemprov Jatim itu menuding fungsi penertiban Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang merupakan tanggung jawab BPLH tidak optimal. “Jika tidak segera diperhatikan, maka fenomena pencemaran air itu akan menjadi bom waktu bagi Surabaya ke depan,” cetusnya.

Bisa jadi. Karena 95 persen bahan baku air minum PDAM Surabaya diambil dari sungai itu untuk melayani lebih dari 400 ribu pelanggannya. Kepala Unit Humas PDAM Sunarno mengakui terjadinya pencemaran air belakangan ini. “Itu berdasarkan laporan yang kami terima dari Jasa Tirta,” katanya.

Produksi air bersih PDAM dari Instalasi Karang Pilang sebetulnya mencapai 2.500 liter per detik. Namun, akibat kondisi air yang tercemar itu, sejak Senin lalu PDAM hanya bisa memproduksi 2.000 liter per detik.

Sunarno juga menjelaskan bahwa beban pengolahan bahan baku untuk air minum semakin berat. PDAM tidak bisa memprediksi berapa lama lagi mampu mengolah air yang tercemar tersebut. “Kami mengolah air dengan tiga tahapan. Yakni, fisik, kimia, serta bakteriologi. Namun, harus diingat bahwa kemampuan pengolahan juga dipengaruhi kualitas bahan baku air,” ujarnya.

Saat ini yang dilakukannya adalah menambah aerasi (kadar oksigen) dalam pengolahan air. Sebab, matinya ikan-ikan dalam air itu diindikasikan kekurangan oksigen akibat banyaknya polutan.

Dia menambahkan, normalnya kadar oksigen terlarut dalam air di atas 4 ppm. Namun, karena tingginya pencemaran, saat ini kadar oksigen tersebut turun hingga -1 (minus satu) ppm. “Kondisi itu memang mengkhawatirkan. Tapi, kami sudah mengantisipasi dengan penambahan aerasi itu sehingga air PDAM layak konsumsi,” ujarnya

Di tempat terpisah Kepala BPLH (Badan Pengendalian Lingkungan Hidup) Pemkot Surabaya Togar Arifin Silaban mengakui, pihaknya sering menerima laporan dari warga soal ikan mabuk itu.

Namun, dia belum bisa merumuskan penyebabnya. Sebab, sampai saat ini kajian laboratorium dari sample air sungai itu belum tuntas. “Sebulan sekali kami rutin melakukan periodic sampling di 3-5 titik di sepanjang Kali Surabaya. Saat ini hasil laboratorium masih belum fix,” katanya.

Orang nomor satu di BPLH itu lantas menjelaskan bahwa ada sejumlah kemungkinan yang mendasari fenomena “ikan mabuk” itu. Salah satunya karena menipisnya kandungan O2 (oksigen) dalam air akibat tak terkontrolnya buangan limbah detergen ke sungai.

Kondisi itu, sambungnya, didukung penurunan debit air sungai saat musim kemarau. “Jadi, tidak bisa langsung disimpulkan kalau itu akibat limbah pabrik atau zat kimia.” katanya.

Yang jelas, untuk sementara BPLH mengimbau agar warga tidak mengkonsumsi ikan-ikan yang didapatkan di Kali Surabaya itu. Jika terbukti ada kandungan zat kimia berbahaya, BPLH segera melakukan sweeping di sepanjang aliran Kali untuk memastikan asal muasal zat itu. “Kami juga akan ambil sample ikan itu. Kalau benar ada limbah zat kimia beracun, kami akan gandeng kepolisian untuk penyelidikan,” ujarnya.

Bagi warga kota yang gemar mancing di sungai, ikan mabuk itu dianggap sebagai berkah. “Tiap bulan sekali ada ikan-ikan mabuk di sini, lumayan lah untuk lauk,” kata Agus, 27, warga stren kali di daerah Gunungsari. Di beberapa titik di tepi sungai memang terdapat segerombolan penangkap ikan. Antara lain di Pintu Air Jagir, jembatan depan terminal Joyoboyo, Pintu Air Gunungsari, dan di sepanjang bibir sungai di sekitar Wonokromo.

