Misa di tengah shopping, minum kopi dan bir di Greenbelt, Manila

Sambil ngobrol ngalor ngidul di Greenbelt, Ayala Center Makati, sayup-sayup terdengar nyanyian paduan suara gereja. Kadang-kadang nyanyian jemaat yang sedang mengikuti misa itu ditimpali musik dari sound system cafe. Ya, itulah yang terjadi, karena sebuah kapel memang terletak ditengah-tengah kompleks pertokoan Greenbelt, Ayala Center Makati. Greenbelt adalah satu blok komersial yang terdiri dari berbagai jenis kegiatan seperti shopping centers, restoran, cafe, toko musik, high-end stores, bioskop, dan lain-lain di Manila dan ditengah-tengahnya terletak St. Nino De Paz Chapel.

Mengikuti misa di kapel ditengah-tengah Ayala Center memberikan kesan lain dari sebuah misa. Kapelnya adalah sebuah bangunan berbentuk “dome” dengan diameter kurang lebih 35 meter. Bangunannya tidak mempunyai dinding kecuali pada bagian penyangga dome, sehingga terbuka dari bagian luar. Dome ini dikelilingi kolam dimana ikan-ikan hias berenang dengan bebas. Pinggir kolam dilengkapi taman dengan rumput hijau dan beberapa pohon pelindung. Suasana bangunan kapel tidak seperti kapel pada umumnya tapi lebih mirip taman dimana ditengah-tengahnya ada dome.

Di papan jadwal yang ada, ternyata pelayanan misa dan konsultasi serta pengakuan dosa bisa dilayani di kapel ini. Misa pada hari minggu bahkan ada 8 kali, dan misa terakhir di hari Minggu dimulai jam 19.30. Pada hari-hari lain ada 4 misa yang dilayani. Karena sudah memasuki bulan November, pohon-pohon di taman Ayala dihiasi dengan lampu-lampu untuk menyambut Natal. Sehingga suasana misa minggu malam terasa sangat berkesan.  Jemaat selain mengisi kursi di tengah-tengah dome, juga mengikutinya sambil berdiri di taman. Sebagian bahkan berdiri di restoran. Jemaat yang berada diluar bangunan dome jauh lebih banyak daripada jemaat yang berada di bawah dome.

Meski mengikuti misa sambil berdiri, para jemaat kelihatan cukup khidmat, meski dalam suasana santai. Ada yang bahkan masih membawa barang belanjaan sehari-hari. Hal itu terdiri dari tas plastik pembungkus dari super market, sebagian jemaat malah adalah pekerja dari supermarket dan toko-toko di sekitar, mereka masih mengenakan seragam dari tokonya. Jemaat yang berdiri di taman terdiri dari tua, muda bahkan pasangan-pasangan muda.

Sambil minum kopi atau bir di cafe terbuka di Ayala Center, terdengar nyanyian dan khotbah dari dome, karena disekeliling taman dilengkapi dengan outdoor speaker yang cukup terdengar dengan jelas ke restoran dan cafe. Misa sangat casual, jauh dari formalitas, tetapi masih terasa khidmat ditengah-tengah superblok Ayala. Kapel ini sudah berdiri dari tahun 1965,  jadi sudah berumur hampir 47 tahun.

5 thoughts on “Misa di tengah shopping, minum kopi dan bir di Greenbelt, Manila

  1. Sesungguhnya memuliakan Tuhan bisa dimana saja dan kapan saja. Tidak mesti selalu di gereja yang konvensional.

    Kapel di Greenbelt Manila itu, adalah terobosan. Dan yang lebih penting pengelola Mall, mau menyediakan lahan untuk kapel. Itu baru hebat.

    Like

  2. Waah mau menyambut hari Natal besar yaa Sir… selamat yaa semoga lancar-lancar dan bisa membawa kebaikan … buat kita semua…🙂 Amin…

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s