Hujan baru 15 menit, jalan sudah tergenang

Senin sore 17 Desember kemarin hujan turun dengan deras dan lama. Sesaat sebelum saya pulang kantor, mendung semakin tebal, dibeberapa bagian lain sudah terlihat menghitam. Dan ketika keluar dari kantor, hujan sudah mengguyur Surabaya dengan derasnya. Sepanjang perjalanan menuju rumah jalanan banyak yang tergenang, padahal hujan baru turun antara 10 sampai 15 menit. Di sekitar Kertajaya tinggi air air bahkan hampir 20 cm, terlihat dari ban kendaraan yang terendam air.

Genangan yang begitu cepat sebenarnya tidak perlu terjadi kalau saja saluran tepi jalan bisa berfungsi dengan baik. Meski hujan cukup deras, dalam waktu singkat mestinya air bisa teralirkan ke saluran sekunder, sehingga jalan tidak perlu tergenang. Kalau hujan baru sekitar 10 sampai 15 menit, lalu jalan sudah tergenang air, sudah pasti penyebabnya adalah saluran tepi jalan yang tersumbat. Kalau saluran tepi jalan, yang masuk kategori saluran tersier, tersumbat, maka air  tergenang di jalan karena saluran tersier untuk membawa air ke saluran sekunder tidak berfungsi.

Seandainya hujan lebih dari 30 menit, air masih belum tergenang, berarti saluran tersiernya bagus. Secara umum kalau saluran tersier bagus, air yang turun akan mencapai saluran sekunder dalam waktu kira-kira 30 menit. Hal ini tentu saja tergantung kondisi kemiringan tanah. Tetapi umumnya saluran sekunder perkotaan dirancang bisa menampung air hujan dari kawasan sekitarnya dengan jarak tempuh air kurang lebih 30 menit. Selanjutnya air dari saluran sekunder dialirkan ke saluran primer yang umumnya berupa sungai. Begitu kira-kira pengaliran air hujan di kawasan perkotaan.

Supaya jalan tidak tergenang kalau hujan turun, maka saluran tepi jalan harus kosong pada waktu tidak ada hujan. Tapi seringkali meski tidak ada hujan, saluran tepi jalan  sudah penuh. Itu karena sampah dan sedimen (lumpur) yang mengendap didasar saluran. Jadi sewaktu turun hujan, saluran tepi jalan itu sudah tidak bisa menampung air hujan.

Supaya saluran tepi jalan tidak penuh sedimen, ya bersihkan saja dengan dikeruk secara terus menerus. Sebenarnya sederhana, tapi kok umumnya jalan di kota sampai tergenang??.

2 thoughts on “Hujan baru 15 menit, jalan sudah tergenang

  1. Betul pak. baru hujan sebentar saja dimana-mana sudah banjir. Dulu baru di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya saja yang seperti itu, tetapi sekarang malah mulai di kota-kota seperti Cipanas, Bogor, dan lainnya, dimana kita pikir banjir dikirim dari sana, malah disananya banjir juga.

    Aku Ingin Hijau

    Like

  2. ini yg kutahu:
    1. setahu saya perencanaan drainase jalan jarang mempertimbang air dari lingkungan sekitar hanya peruntukan utk air limpasan jalan; sehingga wajar jika tidak mampu menampung keseluruhan air. krn kewenangan utk lingkungan sekitar ada di PSDA.
    2. aspek kelembagaan; dimana pembangunan jalan oleh bina marga sedang drainase oleh PSDA sehingga fungsi monitoring/maintenance menjadi kurang jelas.
    3. kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan juga sangat minim.
    pertanyaannya siapa yg salah?

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s