Medan Berat, Evakuasi Lambat. Sebagian Warga Jawa Timur Masih Terisolasi

Kompas, 28 Desember 2007

Karanganyar, Kompas – Evakuasi korban tanah longsor di Dusun Ledoksari, Desa Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tidak bisa berlangsung cepat. Hingga Kamis (27/12) baru ditemukan 17 jenazah dari total korban yang tertimbun tanah longsor sebanyak 35 jiwa.
Jalan menuju Dusun Ledoksari lebarnya 3 meter, berkelok-kelok dengan tanjakan cukup tajam di beberapa tempat. Karena itu, alat berat seperti backhoe besar tidak dapat masuk ke lokasi longsor. Hingga Kamis siang, evakuasi korban dilakukan secara manual. Sekitar 1.000 sukarelawan, 450 orang di antaranya personel TNI, dikerahkan untuk mengevakuasi korban. Pemerintah Kabupaten Karanganyar mendatangkan empat pompa air untuk menggelontor longsoran tanah. Sekitar pukul 13.30, sebuah backhoe kecil didatangkan ke lokasi tersebut.

Pukul 15.30-16.00, tim sukarelawan mengevakuasi enam jenazah korban longsor. Sebelum itu, tim mengevakuasi enam jenazah. Menurut Komandan Kodim 0727 Karanganyar Letnan Kolonel Ahmad Mustain, yang juga Wakil Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kabupaten Karanganyar, evakuasi akan dilanjutkan Jumat ini. Bupati Karanganyar Rina Iriani, yang juga Ketua Satlak PB Kabupaten Karanganyar, berharap ada satu backhoe kecil lagi agar evakuasi korban segera dapat diselesaikan. Total jumlah korban banjir dan longsor di Kabupaten Karanganyar ada 65 orang, termasuk korban tanah longsor di Ledoksari.

Di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, hingga hari kedua pascabencana, Kamis, para petugas gabungan masih kesulitan mengevakuasi korban longsor di Kecamatan Manyaran dan Kecamatan Tirtomoyo (Dusun Semangin, Pagah, dan Sanggrahan) yang berjumlah 17 orang. Alat berat tidak bisa masuk ke lokasi karena jalan ke Pagah terjal dan sempit. Adapun lokasi longsor di Semangin dekat dengan permukiman penduduk. Tujuh korban di Dusun Semangin belum dapat dievakuasi. Di Pagah, dari tujuh korban, sudah lima orang ditemukan. Di Sanggrahan, dua korban tewas ditemukan. Sedangkan di Kecamatan Manyaran, satu korban belum dapat dievakuasi. Camat Tirtomoyo Tarjo Harsono mengatakan, evakuasi akan diteruskan hingga beberapa hari mendatang.

Sementara itu, banjir yang melanda bagian timur dan selatan Kota Solo, Kamis, telah surut. Namun, sebagian wilayah Kampung Joyotakan dan Mijipinilihan, di selatan Kota Solo, sampai Kamis siang masih digenangi air setinggi 1 meter. Wali Kota Solo Joko Widodo yang meninjau banjir di Kampung Semanggi dan Sangkrah berpesan agar petugas terus mendistribusikan logistik yang dibutuhkan warga, seperti makanan, kain pel, dan karbol.

Sebaliknya, sekitar 500 keluarga korban banjir di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sampai Kamis belum mendapatkan bantuan makanan. Diduga Pemkab Grobogan berkonsentrasi membantu penduduk di pedesaan.

Di Istana Negara, Jakarta, Kamis, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengemukakan, pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta kepada setiap keluarga yang rumahnya terkena tanah longsor untuk membangun rumah di lokasi baru yang akan ditentukan pemerintah daerah.

Masih terisolasi

Hari Kamis, banjir yang melanda Jawa Timur mulai surut, kecuali di Kabupaten Ngawi dan Bojonegoro. Di wilayah itu luapan Sungai Bengawan Solo terus meninggi. Akibatnya, warga masih terisolasi. Mereka terkurung di rumah masing-masing dan tidak bisa keluar rumah karena ketinggian air mencapai 4 meter. Di Kabupaten Bojonegoro banjir merendam 14 kecamatan. Kamis petang air terus naik, rel kereta api di Clangap, Kecamatan Kalitidu, nyaris terendam.

Selain banjir, longsor terjadi di Dusun Polo, Desa Harjosari, Kecamatan Sine, Ngawi, Rabu dini hari. Empat warga yang merupakan satu keluarga tewas tertimbun longsor saat terlelap dalam tidur, yaitu Suparman (40), Suwarti (36), Linda (10), dan David (1,5). Di Ngawi, banjir melanda sembilan kecamatan dan merendam sekitar 20.000 rumah. Camat Geneng, Ngawi, Joko Santoso mengatakan, warga di sejumlah desa di kecamatan itu sejak Rabu dini hari terpaksa bertahan di atap rumah karena ketinggian air 4 meter. Menurut Wakil Kepala Kepolisian Resor Ngawi Komisaris Yuli Setiadi, banjir di Geneng memutuskan jalur utama Ngawi-Madiun dan Ngawi-Bojonegoro.

Sebaliknya, di Kabupaten Ponorogo, banjir mulai surut. Hal serupa terjadi di Kabupaten Trenggalek, Pacitan, Magetan, Malang, Gresik, Lamongan, Mojokerto, Jombang, dan Kota Madiun. (GAL/IKA/WHO/ASA/INU/ RAZ/ACI/INA)

One thought on “Medan Berat, Evakuasi Lambat. Sebagian Warga Jawa Timur Masih Terisolasi

  1. Berita bencana ini sungguh tragis. Jumlah korban yang sangat banyak. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk menghadapi musibah yang berat ini.

    Bencana longsor, adalah akibat dari perbuatan manusia yang tidak memperdulikan lingkungan hidup. Suka-atau tidak suka ini lah akibat yang harus ditanggung manusia akibat mengexploitasi alam secara berlebihan. Alam itu sendiri kemudian “menyeimbangkan” melalui musibah dan bencana.
    Semoga kita bisa memetik pelajaran yang sangat mahal ini.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s