Apa asyiknya menjadi blog anonim

Menjadi terkenal karena prestasi atau karena suatu “achievement” adalah hal yang positif. Sebagian orang sangat ingin terkenal dan dipuji banyak orang. Bahkan untuk supaya bisa terkenal, ada orang yang tidak segan-segan melakukan hal-hal yang kurang terpuji. Akan tetapi ada juga orang yang tidak ingin dikenal karena berbagai alasan. Banyak orang  mempunyai “blog anonim” yang tidak menampilkan identitas yang sebenarnya.

Banyak orang yang tidak ingin dikenal meski telah berbuat sesuatu yang baik. Mereka menyembunyikan identitas diri dibalik nama samaran dan yang sejenisnya. Dunia blogging memberikan fasilitas yang cukup baik untuk tidak dikenal orang lain. Tidak sedikit blog yang tidak mau menampilkan identitas sesungguhnya dari pemilik blog atau penulisnya. Padahal posting yang ditampilkan cukup memberikan pencerahan dan memberikan “nilai” bagi banyak orang. Meski begitu penulis dan owner blog lebih suka menjadi anonim. Tentu ada alasan tertentu mengapa seseorang tidak menampilkan identitas diri pada blognya.

Bagi saya menampilkan identitas diri adalah perlu. Dengan begitu kita bisa mengetahui siapa yang bertanggungjawab atas suatu posting, sekaligus menahan diri agar tidak tergoda menulis isu-isu yang kontroversial. Kadang-kadang godaan untuk menulis isu yang menimbulkan polemik timbul juga, namun dengan blog non-anonim godaan semacam ini bisa dikurangi dan dikendalikan.  Ada sebagian orang yang berkeyakinan bahwa melakukan sesuatu yang “nakal” secara tersembunyi, mempunyai keasyikan tersendiri. “Kenakalan” dalam blogging sangat dimungkinkan, konon itu sangat asyiik.

Dilain pihak ada juga blog anonim yang secara sengaja, dengan begitu ia bisa menulis hal-hal yang menimbulkan konflik dialog. Blognya mengembangkan isu-isu yang kontroversial, dan untuk itu ia tidak mau menampilkan identitas asli.  Meskipun anonim, sesungguhnya asal dan identitas bloger tidak bisa disembunyikan seratus persen. Teknologi memungkinkan penelusuran dari mana dan siapa yang menjadi anonim. Hanya saja untuk isu-isu konflik tertentu, penelusuran blog anonim tidak terlalu bermanfaat alias buang-buang waktu. Kondisi inilah yang menjadikan ada orang yang suka menjadi anonim.

3 thoughts on “Apa asyiknya menjadi blog anonim

  1. Anonim itu apa sama dengan menghindari tanggung jawab?
    Atau sebaliknya, mungkin mereka keliru mengartikan “tawadu”. Bagi saya, tujuan ngeblog salah satunya agar orang lain tahu kalau mereka mau mencari kita atau mau berkunjung. Bagaimana pengunjung bisa bersilaturahmi jika tidak tahu siapa penghuninya.

    Salam kenal
    Hery Azwan

    Like

  2. Blogging itu sejatinya ya untuk silaturahmi (menururt saya), jadi kalau tidak ada identitas, silaturahminya jadi meleset alias salah kaprah.

    Anonim memang tidak selalu sama dengan tidak bertanggung jawab. Tapi sangat mudah dibelokkan menjadi tidak bertanggung jawab.

    Like

  3. Pingback: Tanpa Nama di Dunia Digital « MAHADARMA WORLD

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s