“Masio kenek limbah sing penting tak pangan gak opo-opo Mas, lha buktine aku tetep sehat (meski terkena limbah, yang penting saya makan tidak apa-apa. Buktinya saya tetap sehat, Red.),” kata Mat Halil, 40, warga stren kali di sekitar Pintu Air Jagir.

Pencemaran air merupakan problem klasik lingkungan yang muncul tiap tahun. Bahkan, persoalan ini sudah muncul sejak 1978. “Faktornya beragam. Tak bisa hanya menyalahkan industri atau menuding wali kota sebagai penanggung jawab,” ujar Ir Eddy Soedjono Dipl SE MSc PhD, pakar lingkungan dari ITS.

Sebab, kata Eddy, aliran sungai Surabaya terhubung dengan kabupaten/kota lain. “Justru sungai Brantas Surabaya paling bawah, tempat akhir aliran dari sekitar sebelas sungai di Jawa Timur. Bisa dipastikan kita ini mendapat sisa-sisa pembuangan limbah,” terangnya.

Dia tidak menampik bila pencemaran tinggi terjadi di sungai-sungai Surabaya. Penyebab kematian ikan itu, kata Eddy, dilatarbelakangi banyak faktor. “Tak bisa menyalahkan industri semata. Sebab, pencemaran yang mereka lakukan hanya melengkapi semua faktor yang ada,” paparnya.

Eddy menjelaskan, suhu udara Surabaya saat ini yang panas, menyebabkan kadar oksigen dalam air berkurang. Selain itu, ketika suhu udara panas, mempengaruhi ganggang-ganggang dalam air yang menyerap oksigen lebih banyak. Kondisi itu diperparah dengan adanya pembuangan berbagai macam polutan. “Polutan tersebut juga ikut menyerap oksigen dalam jumlah banyak. Akibatnya, mikororganisme atau makluk hidup dalam air termasuk ikan, mati kekurangan oksigen,” jelasnya. (zul/kit)

8 thoughts on “Kali Surabaya Kritis, Beban Berat PDAM

  1. kepada yth,
    bpk Tigor Silaban.
    di tempat.

    setelah membaca artikel bapak masalah kali surabaya yang sedang dalam keadaan kurang bersih membuat perusahaan air minum surabaya dalam keadaan yang kurang sehat.

    perkenankan saya memperkenalkan diri dengan nama hendratna asal surabaya sejak lahir, dan saat ini saya berdomisili di california, amerika sejak th.1999 dalam rangka mengantar anak-2 masuk sekolah di bay area ini.

    untuk diketahui saya baru berada di surabaya bulan nopember yang lalu dalam rangka mensurvey pabrik2 yang mempunyai masalah dengan air limbahnya untuk membantu dalam meringankan beaya dan yang terutama untuk menetralisir air limbahnya menjadi air yang layak dibuang di sungai.
    dalam rangka tahap pertama kami akan membagikan semacam kepada pabrik2 dan setelah diisi dikirimkan kembali kepada kami dan akan kami bahas dengan consultant yang ada di amerika ini,yang mana kami sebagai perwakilan atau distributor dari perusahaan tersebut yang mau membantu kami dalam masalah waste water treatmentnya.

    sehubungan dan sejalan dengan ini kami ingin memohon petunjuk dan saran dari bapak mengenai permasalah-2an yang ada saat ini, mungkin dapat bekerjasama dalam hal ini.

    kalau diperbolehkan apakah bisa mendapatkan address email bapak dan nomer telpon, yang mana kami bisa bicara melalui telpon.

    sekian perkenalan saya dan mudah2an informasi ini dapat diterima dengan baik, serta Tuhan memberkati kita semuanya.

    salam $ Doa kami, hendratna.

