Iklan ucapan selamat di media

Iklan ucapan selamat seringkali muncul di media cetak. Ketika anak lahir, atau lulus ujian, mendapat promosi, atau pada saat perayaan hari-hari besar seperti Natal, Idulfitri atau bahkan ulang tahun, orang mengucapkan selamat melalui iklan di media. Berbagai jenis iklan ucapan selamat bisa dijumpai disejumlah media. Iklan-iklan itu merupakan cetusan kegembiraan atau dukungan terhadap seseorang. Meski untuk memuat iklan di media memerlukan biaya, bagi sebagian orang ongkos memuat iklan mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan rasa gembiranya.

Di jaman orde baru, iklan ucapan selamat dari pengusaha kepada pejabat baru, kadang-kadang bisa sebesar halaman koran penuh. Tentu biayanya tidak sedikit untuk memasang iklan demikian. Rasanya agak sulit menjelaskan apa alasan sesungguhnya, kalau seorang pengusaha mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mengucapkan selamat kepada seorang pejabat yang baru dilantik. Lebih rumit lagi difahami kalau seorang bawahan memberikan ucapan selamat kepada atasannya yang baru dilantik melalui iklan di media. Sering dijumpai ketika seorang Gubernur baru dilantik, maka ramai-ramailah bawahannya (kepala dinas dll) memberikan ucapan selamat melalui iklan.  Apa yang difikirkan oleh seorang bawahan ketika ia membayar biaya iklan untuk ucapan selamat kepada atasannya. Apa yang diharapkan seorang pengusaha ketika menerima tagin iklan ucapan selamat kepada gubernur yang baru dilantik.

Sampai sekarangpun iklan ucapan selamat masih sering dijumpai. Ketika walikota atau bupati baru dilantik, maka halaman media lokal ditempat pejabat itu dihiasi sejumlah iklan ucapan selamat dari pengusaha, pejabat bawahannya dan lain sebagainya. Kalau ditilik betul, sesungguhnya iklan-iklan semacam itu punya tujuan-tujuan tertentu. Tidak bisa dipungkiri bahwa iklan semacam itu adalah upaya untuk menarik perhatian si pejabat, dengan harapan suatu saat bisa mendapatkan “sesuatu” kemudahan dari pejabat yang diberi selamat.

Media, sudah barang tentu yang mendapatkan keuntungan dari pemasangan iklan ucapan selamat seperti itu. Ada sejumlah orang yang memang getol menawarkan pembuatan iklan itu. Tentu saja sebagaimana layaknya bisnis, orang yang manawarkan iklan akan mendapatkan fee dari pemasangan iklan. Upaya menawarkan memasang iklan tentu sah-sah saja. Tapi kalau upaya itu terasa konyol, jadinya seperti lelucon yang tidak lucu.  Baru-baru ini saya ditawarkan untuk memasang iklan ucapan selamat Natal oleh sebuah blog berita. Dalam penawaran dengan surat resmi itu, disebutkan harga pemasangan iklan di blog berita Rp. 750.000 selama penayangan kurang lebih sebulan.  Saya selalu menolak pemasangan iklan ucapan selamat demikian. Iseng-iseng saya browsing ke blog berita yang menawarkan iklan dimaksud. Ternyata hitnya masih jauh lebih rendah dari hit Kakilima ini. Saya jadi merasa geli sendiri melihat penawaran pemasangan iklan nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s