Local (City) Climate Session di COP13 Bali.

Perhelatan konperensi antar pihak (Conference of Parties COP13) UNFCCC di Bali mempunyai kegiatan sampingan (side events) yang sangat banyak. Saya berkesempatan mengikuti Local Climate Session pada 10-11 Desember 2007, yang disponsori oleh ICLEI dan World Mayor Council for Climate Change (WMCCC). Side event ini dihadiri oleh perwakilan kota-kota dari berbagai negara termasuk Indonesia, China, India, Australia, Amerika, Eropa dan bahkan dari Afrika. Dalam pembahasan para perwakilan kota dan para pakar itu, ada keinginan untuk meminta UNFCCC menaikkan target yang lebih tinggi dalam pengurangan emisi. Beberapa pembicara mengusulkan agar pengurangan emisi ditargetkan pada tahun 2070 diturunkan sebesar 80% dari level emisi tahun 1990. Ini merpakan suatu permintaan yang sangat luar biasa.

Usulan penurunan emisi sampai sebesar 80% dari 2007 itu dikemukakan oleh Sekjen ICLEI Konrad Otto Zimmermann dan Presiden ICLEI David Cadman. Usulan itu didasari bahwa pada tahun 2070, diperkirakan bahwa 80% penduduk dunia akan tinggal di perkotaan. Karena itu yang akan mengalami akibat buruk dari perubahan iklim adalah penduduk perkotaan. Walikota Bonn, Germany Ms. Barbel Dieckmann yang juga Ketua dari WMCCC juga sependapat dengan usulan ICLEI. Saya pikir usulan itu terlalu muluk-muluk, tidak realistis, sehingga keberhasilannya sulit diharapkan. Mungkin saja hal itu hanya sebagai strategi tawar-menawar agar perhatian terhadap kota-kota dalam perlindungan iklim semakin besar.

Para ahli dan pembicara sepakat bahwa perubahan iklim adalah akibat perbuatan manusia. Sejumlah penelitian yang dilakukan semakin memperkuat kenyataan bahwa bencana pemanasan global adalah hasil ulah manusia yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Para peserta konperensi nampaknya sepakat bahwa bencana perubahan iklim adalahmasalah bersama, karena itu harus duduk bersama mengatasinya. Masalahnya adalah bagaimana mencari solusi penanganan yang menyeluruh. Itulah yang dinegosiasikan pada COP13 UNFCCC di Bali. Sesungguhnya pertemuan di Bali merupakan ajang tawar-menawar kepentingan antar berbagai pihak, antar berbagai negara. Sebagaimana layaknya tawar-menawar, pihak yang paling “kuat” akan memiliki daya tawar yang tinggi dan memenangkan negosiasi.

Pada Local (City) Climate Session sejumlah kota mempresentasikan upaya-upaya yang sudah dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Hampir semua kota sependapat bahwa mekanisme pelaksanaan Kyoto Protocol terlalu rumit, sehingga tingkat keberhasilannya belum begitu baik. Clean Development Mechanism (CDM) dikritik terlalu sulit untuk proses aplikasi untuk mendapatkan pendanaan dari penjualan karbon. Karena itulah para peserta kota-kota menuntut penyederhanaan proses pelaksanaan Kyoto Protocol sehingga lebih banyak lagi kota-kota yang bisa mendapatkan bantuan pendanaan bagi pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK).

Selama mengikuti kegiatan dua hari, rasanya sangat tidak mungkin mengikuti banyak pembahasan. Saya sempat mengikuti salah satu sesi “Carbon Finance”, dimana pada kesempatan itu beberapa staf ahli Senator Amerika menjadi pembicara. Sesi ini menarik perhatian banyak peserta terbukti dari banyaknya peserta yang hadir. Ruangan yang disiapkan berkapasitas sekitar 100 kursi terisi penuh, selain itu banyak peserta lain yang harus berdiri dan bahkan duduk lesehan di lantai mengikuti diskusi Carbon Finance itu. Pada sesi itu terjadi dialog yang intens antara peserta dengan para staf ahli senator Amerika. Mereka mengupas upaya pendanaan yang disiapkan oleh Amerika dalam pengurangan emisi GRK. Para staf senator itu juga meladeni diskusi dengan lugas. Hanya saja mereka juga tidak mau terpancing dengan pertanyaan-pertanyaan sengit dari peserta, terutama perihal mekanisme pembiayaan yang disiapkan oleh Amerika. Dijelaskan bahwa Amerika baru saja mensahkan suatu undang-undang tentang perubahan iklim dan pembiayaan perubahan iklim. Undang-undang itu akan mulai diberlakukan pada 2008.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s