Bisakah bandara Juanda menjadi international airport (1)

Bandar udara Juanda Surabaya belum setahun mempunyai terminal baru, banyak masalah sudah terjadi pada kemampuan dan kapasitas serta pengelolaanya. Terminal yang “direncanakan” mempunyai kualitas internasional, sepertinya semakin jauh dari harapan. Mampukah Juanda menjadi bandar udara kelas dunia. Pertanyaan ini penting untuk dicermati.

Terminal baru bandar udara Surabaya, secara fisik memang cukup baik. Hanya saja terpaksa harus diakui banyak hal yang harus diperbaiki untuk mewujudkannya sebagai international airport yang berkelas. Tidak berapa lama setelah diresmikan, sudah muncul kekuatiran tentang kapasitas bandara. Dengan kapasitas design sampai 8 juta penumpang per tahun, nampaknya sudah menjadi kendala sendiri. Tahun 2006 saja jumlah penumpang sudah mencapai hampir 6 juta. Artinya kapasitas rencana 8 juta akan dicapai hanya dalam beberapa tahun kedepan. Dari segi perencanaan, hal ini jelas kekurangan yang sangat signifikan karena fasilitas bangunan setidaknya mestinya direncanakan untuk lebih dari 15 tahun.

Untuk menjadi airport kelas dunia ada banyak hal yang harus dibenahi di Juanda.   Hal-hal penting  terutama dalam pengelolaan bandara tersebut sebagaimana dibawah ini.

Parkir di bandara Juanda tidak mencerminkan pengelolaan bandara yang profesional. Saat ini seluruh kendaraan yang masuk ke area bandara harus membayar “parkir” meski kendaraan itu sama sekali tidak parkir tetapi hanya menurunkan penumpang. Hal ini tentu saja sangat merugikan mereka yang tidak punya kepentingan untuk parkir, tapi harus bayar parkir. Seharusnya sistim pengelolaan perparkiran setidaknya sudah seperti Bandara Soekarno Hatta. Kendaraan yang membayar parkir, hanya kalau memasuki area parkir.

Yang lebih jelek lagi adalah bahwa sekarang ini Juanda memperkenalkan “VALET PARKING”. Tetapi sistimnya adalah dengan menutup jalan akses terdekat ke penurunan penumpang, sehingga kendaraan yang menurunkan penumpang harus menyeberangi jalan untuk masuk ke terminal. Jalan yang berbatasan dengan gedung terminal dipakai untuk tempat Valet Parking. Hal ini sama sekali cuma akal-akalan pengelola bandara (Perum Angkasa Pura) untuk mendapatkan lebih banyak uang. Sistim Valet Parking yang sesungguhnya tidak demikian. Dari aspek ini Juanda sudah gagal menjadi international airport.

Integrasi moda di bandara sangat jelek. Saat ini tersedia bus Damri untuk mengangkut penumpang. Tetapi lokasi parkir bus Damri ditempatkan agak jauh dan sulit dilihat oleh penumpang. Hal ini kelihatannya ada unsur kesengajaan, agar penumpang menggunakan taksi bandara yang dimonopoli oleh Koperasi Taksi Angkatan Laut. Monopoli taksi di Juanda sangat merugikan penumpang dan sangat merugikan kualitas udara. Kalau saya menggunakan taksi dari rumah ke Juanda, saya hanya membayar sekitar Rp. 27.000 sampai Rp. 30.000. Tapi kalau saya menggunakan taksi bandara dari Juanda ke rumah saya harus membayar Rp. 55.000. Karena taksi umum tidak boleh mengambil penumpang dan harus kembali ke kota tanpa penumpang. Secara total ini sangat merugikan penumpang dan pemborosan bahan bakar, karena taksi bandara ketika kembali ke Juanda juga tanpa penumpang. Lagi-lagi dari aspek ini, Juanda tidak layak disebut sebagai international airport.

Baru dua aspek, Juanda sudah gagal menjadi bandara internasional. Saya akan menuliskan aspek-aspek lain bagi bandara Juanda pada posting berikutnya.

6 thoughts on “Bisakah bandara Juanda menjadi international airport (1)

  1. Bagaimana dengan bandara Polonia Medan ya ? Pelayanannya parah gitu.. Bandara Kuala Namu ngga jadi2 dibangun. Tanah sudah diratakan, tiang sudah dipancangkan, namun terbengkalai persis Monorel di Jakarta hehehe..

    Jangan lupa di tulisan berikutnya persepsi oppung tentang fasilitas publik seperti trolley, toilet, dll.. Itu juga sangat penting.🙂

    Like

  2. Kalau Kualanamu pasti dilaksanakan, cuma mungkin agak lambat dilapangan.
    Mudah-mudahan bandara Kualanamu bisa lebih baik dari Juanda Surabaya, terutama integrasi moda. Jadi bandaranya terintegrasi dengan angkutan darat, termasuk bis kota, taxi, bahkan kereta api. Mestinya bisa mehubungkan Kualanamu dengan rel kereta api. Kalau tidak salah rel kereta api Medan-Tebing Tinggi tidak terlalu jauh dari Kualanamu.

    Like

  3. Pak Silaban, dengung pembangunan Kuala Namu memang besar… tapi kita nggak tahu process nya di lapangan.. Bahkan maketnya saja belum du publikasikan ..bagaiman bentuk jadi banda Kuala namu. Apak Togar Silaban punya info -trim’s

    Like

  4. Design bandara Kuala Namu tentu ada di Ditjen Perhubungan Udara. Saya tidak punya info tentang itu.
    Bagus juga kalau maketnya dipunlikasikan ya, jadi mungkin ada masukan dari masyarakat tentang arsitektur terminalnya.

    Like

  5. Terimaksih Pak Silaban,
    Artinya pembanguan tanpa maket pasti nggak jelas.. dari tahun 1998 sibuk mau di bangun .. tahun 2006 baru peletakan batu pertama…minggu ini ada berita Kontruksi terminalnya aja cuma 125 Milyar yang di kerjakan waskita.. jadinya saya nggak yakin kalau nanti terminal kualanamu akan lebih bagus dari polonia sekarang… … Bandara yang udah lama di idamkan -akhirnya jadinya-lebih sedikit baugs dari terminal Bus
    kalau benar dugaan saya kasihan orang Medan/Sumut , ditokohi terus oleh orang Pusat.

    Like

  6. pertama-tama saya masuk di terminal juanda surabaya saya kagum ternyata bandara juanda surabaya sangat bagus,…. dan ketika saya masuk ke dalam saya bertemu dengan petugas-petugas SECURITY dan ternyata cuma terminalnya saja yang bagus tapi pelayanannya kurang bagus tidak rama kurang sopan. saya ini cuma penumpang, saya cuma menanyakan sesuatu tapi petugas-petugas itu hanya cuekin saya… saya sarankan kepada PT.ANKASA PURA supaya lebih di tingkatkan cara pelayananya di bandara. lebih baik bandara kecil tapi petugas yang di dalam lebih rama dan sopan dari pada bandara bagus dan besar tapi tidak sopan tidak bakalan maju tapi mundur.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s