Pernak-pernik COP13 Bali, securitynya ketat

Tidak lengkap rasanya kalau tidak cerita pernak-pernik pelaksanaan COP13 di Bali. Kalau bahas substansinya saja, tentu nanti semua menjadi “berat”, pernak-perniknya akan menambah “bunga”nya. Yang paling menarik perhatian adalah penampilan para peserta di Bali yang terkesan sangat casual. Kalau biasanya konperensi besar internasional, selama ini pesertanya tampil rapi dengan setelan jas lengkap. COP13 Bali tampil lain.

Sewaktu memasuki ruang sidang-sidang terlihat sebagian besar orang tampil casual, memang masih ada yang memakai jas dan dasi. Tapi untuk kegiatan COP13, memang ada himbauan untuk tampil kasual, karena pendingin udara (AC) dalam ruangan akan diset pada temperatur antara 26-28 derajat Celcius. Dengan sendirinya, memakai jas akan terasa tidak nyaman. Setting temperatur itu memang bagian dari kampanye penghematan energi. Bahkan tidak sedikit peserta yang hanya menggunakan celana pendek mengikuti sidang-sidang di side events. Kalau saja mereka tidak menggunakan “badge” yang dikeluarkan UNFCCC, nyaris tidak bisa membedakan apakah mereka rombongan turis yang sedang jalan-jalan di Bali.

Masalah security, tidak ada tawar menawar di COP13. Tanpa “badge” alias tanda pengenal yang diissue oleh panitia jangan harap bisa memasuki kawasan resmi. Kegiatan side events memang masih agak longgar, ada side events yang tidak mengharuskan tanda pengenal. Tapi lokasi di sekitar BICC di hotel Westin adalah wajib tanda pengenal. Untuk melihat pameran misalnya, tanpa tanda pengenal maka tidak bisa masuk. Selain itu sensor metal digunakan di pintu masuk.

Untuk mendapatkan “badge”, juga tidak bisa sembarangan, mereka yang belum terdaftar secara resmi di kegiatan COP13, tidak akan diberikan oleh panitia. Sewaktu saya sedang antri untuk mendapatkan tanda pengenal, ada dua orang wartawan televisi dari Italia yang ditolak oleh panitia. Pasalnya mereka adalah wartawan “freelance” yang tidak bisa menunjukkan surat penugasan, dan mereka belum terdaftar di database panitia. Setelang negosiasi agak lama, akhirnya mereka tidak bisa mendapatkan “badge”. Panitia tetap meminta surat penugasan resmi dari perusahaan mereka. Karena dua orang itu, maka saya agak lama antri, karena kebetulan mereka berada di depan antrian saya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s