    Like

  2. kami sangat tertarik dengan masalah air sungai kalimas yang tercemar menyebabkan kerugian kepada rakyat dan pemerintah daerah
    hendratna.

    Like

  3. Terimakasih Pak Hendratna,
    Salam untuk anda di negeri orang.
    Pertama, saya luruskan bahwa artikel diatas adalah berita dari koran yang saya postingkan ulang. Jadi bukan artikel saya. Yang perlu diluruskan lagi adalah nama saya adalah Togar jadi BUKAN TIGOR.
    Kedua, kontak komunikasi email akan saya balas lewat japri. Telepon kantor dan alamat rumah sebenarnya ada pada Contact.
    Ketiga dengan senang hati saya bersedia bertukar pikiran dengan anda. Perjalanan anda di negeri orang bisa dimanfaatkan menambah referensi bagi perbaikan kualitas air kali Surabaya. (Jangan menyebut minta petunjuk dari saya, sebab saya juga ingin belajar dari anda).
    Persoalan kualitas air kali Surabaya memang cukup kompleks. Tidak mungkin diuraikan dalam kolom komentar ini. Saya mencoba menyajikan beberapa posting, memang rasanya masih belum ditarik benang merahnya. Suatu saat saya akan coba tulis dengan lebih lengkap. Semoga, saatnya cepat tiba. (Saya orang yang agak sulit membagi waktu terutama untuk menulis)
    Terimakasih

    Like

  4. Problem pencemaran kali Surabaya memang sangat kompleks. Sangat miris memang, kondisi air yang tidak layak ternyata masih dikonsumsi oleh banyak orang. Apalagi kita sebagai konsumen PDAM memang sangat dirugikan. Dampak bagi kesehatan memang tidak secara langsung terlihat. Namun bagaimana jika lima atau sepuluh tahun kemudian muncul penyakit-penyakit aneh yang menyerang warga. Keadaan fisik air PDAM Surabaya juga dikatakan sangat tidak layak. Karena tidak memenuhi kriteria air yang bersih, air PDAM keruh dan terkadang berbau. Jadi saran dari saya bagi pengguna air PDAM untuk tidak mengkonsumsinya. Maksudnya yaitu gunakan air PDAM hanya sebatas mencuci dan mandi saja. Sedangkan untuk keperluan memasak dan minum, gunakan air sumur atau air isi ulang.

    Like

  5. @ Nurul Fadlilah:
    Perlu dibedakan antara air Kali Surabaya dan air PDAM. Pemilahan itu perlu supaya kita lebih jelas melihat permasalahannya dan mencari solusinya.

    Air Kali Surabaya memang tercemar, dan perlu usaha yang sungguh-sungguh dari semua pihak untuk memperbaikinya. Pemerintah, kalangan industri disepanjang Kali Surabaya dan masyarakat yang juga menggunakan kali Surabaya.

    Kualitas Air PDAM, adalah tanggung jawab PDAM sebagai produsen untuk memberikan kualitas standar kepada konsumennya. Seburuk apapun kualitas air baku, PDAM berkewajiban memberikan kualitas air yang baik bagi masyarakat. Hal itu diamanatkan oleh undang-udang dan Peraturan Pemerintah.

    PDAM tidak boleh lari dari tanggung jawab itu meski air baku (Kali Surabaya) tercemar berat. Apalagi pelanggan dijamin oleh Undang-Undang perlindungan konsumen untuk mendapatkan produk (air ) yang baik. Tidak ada alasan PDAM memberikan air kualitas rendah karena Air Kali Surabaya tercemar. Ini perlu difahami oleh banyak orang, supaya jelas kemana masyarakat harus menuntut kalau air PDAM nya jelek.

    Mengajak msyarakat tidak mengkonsumsi air PDAM, menurut saya juga kurang bijak, kecuali mereka adalah produsen air kemasan. Yang penting adalah meminta PDAM memenuhi tanggung jawabnya memberikan air sesuai standar yang ditetapkan.

