Mabuhay Pinoy, go overseas to work

Kira-kira seperti judul itulah kalau kita berada di bandara NAIA (Ninoy Aquino International Airport) Manila melihat banyaknya orang Filippina yang berangkat keluar negeri. Orang Philippina sudah dikenal sebagai pekerja Internasional yang keberadaannya diakui di seluruh dunia. Overseas Filippines Workers (OFW) merupakan pekerja kelas menengah yang mengisi hampir seluruh bagian dunia. Suatu saat saya pernah mendengar seorang teman Filippina mengatakan: “Kalau tidak ada orang Filippina (Pinoy), maka separuh dunia akan macet, dunia akan kebingungan”.

Keberadaan pekerja Filippina di dunia internasional sudah diakui, dan umumnya mereka menjadi pekerja di kelas menengah. Saat ini pekerja Indonesia di luar negeri adalah masuk dalam kategori 3K yaitu Kasar, Keras dan Kotor. Tenaga kerja Indonesia (TKI) sebagai pembantu rumah tangga masih masuk dalam kategori 3K yaitu kategori tenaga kerja kasar. Pekerja Filippina (OFW) sudah masuk dalam kelas menengah seperti perawat, operator listrik, operator mesin bahkan sampai manajer menengah. Tenaga finansial dari Filippina juga sudah terkenal di dunia dan banyak mengisi pos-pos di lembaga internasional seperti Bank Dunia, Badan-badan PBB serta lembaga internasional lainnya.

Saya tergelitik untuk mengetahui mengapa OFW sudah go internasional sejak lama. Saya bertanya kepada salah seorang staf Pemkot Makati di Manila. Menurut dia, kemampuan bahasa Inggeris rata-rata orang Filippina cukup bagus, sehingga mereka mampu menempati pos-pos yang baik di bursa tenaga kerja Internasional. Saya bertanya lagi: Bagaimana orang Filippina bisa berbahasa Inggeris bagus. Si teman menjawab, bahwa ketika Amerika membuka pangkalan militer di Subic Bay (angkatan laut) dan di Clarks (angkatan udara), maka umumnya tentara Amerika berbaur dengan masyarakat Filippina. Perbauran tentara Amerika dengan masyarakat itu telah menimbulkan kemampuan bahasa Inggeris orang Filippina cukup baik. Bahasa Inggeris menjadi bahasa sehari-hari bagi orang Filippina. Anak kecilpun sudah terbiasa berbahasa Filippina.

Meski bahasa Nasional Filippina adalah Bahasa Tagalog, tapi dalam kehidupan sehari-hari orang Filippina banyak menggunakan Bahasa Inggeris. Di sekolah-sekolah, papan pengumuman, gambar dan alat peraga dibuat dalam bahasa Inggeris. Kantor-kantor termasuk kantor Pemerintah menggunakan Bahasa Inggeris. Bahasa Inggeris seolah menjadi bahasa nasional kedua di Filippina. Meski tingkat pendidikan orang Filippina cuma sebatas sekolah menengah, tapi kemampuan bahasa Inggerisnya cukup prima dalam berkomunikasi. Keunggulan inilah yang sampai saat ini belum bisa ditandingi oleh bangsa-bangsa Asia lainnya. Tidak heran kalau jumlah tenaga kerja Filippina di luar negeri sangat banyak. They(Pinoys) go overseas to work.

Kalau Pinoys go overseas to work dan menambang devisa di negeri orang, kapan orang Indonesia bisa mengimbangi kemampuan berbahasa Inggeris orang Filippina ?. Let us dreaming, some day Indonesian can compete Pinoys (Filippinas) in English. Some day!.

6 thoughts on “Mabuhay Pinoy, go overseas to work

  1. Aku pengen seperti Pinoys…🙂
    Bahasa adalah budaya itu sendiri ya bang, kita sayangnya kurang membudayakan bahasa Inggris itu sendiri. Di tempat saya belajarpun, bahasa Inggris sangat minim jam dan minim prakeknyapun juga..
    lagi-lagi pendidikan ditentukan oleh guru (salah satunya) dan guru ditentukan oleh budayanya, budayanya ditentukan oleh visi masyarakat itu sendiri, sementara visi Indonesia apa ??? adalah semangat untuk membudayakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua… Ah aku jadi miris yaa..

    Tapi dasarnya dulu saya malas belajar kali yaa.. tapi sekarang saya jadi terenyuh baca postingan ini… TQ sir for penyadaran ini.🙂

    Like

  2. Makati itu kan kawasan orang kaya di Manila lae. Maccam kawasan Menteng atau Simprug di Jakarta.

    Aku pernah sampai empat kali ke Manila. Rasanya seperti di rumah sendiri. Kalau mereka ngomong Tagalog, aku lantas teringat saudara-saudara kita di Simalungun atau Tanah Karo. Logatnya mirip betul.

    Yang aku nggak tahan, Manila itu sangat sarat kekerasan. Dalam salah satu kunjunganku kesana, pas naik jeepney aku menyaksikan dengan mataku sendiri peristiwa tembak- menembak antara beberapa lelaki.

    Tapi di luar itu, Manila sangat mengasyikkan. Kehidupan malam di pinggir pantai botul-botul sodap. Manila itu waterfront city dalam artian yang bagus. Beda sekali dengan Jakarta.

    Ya, betul lae, Filipina sangat terolong oleh devisa yang disumbangkan para pekerjanya di mancanegara. Dibandingkan tenaga kerja kita, keunggulan tenaga kerja Filipina bukan cuma penguasaan bahasa Inggris, tapi juga tingkat pendidikan, sikap profesional dan pride sebagai orang Filipina. Dalam hal ini mereka beruntung karena penjajahnya adalah Amerika Serikat, bukan Belanda sialan itu hehehe…

    Mantap lae. Teruskan berkarya. Horas.

    Like

  3. Ya, orang Filipina itu terkenal dibidang finansial, dan kuat pula. Banyak mereka bekerja di lembaga keuangan internasional. Dan biasanya, mereka mengajak teman-teman sesama Filipina juga kalau ada lowongan disana.

    Silahkan di link, (masukkan dua-duanya juga boleh) dan trimakasih
    saya juga akan masukkan lae di link ku.

    Like

  4. Begitulah kalau pakai kacamata kuda. Waktu itu (mungkin sampai sekarang), mereka-mereka itu membuat instruksi, kalau pake Bahasa Inggeris seolah-olah tidak Nasionalis.
    Itu namanya pikiran sempit. Nasionalisme kok diukur cuma dari istilah dan bahasa.
    Harusnya kita malah go-internasional dengan kemampuan baik.
    Sekarang kita go-internasional cuma sebatas tenaga 3K (kasar, kotor, keras).
    Yang lebih lucu gara-gara instruksi itu di Surabaya ada toko yang merubah namanya menjadi “Bakeri Holan”. Salah kaprah kan, tapi sekarang toko itu sudah kembali ke nama aslinya.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s