Al Gore Kritik keras negaranya

Kompas, 14 Desember 2007
Al Gore Kritik Keras Negaranya
Peta Jalan Bali Mulai Mewujud

Nusa Dua, Kompas – Peraih Nobel Perdamaian 2007, yang juga mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Al Gore, mengkritik keras sikap negaranya yang dituding menjadi penghalang utama tercapainya berbagai kesepakatan dalam Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim di Bali. Kritik Al Gore disampaikan ketika ia berpidato di depan delegasi Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim di Bali, Kamis (13/12). Dia mengakui betapa delegasi AS berusaha menghambat kemajuan perundingan di Bali.

“Negara saya, AS, pada prinsipnya bertanggung jawab atas rusaknya kemajuan di sini. Kita semua tahu itu,” ungkapnya yang langsung disambut tepuk tangan panjang sekitar 600 orang yang mengikuti pidatonya.

Meski demikian, dia memastikan, AS bukanlah satu-satunya negara yang bisa menentukan adanya kemajuan dari Bali dan juga harapan. Ada satu dari dua hal yang bisa dilakukan.

“Anda bisa marah dan frustrasi, kemudian mengarahkannya ke AS. Atau membuat pilihan kedua, membuat keputusan untuk maju dan melalui semua penyusunan kalimat yang perlu dilakukan dengan tetap memberikan ruang kosong di dalam dokumen Anda. Dan taruhlah catatan kaki, sebutkan bahwa dokumen ini belum lengkap, tetapi kami akan terus bergerak maju,” ujarnya.

Al Gore mendorong para perunding di Bali untuk membuat keputusan besar dan berani, dengan memberikan arah yang jelas mengenai bagaimana umat manusia akan menangani masalah perubahan iklim ini sesegera mungkin. Dia bahkan mengusulkan batas waktu penerapan skema baru itu bukan 2012, tetapi dimajukan menjadi 2010 karena dampak perubahan iklim bumi semakin meningkat dari tahun ke tahun akibat lambatnya manusia menangani emisi CO2.

Bukan cuma Al Gore, banyak anggota delegasi dari berbagai negara juga melontarkan kritik, kecaman, dan kekecewaan kepada AS yang dituding sebagai penghalang kesepakatan. Padahal, pandangan peserta konferensi sudah sangat maju mengenai penanganan perubahan iklim.

Peta Jalan Bali

Berkaitan dengan penyelenggaraan konferensi, deklarasi Peta Jalan Bali (Bali Road Map), yang akan menjadi dokumen hasil dari Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim di Bali, mulai terlihat mewujud. Untuk beberapa hal telah tercapai kesepakatan hari Kamis, antara lain pendanaan untuk alih teknologi.

Arah perundingan menuju skema baru pasca-2012 mulai mengerucut pada pilihan membentuk Kelompok Kerja Ad Hoc baru di bawah Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC), yang akan ditugasi untuk menyelesaikan perundingan hingga tahun 2009 dan melaporkan hasilnya pada konferensi perubahan iklim di Denmark 2009.

Sekretaris Eksekutif UNFCCC Yvo de Boer menjelaskan, di bidang alih teknologi yang selama ini macet, kesepakatan dicapai dengan membuat suatu mekanisme baru, yang memungkinkan penilaian kebutuhan energi negara-negara berkembang. Penilaian atas kebutuhan energi itu kemudian diwujudkan ke dalam proposal yang memenuhi kriteria lembaga keuangan.

“Tinggal apa terminologi untuk menyebut mekanisme ini, apakah itu akan disebut technology leveraging facility atau technology leveraging programme,” jelasnya.

Didorong ke Polandia

Sebelumnya, Ketua Delegasi Indonesia Emil Salim mengatakan belum semua delegasi mengeluarkan “kartunya”. “Bali adalah awal dari sebuah proses. Kalau di sini gagal, masih bisa didorong ke Polandia,” kata Emil.

Menurut dia, jangan semua hal didorong untuk selesai di Bali, “Bisa-bisa malah hasilnya kecil,” katanya. Tentang target penurunan emisi 25-40 persen pada 2020 dari basis emisi 1990, akan dibentuk perundingan meja bundar. Untuk beberapa hal yang masih belum tercapai kesepakatan, dia mengatakan, semuanya akan selesai Jumat dini hari. “Ketika orang kelelahan pada pukul 02.00, mereka mulai mau berkompromi,” ujarnya. (OKI/ISW)

One thought on “Al Gore Kritik keras negaranya

  1. Al Gore mengakui bahwa kebijakan Pemerintah Amerika sering tidak sejalan dengan keinginan rakyatnya. Tekanan politik dan lobby industri yang kuat mewarnai kebijakan Pemerintah Amerika.
    Pemerintah Amerika sengaja melontarkan suatu gagasan baru untuk mengalihkan persoalan dari kewajiban mengikat pengurangan emisi.

    USEPA yang dipengaruhi oleh industri Amerika adalah lembaga paling bertanggung jawab terhadap kebijakan Amerika untuk pengurangan emisi.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s