    Kalau kemudian air bakunya jelek, PDAM lah yang meminta itu kepada penyuplai air baku.

    Meski begitu kita mesti semua ikut membantu menjaga kualitas air Kali Surabaya.

    Like

  6. pak,saya dwi mul dari ITS dan saya hanya mau tanya kira2 bagaimana solusi yg pas menurut bapak guna mengendalikan kualitas air PDAM di sby saat ini?trima kasi..

    Like

  7. @ Dwi Mulyono Nugroho
    Pertanyaan ini nampakanya sederhana, tapi sulit menjawabnya. Seperti telah saya uraikan sedikit diatas, kalau bicara kualitas air PDAM, itu berarti air yang dialirkan ke rumah-rumah, yang keluar dari keran di rumah.
    Untuk menjaga kualitas air PDAM bagus sampai di rumah (artinya memenuhi standar kualitas yang ditetapkan), maka yang pertama adalah, penolahan di instalasi harus memenuhi standar. bagaimana menjaga kualitas di instalasi supaya standar, ya PDAM harus mengolah berdasarkan air baku yang masuk. Kalau air baku baik, maka beban PDAM ringan, karena cukup mengolah dengan metoda dan teknik yang standar. Metoda ini sudah dipunyai PDAM.

    Kalau kualitas air baku buruk, maka PDAM harus melakukan metoda dan teknik ekstra untuk mencapai kualitas yang ditetapkan. Semakin buruk kualitas air baku, maka semakin besar teknik ekstra mengolah air baku tersebut. Berarti semakin tinggi biaya pengolahan yang harus dikeluarkan oleh PDAM.

    Meski kualitas air PDAM di instalasi sudah sesuai ketentuan, belum menjamin, kalau yang keluar dari keran akan sesuai dengan di instalasi. Jaringan perpipaan PDAM masih belum bisa membawa air yang baik, sampai di tujuan.
    Ada beberapa penyebab belum baiknya jaringan perpipaan itu. Rendahnya kualitas perpipaan disebabkan antara lain karena pemasangan pipa pada waktu konstruksi kurang baik. Artinya, pelaksanaan dilapangan belum sesuai dengan standar yang diharapkan. Detail design atau perencanaan pemasangan pipa mungkin sudah sesuai standar, tapi pelaksanaan dilapangan oleh petugas lapangan belum sesuai standar. Contoh sederhana adalah pipa harus dibersihkan sebelum disambung satu sama lain. Pembersihan kotoran itu sangat penting. Tapi kenyataan di lapangan, mungkin hampir tidak ada pipa yang dibersihkan sewaktu pemasangan.

    Contoh lain adalah tentang material pasir pendukung (bedding) pipa dalam tanah, seharusnya adalah pasir halus dengan tingkat kekasaran tertentu. Dimana tidak boleh ada kerikil (meskipun kecil) dalam material pasir pendukung. Bila ada kerikil, bisa mengakibatkan kebocoran pada pipa, terutama bila ada getaran pada lokasi penanaman pipa.

    Kualitas pekerjaan konstruksi pemasangan pipa, sangat menentukan kualitas perpipaan yang berujung pada kualitas air di dalam pipa.
    Lantas bagaimana menjamin supaya kualitas konstruksi supaya baik. Ya designnya baik, kontraktornya harus baik, pengawasnya juga baik, dan pemilik proyeknya (pimpro) nya baik. Kalau air yang keluar dari keran belum baik, maka berarti ada hal-hal diatas yang belum baik.

    Banyak sekali hal-hal teknis yang menyebabkan rendahnya jaringan perpipaan, termasuk adanya jaringan lama, yang mungkin sudah bocor. Bila jaringan perpipaan sudah baik, maka air yang keluar dari keran akan baik juga.

    Like

  8. Bagaimana dengan Penggunaan Sungai Kalimas sebagai Bahan Baku Air Minum untu Kapal Kapal terutama Untuk Kapal PENUMPANG DAN ABK KAPAL

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s